Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Ibu - Penentu Kualitas Generasi Penerus Bangsa

Cibinong, Berita Geospasial BIG – Peran seorang ibu menentukan kualitas generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.Seorang ibu adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, selayaknya seorang ibu memiliki pengetahuan dan perencanaan yang baik dalam pola pengasuhan anak-anaknya.

Untuk itulah  Dharma Wanita Persatuan (DWP) bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Idrisi Badan Informasi Geospasial (BIG), menyelenggarakan Seminar Kemuslimahan dengan tema “Membina Muslimah menjadi Generasi Unggul Berkarakter dan Berakhlak Mulia Menuju Kemandirian  Bangsa”.  Seminar yang menghadirkan pembicara  Dra. Wirianingsih, Bc.Hk, M.Si. ini, dihadiri oleh segenap karyawati muslimahdan DWP BIG, serta karyawati dari kantor di sekitar lingkungan BIG. Seminar yang diselenggarakan pada Jumat siang, 5 Juni 2015 ini menjadikan Aula Utama BIG tampak semarak dengan para muslimah yang berkerudung warna-warni.

Dalam sambutannya Ketua DWP BIG, Trini Hastuti sangat bersyukur dapat menghadirkan pembicara seorang ibu dari 11 anak penghafal Al Qur’an yang tidak hanya sukses dalam mendidik anak-anaknya namun juga mempunyai banyak aktivitas yang cukup banyak di luar rumah.  Sementara ituDKM Al Idrisi, Enjang Faridl mengatakan bahwa ibu adalah tiang negara, baik-buruknya negara tergantung pada akhlak para ibu.

Lebih jauh fungsi seorang ibu yang disampaikan oleh Wirianingsihdalam paparannya yang bertajuk “Wanita Muslimah” dikatakan bahwa seorang muslimah mempunyai banyak peran baik secara pribadi maupun sosial, yaitu sebagai hamba Allah, anak, istri, ibu dan anggota masyarakat. Sebagai hamba Allah, seorang muslimah hendaknya menjadi orang yang bertakwa agar menjadi orang yang beruntung. Sebagai anak seorang muslimah hendaknya menjadi anak yang shalihah, yang selalu menegakkan sholat. Muslimah yang baik adalah istri yang taat pada suami. Dia juga seorang Ibu yang menjadi tempat sekolah utama bagi anak-anaknya. Di masyarakat, seorang muslimah baik kepada tetangga dan peduli dengan kebaikan, selain dia juga bisa mempunyai banyak peran sosial, politik, budaya dan sebagainya. Terkait dengan peran muslimah ini Wirianingsih menekankan bahwa “manusia yang paling dicintai Allah adalah yang memberikan manfaat buat orang lain”.

Berbicara mengenai pengasuhan anak, Wirianingsih mengatakan bahwa sangat penting menghidupkan suasana keagamaan dalam rumah dan keluarga. Selain itu, penting juga mencari lingkungan tempat tinggal yang baik, dan mencari teman dan sahabat yang baik untuk diri, anak-anak dan keluarga. Beliau juga berpesan untuk menjadikan rumah sebagai sekolah yang memiliki tujuan dan kurikulum. Rumah sebagai perpustakaan tempat menimba ilmu dan pengalaman berharga dan menjadikan keluarga sebagai tempat kembali yang menyenangkan, saling mengingatkan dan saling mengisi jiwa. Sebagai penutup Wirianingsih menyampaikan bahwa meningkatkan ilmu dan kapasitas adalah bekal yang baik di dunia agar hidup lebih bermakna. Mahir terhadap Al Qur’an, menguasai beberapa bahasa asing, dan matematika serta memiliki ketrampilan dasar adalah contoh dasar bekal yang baik agar hidup berkualitas. (SH/TR)