Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Tandatangani Kerja Sama dengan Berbagai Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah dan Perguruan Tinggi

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Bertepatan dengan Pencanangan Hari  Informasi Geospasial dan Peringatan Hari Jadi Badan Informasi Geospasial ke-46, BIG menandatangani  MoU atau Nota Kesepakatan Bersama (NKB) dengan berbagai Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah  serta Perguruan Tinggi. Penandatanganan kerja sama BIG dengan berbagai instansi tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2015 di Aula Utama Kantor BIG Cibinong.

Instansi yang menandatangani NKB diantaranya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Provinsi Lampung, Universitas Syiah Kuala Aceh (Unsyiah), Universitas Lampung (Unila), Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Pemerintah Kabupaten Lebong. Sedangkan instansi yang menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) adalah Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Pemerintah Kabupaten Lebong dan Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Pada sambutannya, Kepala BIG Priyadi Kardono mengatakan, Informasi Geospasial (IG) atau peta sangat diperlukan dalam menunjang perencanaan pembangunan. Presiden RI Joko Widodo juga mempunyai mindset peta atau IG.  Presiden minta bahwa semua perencanaan pembangunan harus dituangkan pada peta. Demikian pula pada RPJMN,  semua harus disertai dengan IG. Itulah mengapa IG sangat penting dan dibutuhkan oleh semua kalangan. Berkaitan dengan itu K/L, Pemerintah Daerah dan Akademisi bekerjasama dengan BIG dalam rangka pemanfaatan dan pengembangan IG untuk menunjang pembangunan.

Selanjutnya Priyadi mengatakan bahwa saat ini, permintaan akan IG terutama skala besar sangat besar, misalnya untuk Penataan Batas Desa, Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), lahan baku sawah, pengelolaan hutan dan sebagainya. Untuk itu, BIG menyiapkan CSRT (Citra Satelit Resolusi Tinggi) untuk seluruh wilayah Indonesia untuk percepatan pembangunan dimaksud. Priyadi berpesan, bahwa kerja sama ini agar ditindaklanjuti dan dievaluasi kedua belah pihak agar didapat hasil sesuai dengan yang diinginkan. Sementara itu Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan bahwa  IG yang baik dan akurat sangat dibutuhkan dalam menunjang kegiatan di BMKG. Untuk itu, kerja sama ini harus ditindaklanjuti sehingga hasil dari kerja sama ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya itu sambutan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kem DPDTT atau Kemendesa) yang diwakili oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kem DPDTT, Nurdin mengatakan, Kemendesa mempunyai tugas membangun desa dan kawasan pedesaan, untuk percepatan pembangun desa sangatlah diperlukan IG.  Selain itu Kemendesa yang sebelumnya Kemen PDT, telah bekerja sama dengan BIG dalam pembangunan SISPA PDT, hal ini akan terus dilanjutkan, namun tidak hanya PDT, tetapi ditambah desa dan transmigrasi.  Untuk itu kerja sama ini perlu dilanjutkan terutama dalam pengelolaan data dan informasi geospasial yang dikelola Kem DPDTT.

Sementara kerja sama dengan berbagai universitas, adalah untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur informasi geospasial berupa Pusat Pengembangan lnfrastruktur Data Spasial (PPIDS), yang nantinya menjadi perpanjangan tangan dari BIG di daerah-daerah dalam mengembangkan simpul jaringan kabupaten/kota di wilayahnya.  Dengan adanya PPIDS, maka sumber daya manusia di bidang informasi geospasial dapat segera tercukupi baik kuantitas maupun kualitasnya.  Dengan demikian Indonesia akan siap menghadapi MEA di tahun mendatang. (YI/ATM/TR)