Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Kementerian Pariwisata akan Kembangkan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Nasional

Cibinong, Berita Geospasial BIG – Badan Informasi Geospasial sering mendapat kunjungan dari Kementrian/Lembaga maupun Universitas di Indonesia yang ingin mendapatkan ilmu tentang berbagai hal tentang informasi geospasial. Hal ini tentu sejalan dengan tugas BIG dimana BIG wajib mendorong penggunaan informasi geospasial dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pada Senin, 22 Agustus 2016 yang lalu BIG mendapat kunjungan dari Kementerian Pariwisata untuk berkonsultasi dengan BIG dalam rangka untuk membangun komunikasi dan koordinasi antar K/L untuk mewujudkan IG Kepariwisataan yang tertata dengan baik, terstruktur dan terintegrasi dalam suatu Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN), yang selanjutnya dipublikasikan melalui Portal Geospasial Kemenpar secara online. 

Kunjungan yang bertempat di Ruang Rapat Gedung Utama Lantai 2, dibuka oleh Niendyawati, Plh Kepala Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama (PPPKS) BIG.  Dalam kunjungan ini perwakilan dari Kemenpar mendapatkan penjelasan terkait beberapa materi yang telah dipersiapkan. Pertama, dijelaskan tentang Profil BIG yang disampaikan oleh Yudi Irwanto, dari Bidang Promosi dan Kerja Sama, PPKS BIG. Secara singkat Yudi menjelaskan terkait tupoksi BIG, serta kedudukan BIG yang saat ini berada di bawah koordinasi Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas. Diterangkan pula terkait berbagai macam produk yang dimiliki BIG. 

Menyusul kemudian adalah penjelasan terkait beberapa materi yang telah dipersiapkan oleh pihak BIG, seperti : materi tentang bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Geospasial (TIKG) di BIG oleh Irena Susanti; dan Sistem Pengelolaan Informasi Geospasial di Simpul Jaringan untuk Penyelenggaraan Perencanaan Pembangunan oleh Murdaningsih, keduanya dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG) BIG.

Setelahnya adalah materi terkait Pengembangan Kelembagaan dan Simpul Jaringan IG yang dibawakan oleh Andi Rinaldi, Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Simpul Jaringan IG, serta Pengembangan SDM dan Industri IG oleh Sumaryono, Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Industri IG, keduanya berasal dari Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (PSKIG) BIG.

Sedangkan dari Kemenpar menyampaikan presentasi terkait data dan IG yang ada di Kemenpar oleh Yusuf Hartanto, Kepala Bidang Teknologi dan Informasi, Kemenpar. Secara umum paparan menjelaskan bagaimana spesifikasi perangkat yang ada di Kemenpar; serta sistem pengumpulan, pengelolaan, dan penyebarluasan DG/IG yang ada di Kemenpar. Beberapa tantangan yang dihadapi Kemenpar antara lain seperti : untuk memenuhi data kepariwisataan yang amat kompleks, diperlukan dukungan dan integrasi dengan K/L, serta dukungan data dari daerah; perlunya pemeliharaan piranti misalnya server (lumbung) untuk menjamin terpeliharanya data geospasial kepariwisataan; data yang sudah dihimpun masih berupa titik (point), belum ada data geospasial kepariwisataan yang berbentuk poligon (misalnya delineasi destinasi wisata); serta IG belum dijadikan sepenuhnya sebagai alat pembuat kebijakan.

Dalam kunjungan dijelaskan bahwa Kemenpar merupakan salah satu simpul jaringan IG yang tergabung di Jaringa Informasi Geospasial Nasional (JIGN). Dimana sebelumnya tugas ini diamanatkan kepada Pusat Data dan Informasi, kemudian beralih kepada Deputi Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan, terutama di bidang Pengembangan Teknologi dan Informasi.

Dalam kunjungan kali ini juga dibahas tentang rencana diklat yang akan diselenggarakan Kemenpar. Dijelaskan oleh Sri Lestari Munajati, Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama PPPKS BIG, bahwa jika ingin mengadakan diklat, Kemenpar dapat melihat berbagai macam diklat melalui website BIG kemudian menyampaikan maksud diklat apa yang ingin dilaksanakan.  BIG sangat terbuka untuk berbagai macam diklat geospasial yang akan dilakukan, bisa dikerjakan secara swakelola oleh Kemenpar, atau melalui PNBP BIG.  Lestari juga menyampaikan Buku Panduan Diklat Geospasial yang diselenggarakan BIG, sebagai pedoman pelaksanaan diklat. Dalam kunjungan ini juga membahas tentang adanya rencana kerja sama dengan menyusun MoU antara Kemenpar dan BIG yang berguna sebagai payung hukum untuk kegiatan kerja sama antar kedua belah pihak ke depannya. (CP/LR/TR)