Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Diklat Aplikasi GPS untuk Pemetaan, Membentuk Duta IG di Daerah

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Pendidikan dan pelatihan geospasial sangat diperlukan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang geospasial. Setiap jenis diklat yang dilaksanakan oleh BIG kepada pemerintah daerah, diharapkan dapat meningkatkan SDM Daerah di bidang informasi geospasial sehingga dapat menjadi Duta Informasi Geospasial di Daerah.  Salah satu diklat kali ini adalah Diklat Aplikasi GPS untuk Pemetaan. 

Demikian disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama Wiwin Ambarwuan pada pembukaan Diklat Aplikasi GPS untuk Pemetaan yang diselenggarakan  pada 18 Mei 2015 di Balai Diklat Geospasial BIG. Diklat yang dilaksanakan pada periode 18-22 Mei 2015 ini diikuti oleh 10 (sepuluh) peserta  dari Kota Ambon, Kota Batam dan Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. Lebih jauh Wiwin menyampaikan bahwa Diklat Aplikasi GPS untuk Pemetaan yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari ini dapat berjalan cepat, apalagi jika sudah belajar software. Ini karena pelatihannya terdiri dari 30% teori dan 70%-nya praktik.

Wiwin juga berpesan agar para peserta diklat proaktif dalam mengikuti pelatihan ini, sehingga peserta banyak menyerap ilmu dari para widyaiswara yang mengajar nanti. Para peserta agar bisa saling melengkapi. Tepat sekali jika pesertanya minimal 2 (dua) orang dari tiap daerah. Karena jika ada yang masih belum faham betul, misalnya masing-masing peserta bisa menyerap 70 % pelajaran dan berbeda, bisa saling berbagi pengetahuan. "Masalah yang sering terjadi di daerah adalah seringnya terjadi rotasi SDM, sehingga SDM yang mempunyai tanggung jawab untuk pengelolaan informasi geospasial sering berganti" ungkap Wiwin. Ditambah lagi SDM yang paham IG di daerah belum banyak.

Sebelumnya Kepala Balai Diklat Geospasial BIG, Yovita Ani Istiati melaporkan bahwa Diklat Aplikasi GPS untuk Pemetaan diadakan untuk membekali peserta dengan pengetahuan keterampilan dan pemanfaatan teknologi GPS untuk pemetaan. "Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta mampu untuk menjelaskan prinsip dasar penentuan posisi dengan teknologi GPS. Ditambah bisa melakukan pengukuran dengan teknologi GPS serta mengolah dan menyajikan data hasil pengukuran GPS", jelas Yovita. Pada pelatihan ini, para peserta akan mendapatkan materi berupa: sistem koordinat dan proyeksi peta, pengantar teknologi pemetaan, penentuan posisi dengan GPS, praktikum penggunaan alat GPS navigasi dan mapping, pengolahan data GPS, aplikasi SIG, dan penggambaran peta, tambah Yovita.

Seperti lazimnya, acara pembukaan diklat dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Sejumlah pejabat struktural BIG, Widyaiswara dan para peserta diklat berfoto di depan Gedung Balai Diklat Geospasial.  Tentunya, ini menjadi bukti bahwa para peserta dari sejumlah daerah di negeri ini mengikuti diklat di BIG. Nantinya ilmu yang telah didapatkan selama diklat dapat diaplikasikan dalam pekerjaan. (ATM/LR/TR)