Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Selenggarakan Diklat Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang semakin cepat dan meningkatnya kebutuhan manusia agar segala sesuatunya menjadi lebih mudah, maka kebutuhan akan pentingnya Sistem Informasi Geografis (SIG) pun menjadi tinggi. SIG sendiri adalah sebuah sistem yang menangani data dan informasi mengenai objek-objek, beserta posisinya di permukaan bumi, ditambah keterangan atau atribut yang menjelaskan objek tersebut. Pemanfaatan ini sangat penting, mengingat sebagian besar data/informasi mempunyai kaitan dengan lokasi geografis; efisien dalam kaitannya dengan pemanfaatan ruangan, waktu dan biaya (pembaharuan/updating data dan penelusuran data); komprehensif dalam penyajian (mampu memadukan data spasial dan non-spasial); fleksibel dalam visualisasi (bentuk, ukuran, pola, skala, dan lain lain); efektif dalam memberikan jawaban karena kemampuannya dalam melakukan analisis, selain itu SIG juga mampu melakukan sharing information. Melihat berbagai keuntungan ini tak heran SIG banyak digunakan untuk berbagai kepentingan, hal ini mengharuskan banyak pihak, terutama para pengguna IG mengikuti pelatihan terkait SIG.

Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai penyelenggara utama Informasi Geospasial Dasar (IGD) di Indonesia, sesuai dengan UU No 4 Tahun 2011 tentang IG, memiliki tugas besar pula terutama terkait pelatihan para SDM IG melalui Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Geospasial BIG yang secara rutin menyelenggarakan berbagai macam diklat kepada para pengguna Informasi Geospasial (IG) di seluruh Indonesia. Balai Diklat Geospasial BIG memiliki peran menyelenggarakan pembinaan dan peningkatan kualitas bagi para SDM IG, melalui serangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan. Tidak hanya SDM yang ada di BIG, BIG ini juga membina dan meningkatkan SDM yang berasal dari instansi pemerintah lainnya yang terkait dengan kegiatan surta, baik tingkat pusat maupun daerah. Melalui Balai Diklat Geospasial BIG ini diharapkan mampu menunjang kompetensi, pengetahuan, dan keahilan para pengguna IG.

Pada tanggal 11-22 Januari 2016, BIG menyelenggarakan Diklat SIG Tingkat Dasar yang bertempat di Balai Diklat Geospasial. Acara ini dibuka dengan penyampaian laporan pelaksanaan diklat oleh Kepala Balai Diklat Geospasial, Yovita Ani Istiati. Dalam laporannya disampaikan bahwa pelatihan berasal dari sumber dana APBN BIG dan akan berlangsung setiap harinya, yang masing-masing pelajarannya selama 45 menit, selama 10 hari kerja.

Yovita juga menyampaikan bahwa peserta kali ini berasal dari BIG dan dua orang undangan untuk guru, yang berasal dari SMKN 1 Sukabumi dan SMK Adi Sanggoro Bogor. Ada empat pusat yang bergabung dalam diklat ini yaitu Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPPIG), Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama (PPPKS), Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PPTRA) dan Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT) dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang. Peserta pelatihan SIG Tingkat Dasar ini akan diberikan pelatihan mengenai pengetahuan peta, sistem koordinat dan proyeksi peta, pengantar perangkat lunak SIG, Aplikasi GPS untuk SIG, Pemasukan Data Spasial, Konsep Dasar SMBD, Manajemen Basisdata Atribut, Penelusuran Basis Data, Pengantar Analisis Spasial, Penyajian IG, Tata Letak Peta, Kebijakan IG dan evaluasi.

Pada pembukaan diklat, Kepala PPKS, Wiwin Ambarwulan menyampaikan bahwa Diklat SIG Tingkat Dasar yang diikuti peserta dari berbagai pusat ini, menggambarkan bahwa peningkatan SDM BIG merata dalam pembelajaran IG. Walaupun bukan berasal dari bidang pemetaan, staf BIG diharapkan tahu bagaimana proses pemetaan. Dalam hal ini juga peserta diharapkan memiliki keinginan kuat dalam mengembangkan ilmunya tidak hanya ilmu yang sudah dimiliki tetapi juga ilmu dalam di bidang informasi geospasial khususnya sistem informasi geografis (SIG). "Dengan adanya diklat ini, pemahaman yang benar terhadap konsep-konsep pemetaan haruslah diketahui oleh pengguna IG termasuk misalnya dari PPPKS yang notabene bukan berasal dari ilmu geografi atau ilmu geodesi. Bagi para guru juga selesainya dari diklat ini diharapkan ilmunya dapat dibagikan kepada para siswanya di sekolahnya agar pemahaman mengenai pemetaan dapat dipahami sejak dini", ujar Wiwin untuk menyemangati para peserta diklat.

Wiwin juga menyampaikan harapannya kepada para widyaiswara untuk senantiasa mendampingi para peserta pelatihan, karena kaitannya dalam pembinaan dan peningkatan kompetensi para pengguna IG adalah kurangnya informasi yang diterima oleh peserta. Diharapkan para peserta yang mengikuti diklat ini, dapat mengaplikasikan apa yang didapatkan ke pusat dimana peserta bekerja. Acara pembukaan diklat ditutup dengan penyematan tanda pengenal kepada beberapa peserta sebagai perwakilan peserta pelatihan.  Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi para SDM pengguna IG, baik dari dalam instansi BIG atau di luar BIG. (NU/LR/TR)