Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Partisipasi pada Pameran 5th Indonesia Climate Change 2015

Jakarta, Berita Geospasial BIG - Pembangunan di segala bidang dilakukan umat manusia sebagai bentuk dari berkembangnya peradaban. Dulu manusia jika mau bepergian jauh menggunakan kendaraan kuda atau unta, sekarang menggunakan toyota, kereta bahkan garuda (pesawat). Berbagai penemuan di bidang teknologi untuk memudahkan hidup umat manusia diterapkan di hampir semua lini kehidupan. Ini membawa konsekuensi berupa penggunaan karbon yang luar biasa banyak. Akibatnya, terjadi perubahan iklim yang berdampak luas bagi lingkungan.

Dampak perubahan  iklim harus disikapi dengan memperdalam pemahaman tentang proses kejadiannya secara ilmiah, baik penyebab maupun dampaknya terhadap manusia dan lingkungan kita. Perubahan iklim berdampak pada terjadinya badai, banjir dan tanah longsor. Bagi petani padi, perubahan iklim menyebabkan pergeseran musim tanam. Secara, pemanasan global terjadi akibat meningkatnya gas rumah kaca (GRK) di atmosfer yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Emisi GRK terutama berasal dari pemanfaatan sumberdaya energi dari bahan bakar fosil yang berlebihan, kegiatan hutan dan tata guna lahan yang tidak dikontrol. Di samping itu kegiatan di sektor limbah dan pertanian juga berkontribusi terhadap emisi GRK. Dengan pemahaman yang baik tentang perubahan iklim, maka dapat direncanakan upaya penyesuaian (adaptasi) dan pencegahannya (mitigasi).

Terkait dengan itu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (LHK RI) didukung kementerian/lembaga (K/L) terkait menyelenggarakan 5th Indonesia Climate Change Education Forum & Expo (ICCEFE). Perhelatan ini merupakan forum dan pameran perubahan iklim pertama dan terbesar di Indonesia yang dikembangkan untuk mempromosikan keterlibatan serta peranan seluruh pemangku kepentingan dalam solusi perubahan iklim dari berbagai sektor menuju pembangunan rendah emisi karbon. Tema yang diusung pada pameran tahun ini adalah Penguatan Pembangunan Rendah Emisi untuk Masa Depan Berkelanjutan dan Mendukung Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia.

Dukungan BIG pada kegiatan ini berupa turut partisipasi pada pameran 5th Indonesia Climate Change 2015 dengan menampilkan data dan informasi geospasial (IG) dalam kaitan dengan perubahan iklim. Diantaranya adalah: One Map Perubahan Iklim, Peta Biomasa Kawasan Hutan dan Non Hutan. Terkait kegiatan BIG untuk mendukung Indonesia menjadi Poros maritim dunia diantaranya Peta Dasar Kelautan Skala Besar untuk pembangunan pelabuhan dan IG mendukung pembangunan Tol Laut.

Pameran yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta tanggal 14 - 17 Mei 2015 dibuka oleh Staf Khusus Presiden untuk Pengendalian Perubahan Iklim, Rachmat Witoelar didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochammad Basoeki. Pada Kesempatan kunjungan ke stand Pameran, Rachmat Witoelar dan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Mochammad Basoeki berkesempatan mengunjungi stand BIG. Selain itu stand BIG setiap harinya dikunjungi oleh para pelajar dan masyarakat umum. (YI/ATM/TR)