Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Turut Serta dalam BUMDES EXPO 2017

Pembangunan desa telah dilaksanakan selama beberapa dekade di Indonesia. Bagaimanapun juga wilayah perkotaan selalu lebih bagus daripada wilayah perdesaan. Kemiskinan dan keterbelakangan selalu menjadi gambaran wajah perdesaan. Padahal daerah perdesaan memiliki berbagai potensi seperti: sumberdaya alam, pariwisata, budaya, pertanian, pertambangan, dan sebagainya, dimana secara umum belum dieksplor secara maksimal. Oleh karena itu, era pembangunan berkelanjutan, inovasi pembangunan desa berkesinambungan diperlukan untuk menyebarkan inovasi dalam pembangunan desa berkelanjutan di Indonesia.

Untuk itu maka diselenggarakan Rural Research and Planning Group (RRPG) dengan tema “Innovations of Rural Development for Implementing Sustainable Development Goals”  yang merupakan platform internasional untuk bertemu dan saling berhubungan antara para ahli dan praktisi di bidang perencanaan dan pembangunan desa untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, menemukan penelitian dan ide baru, serta menyelenggarakan kegiatan untuk kepentingan bersama. Bersamaan dengan seminar ini diselenggarakan pula BUMDES EXPO, dimana akan ada pameran terkait pembangunan desa, serta inovasi-inovasi yang mengarah pada pembangunan desa.

Dalam BUMDES EXPO, Badan Informasi Geospasial (BIG) ikut berpartisipasi salah satu kegiatan yang diikutinya yaitu dengan menyelenggarakan pameran geospasial. Pameran yang digelar di University Club (UC) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta ini menampilkan kurang lebih 6 peserta pameran yang menampilkan informasi terkait Pertanian dan Sumber Daya Manusia. Peserta pameran terdiri dari Pemerintah Daerah; Koperasi Daerah yang ada di Yogyakarta; Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemen-DPDTT); serta BIG.

Adapun Indonesia telah melalui banyak perubahan kebijakan sejak tahun 2015. Ada beberapa peraturan kebijakan yang telah disahkan, seperti terkair “Kebijakan Satu Peta”, “One Village One Product” yang penting dalam menempuh langkah yang digunakan untuk meningkatkan kualitas dari data spasial, kapasitas ekonomi di Indonesia dari kesatuan spasial yang rapat pada level desa.

Pendekatan satu desa satu produk atau sering dikenal dengan One village one product (OVOP) adalah salah satu strategi mencapai tujuan pembangunan daerah dan pedesaan. OVOP adalah Strategi dikembangkan dan diimplementasikan dengan memanfaatkan sumber daya lokal, baik alam maupun sumber daya manusia. Prinsip OVOP dilakukan melalui pendekatan pengembangan potensi wilayah di suatu daerah untuk menghasilkan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global.

Inovasi dalam pembangunan pedesaan di SDGs adalah menghasilkan One Person One Product (OPOP) dan One Village One Corporation (OVOC). Itu konsep revolusi mental pendidikan bagi masyarakat untuk berkembang dan melaksanakan pengembangan pedesaan berbasis produk dan koperasi. Fitur dan terobosan dalam mempercepat perkembangan sosial dan ekonomi di pedesaan.

Pada pameran ini BIG menampilkan Infografis tentang Informasi Geospasial Dasar (IGD) Pemetaan Skala Besar termasuk proses atau alur produksi IGD. Infografis berbagi pakai informasi Geospasial Ina-Geoportal, info grafis IGT termasuk One Map Pemetaan Multirawan Bencana Provinsi Aceh dan SIG Desa. Selain infografis tersebut juga ditampilkan buku-buku terkait informasi geospasial.

Pengunjung pameran selain peserta pameran tersebut, adalah mahasiswa dan para Peserta yang mengikuti Kegiatan Rural Research and Planning Group 2017. Pengunjung diberikan penjelasan mengenai tugas, fungsi BIG dan produk-produk BIG serta cara mendapatkan produk BIG. Selain itu pengunjung stan BIG mendapat produk BIG berupa Peta NKRI, Peta RBI, Buku dan majalah terkait IG serta produk lainnya. (YC/LR)