Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Selenggarakan Workshop Pemanfaatan UAV untuk Mendukung Pemetaan Secara Cepat Bagi Pemerintah Aceh.

Banda Aceh, Berita Geospasial BIG - Pesawat Terbang Tanpa Awak disebut juga UAV (Unmanned Aerial Vehicle) adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan sendiri. Pesawat UAV  ini berfungsi antara lain sebagai pesawat pengintai, pemotretan udara pada area yang sangat luas, pengukuran karakteristik atmosfer, dan pemantauan kebocoran listrik pada kabel listrik tegangan tinggi dan lain-lain. Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai pembina dan penyelenggara Informasi Geospasial dalam mendukung pemetaan pada berbagai wilayah di Indonesia juga memanfaatkan UAV. Untuk itu, maka perlu dilakukan diseminasi informasi dalam menggunakan UAV untuk pemetaan secara cepat.

Diseminasi informasi tersebut dilakukan dalam Workshop Pemanfaatan UAV untuk Mendukung Pemetaan Secara Cepat pada 1 Oktober 2015 sebagai rangkaian Workshop Geospasial di Provinsi Aceh yang diselenggarakan sehari sebelumnya.  Workshop UAV ini bertujuan untuk mengenalkan UAV pada pengguna dan penyelenggara terkait informasi geospasial di daerah.  Adalah Lapangan terbuka di dalam Taman Shulthanah Shafiatuddin, semacam  "Taman Mini Aceh Indah" atau yang terletak di Jalan T. Nyak Arief Desa Lampriek, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh yang digunakan untuk praktek lapangan menerbangkan UAV untuk memotret sebagaian wilayah Kota Banda Aceh khususnya wilayah seputar tersebut.

Keunggulan UAV adalah foto udara lebih tajam melihat obyek/menilai perubahan, selain itu biaya rendah, proses produksinya cepat serta mudah dioperasikan oleh para staf di daerah. Untuk itulah dalam rangka mendukung percepatan penyelenggaraan IG di daerah diperlukan dukungan pemetaan cepat, salah satu solusinya adalah dengan UAV.  Workshop UAV yang diikuti oleh sebagian peserta  workshop geospasial sejumlah kurang lebih 50 peserta dibuka oleh Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama BIG, Sri Lestari Munajati.  Dijelaskan oleh Tari bahwa UAV ini sudah digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk BIG yaitu dalam pemetaan kebencanaan, pemetaan garis pantai, pemetaan pulau-pulau kecil terluar dan sebagainya.  Untuk itu diharapkan semua peserta dapat menggali informasi dari para narasumber yang akan memberikan demo dan pembelajaran penerbangan UAV untuk pemetaan bagi Pemerintah Aceh

Sebelum dilakukan penerbangan UAV, narasumber yang merangkap pilot UAV BIG dari Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim, Herjuno Gularso atau Tama beserta timnya yang berasal dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG), menjelaskan komponen apa saja yang mendukung pesawat UAV tersebut. Komponen pesawat terdiri dari : Airframe, Auto pilot system, Groud Station (Laptop, Tablet PC, Smartphone), serta Pay load (Still Camera, Video Camera, Multispektral Camera, Hyperspectral Camera dan Small Camera.  Selanjutnya Tama menjelaskan fungsi dan kegunaan UAV serta cara merangkai UAV, membuat jalur terbang wilayah yang akan dipotret, menerbangkan UAV serta proses setelah pesawat UAV melakukan pemotretan. Peserta yang terdiri dari SKPD Aceh sangat antusias dengan kegiatan ini, peserta banyak bertanya tentang UAV tersebut. 

                            

Pesawat diterbangkan dari lapangan Taman Shulthanah Shafiatuddin dan mulai melakukan pemotretan secara auto pilot, pesawat tersebut melakukan pemotretan wilayah seputar Kecamatan Kuta Alam atau di sekitar Taman Shulthanah Shafiatuddin, Desa Lampriek Banda Aceh. Setelah melakukan pemotretan pesawat mendarat selanjutnya dilakukan proses selanjutnya. Peserta kemudian diajak melihat proses selanjutnya setelah UAV melakukan pengambilan gambar. Hasil dari pemotretan tersebut kemudian diperlihatkan kepada para peserta.  Dengan kegiatan tersebut peserta sangat puas dan beberapa dari peserta ingin wilayahnya juga dipetakan menggunakan UAV.  Salah satu peserta yang sangat antusias adalah Nanda Maulida dari Bappeda Aceh.  Nanda sangat tertarik dengan workshop UAV ini, dengan menanyakan berbagai manfaat dan cara penggunaan setiap kompoten peralatannya. Semoga diseminasi informasi ini bermanfaat bagi kita semua. (YI/TR)