Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Terima Kunjungan dari Mahasiswa Fakultas Kehutanan IPB

Cibinong, Berita Geospasial - Pada 17 Juli 2017 Himpunan Profesi (Himpro) Manajemen Hutan IPB atau yang lebih dikenal dengan Forest Student Management Club (FSMC) melakukan kunjungan ke BIG. Kunjungan ini dilakukan sebagai salah satu program kerja dari FSMC. Kunjungan yang diikuti oleh 59 orang mahasiswa ini didampingi oleh satu orang dosen pembina Himpro, Nining Puspaningsih.

 “Maksud kedatangan kami datang ke BIG adalah untuk mengenal BIG lebih banyak” jelas Nining mengawali sambutannya. Kunjugan ini merupakan kunjungan pertama kalinya dari Mahasiswa Jurusan Manajemen Hutan IPB ke BIG. “Kunjungan ini diharapkan tidak hanya menunaikan program kerja dari Forest Student Management Club, tetapi juga bisa memberikan pengetahuan bagi para mahasiswa tentang tugas dan fungsi BIG, data apa saja yang ada di  BIG dan bagaimana cara mengakses data BIG tersebut”, tandas Nining.

Pada kunjungan ini Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama, Lestari Munajati berkesempatan hadir untuk menyambut para peserta. “BIG dulu bernama Bakosurtanal” jelas Lestari mengawali sambutannya. Kemudian dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 94 Tahun 2011 tentang Badan Informasi Geospasial, secara otomatis Bakosurtanal berganti nama menjadi BIG. Pergantian nama ini terntunya diikuti dengan tugas yang lebih banyak, terutama dalam penyelenggaraan informasi geospasial dasar (IGD). Pada sambutannya ini Lestari juga menjelaskan bahwa jika para mahasiswa membutuhkan data seperti peta rupabumi, peta lingkungan pantai, citra tegak resolusi tinggi dan data dasar lainnya, bisa mengirimkan surat permohonan kepada BIG.

 “Pada tahun 1969 BIG pertama kali didirikan dengan nama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional atau lebih dikenal dengan Bakosurtanal, kemudian pada tahun 2011 Bakosurtanal berganti nama menjadi Badan Informasi Geospasial”, jelas Yudi Irwanto, Staf Bidang Promosi dan Kerja Sama, memulai materinya. Adapun visi dari BIG adalah “Menjadi integrator penyelenggaraan informasi geospasial sebagai landasan pembangunan Indonesia”. Visi ini ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial yang menjelaskan bahwa BIG adalah satu-satunya Lembaga Negara yang bertugas menyelenggarakan informasi geospasial dasar. “Merujuk kepada tugas BIG tersebut, tentunya sudah jelas bahwa data yang ada di BIG sebagian besar adalah informasi geospasial dasar seperti Peta Rupabumi Indonesia, Peta Lingkungan Pantai, Peta Lingkungan Laut Nasional dan sebagainya.

Sementara itu, Yofri Furqani Hakim dari Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim yang memberikan materi tentang ‘Alur Pekerjaan Pemetaan Rupabumi Indonesia’. Yofti menjelaskan bahwa berdasarkan skalanya, peta dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu peta skala kecil (lebih kecil dari 1:100.000), skala menengah (skala 1:100.000 – 1:25.000) dan skala besar (skala lebih besar dari 1:25.000). Data yang digunakan sebagai “input” untuk melaksanakan perkerjaan Pemetaan Rupabumi Indonesia adalah data Foto Udara, Citra, Lidar dan Radar. “Di Indonesia, awan menjadi masalah utama untuk mendapatkan data tersebut” jelas Yofri. Saat ini kebutuhan peta lebih banyak pada skala besar, seperti untuk penyusunan RDTR dan pembuatan peta batas desa. “Pekerjaan Pemetaan RBI Skala Besar dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu 1) Pengadaan Ground Control Point (GCP), 2) Data Akuisisi, 3) Kompilasi 3D dan 2D, 4) Survei Kelengkapan Lapangan dan 5) Penyelarasan dan Pembentukan Geodatabase.

Sebagai eksekutor, koordinator dan regulator dalam pembangunan infrastruktur data, standar dan regulasi, kelembagaan, SDM, sains dan teknologi, BIG juga membangun Ina-Geoportal. Hal ini disampaikan oleh Wendra, staf Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan IG. Ina-Geoportal (Indonesia-Geospatial Portal) adalah Portal Geospasial Indonesia yang dibangun dengan partisipasi berbagai kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah di Indonesia. Ina-Geoportal berfungsi sebagai gerbang utama akses informasi geospatial dan sebagai sarana berbagi data. Ina-Geoportal juga berfungsi sebagai sarana pencarian metadata spasial dan metaservice. Pada kunjungan ini Wendra juga memberikan demo penggunaan “Ina-Geoportal” kepada para mahasiswa. (ES/YI/TR)