Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Janji Allah Pasti Benar Terhadap Hamba-Nya

Cibinong, Berita Geospasial - Rabu, 14 Juni 2017, Ustadz Hasan Basri mengisi Kultum Ramadhan di Masjid Al-Idrisi BIG. Beliau menyampaikan ceramah dengan topik “Mengambil Hikmah dan Pelajaran dari Surat Luqman: 33”. Ustadz Hasan Basri menyampaikan dalam ceramahnya bahwa Allah SWT berfirman “Wahai manusia bertaqwalah kalian kepada Allah SWT. Dan patutlah kalian takut merasa khawatir dengan suatu hari, dimana pada hari itu yaitu hari kiamat, seorang ayah tidak akan bisa memberi manfaat kepada anaknya, dan seorang anak tidak dapat memberi manfaat atau menolong ayahnya sedikitpun. Janji Allah adalah pasti benar, pasti terlaksana, pasti terjadi. Maka janganlah kalian menikmati tipu daya oleh kehidupan dunia dan janganlah pula kalian dilemahkan, ditipu, dan diperdaya oleh para penipu oleh iblis dan bala tentaranya yaitu syaitan”.

Ada 4 pelajaran penting yang perlu ditengahkan dari ayat ini. Pelajaran yang pertama, Allah SWT menjelaskan bahwa manusia yang sebenar-benarnya manusia, adalah mereka yang bertaqwa kepada Allah SWT, sebagaimana kala manusia tidak bertaqwa kepada Allah SWT meskipun lahiriah adalah manusia tapi derajatnya bisa lebih hina dari binatang. Sebagaimana didefinisikan oleh para ulama, segala upaya kita melakukan segala perintah Allah SWT, dan segala upaya kita meninggalkan larangannya. Kalau kita menggunakan pendekatan hukum dalam ilmu fiqih, kita kenal ada lima hukum yakni wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram. Maka orang yang bertaqwa kepada Allah SWT, semua amalan yang hukumnya adalah wajib akan dilaksanakan dan disempurnakan.

Semua perkara yang sunnah, maka mereka akan memperbanyaknya. Dan untuk hal yang hukumnya mubah mereka akan berusaha mengurangi, sebab mereka ingin semua amalan yang dilakukan akan selalu bernilai akhirat. Kemudian, perkara yang makruh, yang dibenci, mereka berupaya untuk menghindari. Dan perkara yang haram, mereka wajib untuk meninggalkannya. Dan jika terjatuh, maka mereka akan segera bertaubat kepada Allah SWT. Tidak mau larut, berlama-lama dalam perkara yang hukumnya adalah haram. Taqwa merupakan implementasi atau realisasi dari doa yang selalu kita minta. Dalam hal manusia menjalankan beragam aktivitasnya di dunia ini, Allah mengelompokkan manusia menjadi 2 kelompok, yaitu 1, mereka yang di dalam menjalankan aktifitas dunia orientasi hidupnya adalah dunia, rela melakukan maksiat dan meninggalkan ibadah demi hasil dunia, maka mereka adalah orang-orang yang merugi karena di akhirat akan menderita dan sengsara. Lalu kelompok kedua, adalah mereka yang selalu berdoa dan selalu mengikatkan dirinya dengan tali Allah SWT, mereka tidak akan sesat dan akan beruntung dunia dan akhirat.

Pelajaran kedua adalah bahwa di akhirat nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas kenikmatan yang telah kita rasakan di dunia ini. Pelajaran ketiga yang perlu kita semua ketahui, yaitu jika kita ingin kembali kepada Allah SWT dengan hati yang selamat, sehingga kita dijamin oleh Allah mendapatkan surganya dan diberikan kemudahan pada saat melewati siratal mustaqim, maka hendaknya ketika kita masih diberikan kesempatan hidup di dunia, kita mewaspadai 2 hal, sebab 2 hal inilah yang akan mengotori jiwa kita manakala kita tidak waspada terhadapnya; yaitu kehidupan duniawi yang memperdaya, dan tipu muslihat iblis dan bala tentara syaitan. Pelajaran terakhir, yang bisa kita petik adalah bahwa ada 2 kekuatan yang kita butuhkan untuk menghindari godaan iblis dan syaitan, yaitu sabar dan ilmu. Manakala dua kekuatan ini kita miliki, maka kita bisa menjadi orang- orang terpilih untuk memimpin dan memberikan penerangan serta manfaat bagi umat muslim.

Ceramah ini disampaikan Ustadz Hasan Basri dalam kultum ini merupakan kultum terakhir dari rangkaian acara Ramadhan 1438 H yang diselenggarakan oleh BIG selama Bulan Ramadhan. Semoga amalan Ramadhan kita diterima oleh Allah dan masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan yang akan datang. Amiin. (NU/ME/TR)