Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Desain Grafis Dan Video Untuk Kebutuhan Teknologi Informasi BadanInformasi Geospasial

Kamis, 5 Juli 2018, bertempat di Renotel Sentul BIG menggelar Focus Group Discussion dan Pelatihan Infografis dan Videografis dengan menghadiri narasumber Ridho Robby, Motion Graphics Designer Trans7

Membuka kegiatan ini, Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama, Wiwin Ambarwulan menyampaikan bahwa Badan Informasi Geospasial dulunya bernama Bakosurtanal. Pelatihan ini memiliki tujuan untuk mengedukasi pegawai BIG untuk mengemas informasi dan data Geospasial yang menarik sehingga informasi dapat tersampaikan ke masyarakat dengan mudah. Penggunaan desain sebagai cara mengedukasi masyarakat tentang data dan informasi Geospasial baru berkembang di Pusat PPKS. Perkembangannya terkadang tidak secepat diinstansi lain. Tujuannya diadakan kegiatan ini agar media sosial BIG bisa berkembang seperta diinstansi lain. Hasil dari desain ini akan dipublikasikan ke media sosial BIG, sebab masyarakat kini ingin memperoleh data dan informasi secara cepat dan menarik  di internet. Medsos yang ada di BIG antara lain Facebook (sejak 2011), Twitter (materi yang disampaikan masih kurang menarik), Youtube, Instagram (sejak 2016). Dari kajian ini hasilnya diharapkan bisa mengembangkan kepentingan informasi publik dari BIG.

Infografik adalah grafis berisi data dan informasi yang dikemas secara ringkas dan informatif. Tujuan dari infografik ini menyampaikan data dan informasi ke dalam visual yang ringkas dan menarik.

Data dan informasi yang disampaikan dengan cara infografik, sebaiknya mengandung teks yang sedikit, menggunakan bahasa yang ringan, fakta numerik dan dapat disertain kata mutiara/quotes.

Dalam pemilihan warna terkadang bagi pemula memilih untuk menggunakan kontras yang terang, warna cerah dan memilih banyak warna. Namun warna yang terlalu terang dan perpaduan yang kurang tepat dapat menyakiti pandangan mata sehingga dalam membacanya mudah lelah. Untuk itu, Ridho menyarankan untuk memadukan hanya tiga warna palet.

Perlu diingat bahwa pesan tidak selalu dalam bentuk kata-kata statis. Namun juga dapat berupa desain tipografi sehingga pesan lebih praktis dan menarik untuk dibaca. Dalam tipografi gunakan font yang mudah dibaca, dengan memperhatikan hirarki baca. Selain itu dapat menggunakan jenis font yang banyak jenisnya sehingga ketebalan dapat dipilih sedetil mungkin.

Dalam membuat infografik, gunakan aplikasi desain grafis yang nyaman. Kenyamanan ini tergantung dari masing-masing desainer. Aplikasi seperti Microsoft Power Point pun juga dapat membuat infografik dan videografis. Aplikasi yang umum digunakan untuk ini adalah Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Adobe InDesign, dan Corel Draw.

Kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Videografis. Berbeda dengan Infografis, videografis menegaskan perlunya mengetahui ilmu videografi sebelum memulai menyuting sebuah video atau video editing.

Penyuntingan video atau video editing, adalah proses menyusun cerita dari gambar yang sudah diambil. Seorang video editor bisa disebut sebagai sutradara kedua karena penentuan cerita bergantung pada editing-nya.

Dalam menyusun editing, menggunakan metode EDFAT (Entire, Detail, Framing, Angle, dan Timing). Peliputan dokumentasi yang seringkali BIG lakukan, dapat menggunakan angle dan timing sebagai metode paling minimal untuk digunakan.

Video editing berkaitan dengan videografis, pengambilan gambar video dan berpikir penyusunan ceritanya. Mulai dari memahami jenis-jenis shot seperti extreme long shot, very long shot, long shot, medium long shot, mid shot, medium close up, close up, big close up, dan extreme close up. Sedangkan alur kerja editing adalah dimulai dari assembly > offline editing > online editing > dan diakhiri dengan export.

Hal yang dimaksud dengan offline editing adalah proses pemotongan gambar sesuai dengan cerita, berita, atau naskah. Seorang offline editor tidak mengerjakan keseluruhan video editing, namun online editor lah yang mengerjakan tahap setelah pemotongan kasar/rough cut dari offline editor.

Online editing adalah proses merapikan hasil pemotongan gambar dimulai dari pemberian transisi, pengolahan audio, penambahan grafis dan fine cutting. Komponen grafis dalam video editing terdiri dari OBB/CBB (Opening Bumper Break dan Closing Bumper Break) atau yang dimaksud dengan animasi singkat menggambarkan program. Selain itu ada yang dimaksud dengan endtag atau animasi logo program, lower third sebagai keterangan gambar di video serta credit title atau tampilan nama yang berkontribusi dalam produksi video.

Sedangkan transisi editing yang umum dipakai adalah seperti cut to yang dapat perpindahan pada waktu yang sama, kemudian dissolve yang menggambarkan perpindahan waktu dan fade to menggambarkan perpindahan waktu atau hari. Sedangkan light flash adalah transisi tambahan yang menggambarkan perpindahan grafis dari video ke foto.

Ridho memberikan tips untuk editing video yaitu seperti hindari perpindahan dengan shot yang sama, usahakan ikuti ketukan musik jika menyunting klip musik, dan jadilah memposisikan diri sebagai penonton awam ketikaa preview. (MEU)