Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Informasi Massal Dari Media Sosial

Cibinong, Berita Geospasial - Lebih dari lima puluh persen atau sekitar seratus tiga puluh dua juta masyarakat di Indonesia adalah pengguna aktif internet, tidak dapat dipungkiri bahwa internet membuat arus informasi menyebar secara cepat dan citra suatu institusi pun akan terbentuk, Selain itu media sosial memiliki dampak yang sangat kuat terkait penggiringan opini masyarakat, demikian dikatakan Sekretaris Dinas Pembinaan Potensi Dirgantara (Dispotdirga), Kolonel (Pnb) Agung Sasongko Jati pada diskusi dan paparan terkait pelatihan media sosial on line di Kantor Badan Informasi Geospasial, Jum’at 21 September 2018. Agung Sasongko merupakan penerbang yang kerap disapa “Sharky”  merupakan salahsatu tim ahli media sosial TNI-AU yang terkenal dengan twit “gaul” dan kekinian.

Pada lanjutan paparannya, Agung Sasongko mengatakan, opini dibentuk dari informasi yang diterima dan dicerna lalu digambarkan oleh seseorang, hal itu sangat kuat dipengaruhi oleh media sosial. Selain pembentukan opini media sosial sangat efektif sebagai alat untuk menyebarkakan informasi secara masssal kepada masyarakat. Instrumen kekuatan nasional itu terbagi menjadi empat kekuatan yaitu kekuatan militer, ekonomim diplomasi serta informasi, informasi ini dapat kita bentuk melalui media sosisal, demikian papar pria lulusan US Air War College Amerika Serikat itu..

Kegiatan pelatihan  dan diskusi tentang media sosial online yang diselenggarkan BIG melalui Pusat Penelitian, Promosi dan Kerjasam ini selain menghadirkan pakar sosmed TNI AU juga menghadirkan pakar media dari Metro TV News. Kegiatan yang dihadiri oleh peserta dari perwakilan Pusat/Biro dilingkungan BIG ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang media sosial terkini. Kegiatan ini meruapakan rangkaian lanjutan dari beberapa pelatihan penulisan yang telah dilakukan BIG sebelumnya yang menghadirkan para narasumber professional dan kredibel. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini peserta mampu meningkatkan kualitas publikasi informasi dilingkungan Badan Informasi Geospasial. (AR/YI)