Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Diklat Aplikasi GPS Membangun SDM Informasi Geospasial yang Unggul dan Profesional

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG), salah satu tugas utama Badan Informasi Geospasial BIG yakni pembinaan IG di Indonesia, termasuk di dalamnya terkait sumber daya manusia. BIG memiliki Balai Pendidikan dan Pelatihan Geospasial yang bertugas menyelenggarakan pembinaan dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia di bidang informasi geospasial  melalui serangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan, baik internal maupun yang berasal dari instansi pemerintah lainnya yang terkait dengan kegiatan informasi geospasial, baik tingkat pusat maupun daerah.

Adalah Senin, 11 April 2016, BIG menyelenggarakan pembukaan Diklat Aplikasi GPS untuk Pemetaan yang bertempat di Balai Diklat Geospasial. Acara ini dibuka dengan pemaparan laporan pelaksanaan diklat oleh Kepala Balai Diklat Geospasial Yovita Ani Istiati. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa sumber dana untuk pelaksanaan diklat tersebut dibiayai oleh instansi masing-masing melalui pendanaan  PNBP sesuai PP Tarif PNBP No. 64/2014. Peserta pelatihan ini berjumlah 11 orang dengan asal dari Pemerintah Kabupaten Kapuas.

Yovita Ani Istiati pun menambahkan bahwa Diklat Aplikasi GPS sangatlah berguna untuk meningkatkan kompetensi para peserta diklat jika diikuti secara serius. Pada Diklat Aplikasi GPS ini peserta akan diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan GPS untuk pemetaan. Dengan begitu diharapkan peserta mampu melakukan pengukuran dengan teknologi GPS, mengolah dan menyajikan data hasil pengukuran GPS.

Pada sambutannya, Kepala Badan Informasi Geospasial, Priyadi Kardono menuturkan diklat Aplikasi GPS ini merupakan diklat tahap kedua bagi Aparatur Pemerintah Kabupaten Kapuas, artinya bahwa pemerintah daerah dalam hal ini Kabupaten Kapuas memiliki keinginan yang kuat dalam meningkatkan kemampuan SDM di bidang Pemetaan, khususnya penggunaan GPS dan aplikasinya. Kini sudah memasuki era tahun MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), pasar tenaga kerja akan diserbu tenaga-tenaga profesional dari negara-negara ASEAN. Di bidang SDM kita juga harus siap bersaing lebih ketat. Kuncinya SDM harus unggul dan profesional, sehingga dapat bersaing secara fair dan positif, salah satu cara adalah meningkatkan kompetensi SDM-nya melalui diklat ini. "Saya  berharap diklat ini dapat meningkatkan kompetensi bapak/ibu di bidang informasi geospasial sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional" pungkas Priyadi.

Kepala BIG juga berpesan agar mengikuti rangkaian diklat ini dengan semangat dan professional, sebab tanpa semangat dan kemauan untuk belajar kegiatan ini akan menjadi kurang bermanfaat. Setelah itu, Priyadi membuka acara Diklat Aplikasi GPS untuk Pemetaan secara resmi. Acara tersebut ditutup dengan penyematan tanda pengenal kepada beberapa peserta sebagai perwakilan peserta pelatihan dan foto bersama di depan gedung Balai Diklat Geospasial. (RB/TR)