Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Dewan Kemakmuran Masjid BIG Adakan Sanlat 1438 H

Cibinong, Berita Geospasial - Anak adalah generasi penerus peradaban manusia yang Allah titipkan kepada setiap orang tua untuk dididiknya. Pendidikan yang yang benar mutlak diperlukan sebagai bekal bagi anak-anak untuk menghadapi hari esok yang penuh tantangan, Apalagi pada era globalisasi yang sedemikian cepat. Salah-salah, jika fondasi dan bekal pendidikan anak tidak cukup, tergeruslah generasi muda dengan efek negatif perubahan zaman.

Karena perubahan itu ibarat senjata, jika bisa mengendalikannya maka beruntunglah dia, demikian juga sebaliknya. Makanya, pendidikan keislaman dipilih oleh banyak generasi sekarang untuk mendidik anak-anak mereka. Harapannya tentu agar anak-anak mereka menjadi generasi secara perilaku mulia, juga secara keahlian pendukung hidup berupa teknologi serta ilmu pengetahuan lainnya bisa dikuasai.

Inilah yang menginspirasi pihak DKM Al Idrisi Badan Informasi Geospasial  (BIG) untuk mengadakan Pesantren Kilat (Sanlat) yang diadakan pada Kamis-Jumat 15-16 Juni 2017 di Kantor BIG di Cibinong. Acara ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pegawai BIG yang notabene merupakan pasangan muda yang punya anak masih sekolah dasar sampai tingkatan menengah. Untuk mengisi Bulan Ramadhan 1438 H yang penuh berkah ini, Sanlat diadakan untuk mendidik anak-anak pegawai BIG dengan pendidikan Islam, selain supaya mereka bisa lebih mengetahui tempat kerja orang tuanya juga supaya anak-anak itu saling mengenal.

Pada sambutan pembukaannya Kepala BIG, Prof. Hasanuddin Z. Abidin. menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan penuh kebaikan. “Dulu waktu bapak masih kecil ketika di Aceh, Bulan Puasa itu banyak diisi dengan kegiatan di Meunasah. Meunasah ini kalo sebutan disini adalah Mushola. Di Meunasah, belajar ngaji, sholat dan lain sebagainya. Siangnya, ke sawah dan kadang ke sungai memandikan kerbau. Ini menjadi sangat berkesan. Untuk peserta sanlat di BIG, bisa menginap di kantor misalkan, dan ada acara kunjungan ke lapangan liat kerbau misalkan”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Hasan menyebutkan bahwa acara Sanlat di BIG merupakan acara yang positif. Sekalian ikut orang tua ke kantor, tapi dengan tujuan yang berbeda. Prof. Hasan menyebutkan bahwa dirinya masih ingat pesan bapaknya bahwa jika mau kaya, maka harus banyak memberi. Nah, di bulan Ramadhan yang penuh kebaikan ini, Allah akan melipatgandakan setiap amal kebaikan. Jadi banyaklah sedekah supaya hartanya tambah berkah.

Sebelumnya, Ketua DKM Al Idrisi BIG, Enjang Faridl, dalam sambutannya menyebutkan bahwa acara Sanlat di BIG tahun 2017 ini awalnya ragu-ragu untuk diadakan, mengingat sedang ada renovasi masjid dan lain sebagainya. Namun karena dorongan dari panitia dan orang tua, akhirnya terlaksana juga. Sampai saat ini, total peserta sanlat sekitar 50 orang.

“Latar belakang diadakannya acara ini adalah liburan sekolah. Jadi, acara sanlat ini diadakan untuk mengisi liburan dengan hal-hal yang bermanfaat, terutama dengan nilai-nilai keislaman. Pemilihan di Bulan Ramadhan karena waktunya sangat kondusif karena kesibukan  agak longgar. Kendalanya,  lokasi hanya dilakukan di lingkungan Kantor BIG saja tidak bisa ke luar lingkungan Kantor BIG.”, ungkap faridl.

Materi pertama, anak-anak mendapat mendapatkan materi keislaman dari Kang Didin, Tukang Pencerita Dongeng dari Bogor yang mengajak anak-anak untuk mencintai Islam lewat cara yang unik dan menarik. Selain itu, anak-anak peserta Sanlat belajar tata cara sholat, menghafal Qur’an dan lain sebagainya yang dipandu oleh 6 (enam) mentor berpengalaman yang notabene berasal dari luar BIG. Keceriaan tampak di i wajah anak-anak para peserta sanlat selama mengikuti materi yang diberikan. Apalagi selain materi juga ada permainan serta pemberian banyak hadiah. Itu semua membuat mereka semakin semangat mengikuti sanlat.

Ada yang menarik adalah ketika anak-anak dikenalkan dengan drone terlihat sumringah melihat bagaimana drone beroperasi. Upaya mereka untuk mengejar drone terdokumentasi dengan untuk menjadi kenangan mereka di masa datang. Di balik lelah, lapar dan dahaga anak-anak peserta sanlat itu, tersirat rasa senang mereka mengikuti rangkaian acara sanlat. Walaupun acara sanlat ini benar-benar singkat, hanya 2 (dua) hari, banyak hikmah yang mereka pelajari yaitu silaturahmi, saling peduli serta saling berbagi.(ATM/TR)