Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

INILAH FINALIS KOMPETISI PEAT PRIZE

Indonesia memiliki luas lahan gambut terbesar ke-4 sedunia,  lahan gambut terdapat di Sumatera, Kalimantan dan Papua. Gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk; oleh sebab itu, kandungan bahan organiknya tinggi. Tanah yang terutama terbentuk di lahan-lahan basah ini disebut dalam bahasa Inggris sebagai peat. Lahan gambut mengandung karbon yang menumpuk selama ribuan tahun dan mencegah lepasnya karbon tersebut ke udara sangat penting bagi bumi dan masyarakat lokal. Sebagai bahan organik, gambut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Kita semua harus melindungi dan mengelola lahan gambut secara lestari jika kita tahu dimana gambut tersebut berada dan kedalamannya.  

Terkait dengan lahan gambut Badan Informasi Geospasial (BIG) yang didukung oleh David and Lucile Packard Foundation serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan sebuah kompetisi yang disebut Indonesia Peat Prize, suatu kompetisi yang ambisius dan kolaboratif untuk menemukan metode pemetaan lahan gambut yang paling akurat, cepat dan terjangkau. Peluncuran kegiatan  Indonesia Peat Prize dimulai pada 2 Februari 2016 oleh Kepala BIG, Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z Abidin, M.Sc. Eng.

Jadwalnya pada Februari - Mei 2016 penerimaan aplikasi peserta sejumlah 44 tim dari 10 Negara, dan pada Mei - Juni 2016 dilakukan penjurian dan pemilihan 11 Tim untuk maju ke tahap pengembangan solusi. Selanjutnya pada Juni 2016 - Juni 2017 tahap pengembangan solusi dimana peserta menguji coba metodenya di Bengkalis. Riau. Pada Juli 2017 penjurian dan pemilihan 5 finalis untuk maju ke tahap pengembangan dan uji coba. Terakhir jadwal final pada Juli - Desember 2017 tahap pengembangan dan uji coba final dimana peserta melakukan uji coba metode di Kubu Raya Kalimantan Barat. Pada Januari 2018, Penjurian dan penentuan pemenang, dan pada 2 Februari 2018 dilakukan Pengumuman Pemenang. Selanjutnya pada bulan Februari - Desember 2018 BIG memproses standardisasi metode pemenang untuk memperbaiki Standar Nasional Indonesia untuk pemetaan gambut skala 1 : 50.000.

Pada  Kamis, 25 Januari 2018 dilakukan paparan oleh 5 finalis Indonesia Peat Prize dihadapan para Jurnalis atau Pers. 5 Finalis telah dipilih dan finalis saat ini tengah menyempurnakan metode mereka untuk diserahkan kepada juri kompetisi. Kelima finalis tersebut adalah  sebagai berikut :

 

  1.  Tim 1 International Peat Mapping Team (IPMT) terdiri dari Remote Sensing Solutions GmbH (RSS), Badan Pengkajian dam Penerapan Teknologi (BPPT) dan Universitas Sri Wijaya.
  2. Tim 2 PT.EXSA International, Intermap Technologies Corporation dan Forest inform pty ltd.
  3. Tim 3 Deltares dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
  4. Tim 4 DAG4 Peat dan Sky Team  terdiri dari Duke University, Standford University dan Universitas tanjung pura
  5. Tim 5 Applied Geosolutions, LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).