Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Bridging The Generation Gap : Komunikasi Antar Generasi, Kunci Penguatan Organisasi

Badan Informasi Geospasial (BIG) merupakan sebuah instansi pemerintahan yang sudah tidak muda lagi. Dibentuk pada tanggal 17 Oktober 1969 melalui Keppres No. 63 tahun 1969, artinya sudah lebih dari 48 tahun BIG (sebelumnya bernama BAKOSURTANAL) mengabdi untuk negeri. Dalam kurun waktu yang tidak singkat tersebut, hingga saat BIG telah dipimpin oleh 7 Kepala/Ketua Badan.

Komposisi pegawai BIG pun tidak kalah berwarnanya, mulai dari pegawai yang mendekati usia pensiun, hingga yang baru lulus perguruan tinggi. Jika dikelompokkan berdasarkan tahun kelahirannya, pegawai BIG saat ini terdiri dari 3 generasi, yaitu :

Generasi Baby Boomers

Lahir Sebelum tahun 1965

Generasi X

Lahir Tahun 1966 - 1980

Generasi Y

Lahir Setelah tahun 1980

Tiap generasi memiliki karakteristik dan cara pandang yang berbeda dalam menanggapi suatu persoalan. Perbedaan tersebut tentunya berpotensi menimbulkan konflik di tempat kerja jika tidak ditangani dengan baik. Sebagai langkah awal, BIG mengadakan Workshop Budaya Organisasi  bertajuk “Bridging The Generation Gap : Komunikasi Antar Generasi, Kunci Penguatan Organisasi”. Sebagai fasilitator adalah Rene Suhardono dan Ricky Setiawan dari Impact Factory. Acara dilaksanakan pada 31 Oktober 2017 di Aula BIG (Gedung S Lt. 2) dan dihadiri sekitar 150 orang pegawai BIG yang mewakili 3 generasi seperti disebutkan diatas.

Menurut Rene, “Generation Gap is problem of stereotyping. Kita semua hidup di era yang sama, mengalami hal yang sama. Yang membedakan hanya saja cara pandang dan perspektif kita dalam melihat sesuatu”. Hal ini bisa diatasi dengan membangun komunikasi yang baik antar generasi.

Lebih lanjut Rene membeberkan perbedaan karakteristik tiap generasi. Generasi Baby Boomers terdiri dari pegawai yang sudah senior, lahir pada era dimana teknologi belum berkembang pesat seperti saat ini. Pada umumnya generasi Baby Boomers kurang piawai dalam memanfaatkan teknologi, berbeda dengan generasi X atau Y yang lahir setelahnya.

Diperlukan dua sisi untuk membangun sebuah jembatan. Selayaknya generasi yang lebih muda untuk memberikan kesempatan pada generasi yang lebih senior, untuk secara perlahan mempelajari teknologi baru yang bermanfaat dalam bekerja. Dan generasi yang lebih senior dapat menularkan pengalaman kerjanya kepada yang lebih junior jika mengalami suatu kendala. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang berjalan 2 arah.

Peserta sangat antusias dalam mengikuti workshop tersebut terbukti dari banyaknya jumlah peserta tetap tinggal di ruangan hingga acara usai. Semoga dengan terlaksananya acara ini dapat terjalin komunikasi yang lebih baik antar pegawai di lingkungan BIG. Sebagaimana semangat yang diusung oleh presiden RI ‘Kita tidak sama. Kita kerja sama’. Dan pada akhirnya gap antar generasi yang dirasakan bisa berkurang. (RD/LR)