Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Informasi Geospasial hadir di acara expo Temu Karya Nasional, TEknologi Tepat Guna dan PinDesKel 2018

Badung, berita geospasial – Bertempat di area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Badan Informasi Geospasial (BIG) hadir dalam acara pameran yang dilaksanakan dalam rangka Temu Karya Nasional (TKN), Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX, dan Pekan Inovasi dan Perkembangan Desa (PINDesKel) tahun 2018 yang diadakan mulai tanggal 19 sampai dengan 21 Oktober 2018.

Kegiatan Temu Karya Nasional ini merupakan sebuah wadah untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para juara lomba desa dan kelurahan di seluruh Indonesia sebagai upaya strategis dalam penyebaran dan pemerataan informasi mengenai berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh desa/kelurahan di seluruh wilayah Indonesia kepada masyarakat dalam bidang pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan dengan sasaran tercapainya masyarakat desa/kelurahan yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Sementara itu, gelaran expo Teknologi Tepat Guna yang pada tahun 2018 ini merupakan kegiatan yang ke dua puluh kalinya, merupakan kegiatan expo yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi berbagai teknologi yang dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat, juga sebagai forum untuk menggali berbagai gagasan dalam rangka penyusunan kebijakan dan pengembangan teknologi tepat guna bagi pemberdayaan masyarakat dimasa kini dan masa mendatang.

Dalam kegiatan expo ini, BIG hadir dengan menampilkan berbagai informasi terkini terkait Informasi Geospasial (IG ) dalam bentuk infografis berupa poster. Selain sajian infografis juga ditampilkan produk lain berupa buku dan peta serta majalah, juga berbagai capaian program kerja yang telah diraih oleh BIG hingga tahun 2018 ini. Informasi-informasi tersebut dihadirkan dengan mendatangkan para penjaga stand yang juga merupakan pegawai BIG yang sudah berpengalaman dalam bidang layanan IG.

Informasi tentang IG yang dikemas dalam bentuk infografis ditampilkan secara tematis dan eye-catching, harapannya masyarakat umum yang tidak secara langsung bersinggungan dengan IG dapat dengan mudah memahami informasi yang disajikan, sehingga info-info yang awalnya bermuatan sangat teknis dari berbagai pekerjaan yang dilakukan oleh BIG bisa diserap secara mudah oleh sembarang orang yang berkunjung ke stand BIG.

Adapun Infografis yang disajikan kepada masyarakat terdiri dari informasi tentang layanan geospasial BIG, dimana mendapatkannya, seperti apa prosedurnya, dan jalur/media komunikasi apa saja yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasinya. Selain tentang layanan, pada stand BIG juga ditampilkan informasi tentang aplikasi Ina-Geoportal yang bisa diakses mudah oleh publik melalui alamat website www.tanahair.indonesia.go.id. Selain Ina-Geoportal ditampilkan juga informasi tentang aplikasi peta kita yang berbasis mobile-application ber-OS Android. Aplikasi peta-kita ini adalah sebuah aplikasi pemetaan secara partisipasi yang bisa dilakukan oleh semua orang sepanjang yang bersangkutan bergabung dan menjadi user dari aplikasi peta-kita. Untuk mendapatkan aplikasi peta-kita, publik bisa mendownload aplikasi peta-kita di play-store pada perangkat smartphonenya masing-masing.

Sementara untuk informasi terkait desa, BIG menyajikan infografis tentang pemetaan batas wilayah yang salah satunya adalah tentang batas wilayah desa, dimana dari sisi bisnis proses pemetaan batas administrasinya, kegiatan yang pertama dilakukan adalah melakukan pelacakan batas desa secara kartometrik, dilanjutkan sampai dengan penegasan hingga kemudian sampai pada proses pembaruan batas desa internal dalam satu kabupaten.

Selain informasi-informasi di atas, tak ketinggalan ditampilkan juga informasi tentang peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) edisi tahun 2017. Ikut ditampilkannya peta NKRI ini guna memperlihatkan secara utuh seperti apa wilayah geografis negara kita yang terdiri dari beribu-ribu pulau ini, sehingga semua lapisan masyarakat bisa mengetahui bahwa wilayah Indonesia itu ternyata lebih besar kawasan lautannya dibanding dengan daratannya, sehingga diharapkan kedepannya mereka bisa lebih memanfaatkan berbagai kekayaan yang ada dilautan untuk sebesar-besarnya dimanfaatkan guna kesejahteraan rakyat Indonesia. (DA/AS)