Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Dibutuhkan: Partisipasi Masyarakat dalam Pemetaan

Berita Geospasial, Trenggalek - Luasnya Negara Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam bidang pemetaan. Mengingat panjangnya proses pemetaan, untuk menjaga aktualitas sebuah peta, dibutuhkan peran serta masyarakat dalam proses tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PKLP) Badan Informasi Geospasial (BIG), Muhtadi Ganda Sutrisna saat menyampaikan paparan dalam kegiatan Diseminasi Informasi Geospasial di kantor Kelurahan Sumbergedong, Kabupaten Trenggalek, pada 8 Mei 2018.

“Kalau diilustrasikan Sabang ditaruh di London, Merauke itu ada di Baghdad. Nah kalau yang utara di Jerman, Selatannya, pulau Rote itu sudah sampai Aljazair. Itu luasnya Negara Indonesia. Jadi kalau dibandingkan dengan Negara lain, kenapa peta Singapura, atau Brunei sudah selesai, karena luasannya kecil dan itu mudah”, ujar Ganda menjelaskan luasan Indonesia dibandingkan negara lain dalam peta dunia.

Tantangannya tidak berhenti di situ, proses pemetaan yang panjang membuat hasil pemetaan kadangkala berkurang nilai aktualitasnya. Untuk itu, Ganda mengisyaratkan perlunya partisipatory mapping.

“Kami ini membuat peta itu kadang ketinggalan. Saya motret tahun ini, dan dipetakan jadinya tahun berikutnya. Peran serta masyarakat diperlukan kalau ada informasi yang kurang pada peta yang diterima, jangan diubah sendiri, tapi disampaikan kepada badan yang memiliki kewenangan. Jalur berpikirnya seperti itu”, terang Ganda.

Berkenaan dengan partisipatory mapping, BIG telah memiliki wadah yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat bernama Aplikasi Petakita. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk membuat dan menyediakan data dan informasi geospasial dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses penambahan, pengubahan, maupun verifikasi informasi geospasial. Aplikasi tersebut dapat diakses melalui alamat https://petakita.big.go.id.

Selain itu, Ganda meminta masyarakat untuk turut membantu menjaga aset infrastruktur informasi geospasia, seperti stasiun CORS dan stasiun pasang surut yang tersebar di seluruh wilayah nusantara.  Dikarenakan keberadaan aset tersebut sangat berperan dalam menunjang penyelenggaraan informasi geospasial.

Kegiatan Diseminasi Informasi Geospasial diikuti oleh 79 peserta yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Anggota Komisi VII DPR Rofi Munawar yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menyambut baik terselenggaranya kegiatan diseminasi ini di Kabupaten Trenggalek. “Diseminasi ini merupakan lanjutan dari kegiatan tiga bulan lalu yang diadakan di Pantai Prigi tentang potensi dalam laut. Khusus bagi nelayan, tema besarnya adalah Informasi Geospasial untuk mendukung kepastian investasi di bidang kelautan,” tutur Rofi. (AFN/LR)