Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Menerima Kunjungan Komite SDN 15 Tangerang

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Tepatnya pada hari Rabu, 24 Februari 2016, Badan Informasi Geospasial (BIG) kedatangan tamu istimewa. Istimewa, karena tamu yang datang adalah siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dari kelas 1-5, beserta sejumlah guru, dan komite SDN 15 Tangerang berjumlah 52 orang. Sebagaimana diketahui, usia anak SD adalah usia emas untuk diajari beragam ilmu dan pengetahuan. Adapun Informasi Geospasial (IG) merupakan salah satu cabang ilmu yang penting untuk diketahui oleh mereka supaya mereka mengerti tentang lingkungannya tempat berpijak, yakni bumi, sehingga nantinya mereka berupaya untuk menjaganya sesuai dengan pemahaman dan kemampuan mereka. Harapannya, setelah dewasa nanti, pengetahuan tentang IG ini bisa mereka aplikasikan untuk berbagai hal dalam pembangunan Indonesia, dengan tetap berkonsep ramah lingkungan.

Kunjungan Komite SDN 15 Tangerang  ini merupakan yang pertama kali ke BIG. Kepala Sekolah SDN 15 Tangerang, Lina, dalam sambutannya menyampaikan sangat senang bisa datang dan diterima oleh BIG. Harapannya para siswa SDN 15 Tangerang  ini bisa mendapatkan pengetahuan tentang IG atau bahasa umumnya peta sehingga anak-anak bisa terbiasa dengan peta. "Apalagi SDN 15 Tangerang  sedang menggalakkan program Adiwiyata, yakni  program menjadikan sekolah sebagai tempat yang baik dan ideal, dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma, serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup, dan menuju kepada cita‐cita pembangunan berkelanjutan", ungkap Lina. Tujuan program Adiwiyata adalah mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan berkunjung ke BIG sebagai peneyelenggara utama IG Dasar di negeri ini, Lina berharap program Adiwiyata bisa lebih optimal berjalan.

Acara kunjungan Komite SDN 15 Tangerang  dipandu oleh 2 (dua) orang pemandu dari BIG yakni Nuruli Khotimah dan Robi'ah Qurrotu A'yun yang secara interaktif menjelaskan apa itu IG, serta bagaimana peran BIG sebagai penyelenggara IG berperan. Siswa SDN 15 Tangerang  terlihat antusias dengan penjelasan yang diberikan. Apalagi, materi yang ditampilkan berupa gambar kartun sehinggan cocok untuk siswa SD. Ditambah lagi, bagi yang siswa yang bisa menjawab pertanyaan, pemandu memberikan hadiah berupa kipas BIG, sehingga ini menjadi langkah awal yang baik untuk mendorong para siswa yang hadir  agar proaktif untuk mengenal apa itu BIG dan produk-produknya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang hal-hal teknis terkait dunia pemetaan, seperti : Belajar Proses Pemetaan yang dibawakan oleh Nadya Oktaviani dari Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai (PKLP) BIG, Mengenal Atlas Indonesia oleh Fakhruddin Mustofa dari Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PTRA) BIG dan demo Ina-Geoportal oleh Indres Deswita dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG) BIG.

Selesai mendengarkan penjelasan tersebut diatas, siswa-siswa dan komite SDN 15 Tangerang  diajak ke lapangan BIG untuk melilhat langsung proses pengambilan gambar dengan Pesawat Tanpa Awak yang sering disebut dengan nama Unmanned Aerial Vehicle atau disingkat UAV. UAV sendiri merupakan sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri, menggunakan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya, bisa digunakan kembali dan mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya. Untuk proses pemetaan, biasanya UAV membawa muatan berupa kamera foto atau kamera video. Pemetaan menggunakan UAV dilakukan diatas permukaan bumi sehingga target objek, tinggi terbang, jalur terbang, dan pertampalan (overlap dan sidelap) antar foto bisa diprogram sedemikian rupa, sehingga akuisisi data di atas permukaan bumi dengan parameter-parameternya bisa disesuaikan dengan yang kita inginkan. 

Walaupun sudah UAV ini merupakan barang umum dan banyak yang sudah memiliki, para siswa terlihat senang dan tertarik dengan teknologi tersebut. Ungkapan yang mengatakan bahwa teknologi membuat hidup lebih mudah memang benar. Dengan adanya UAV ini, untuk melakukan pengambilan gambar dari udara tidak perlu naik helikopter atau pesawat, cukup dikendalikan dari daratan saja menggunakan UAV. Semoga nantinya diantara siswa-siswa ini ada yang menemukan alat yang lebih canggih lagi. Bisa terkait dengan IG atau  apa saja, harapannya tentu saja untuk mendukung perencanaan pembangunan yang efektif dan efisien. (ATM/LR)