Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Memberikan Pencerahan Spasial Kepada Siswa/i SMA Islam Al-Azhar

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Mengawali kegiatan  di tahun 2016, Badan Informasi Geospasial (BIG) menerima kunjungan dari SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading pada hari Jumat, tanggal 15 Januari 2016. Kegiatan kunjungan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan BIG dalam rangka memberikan pencerahan tentang spasial kepada generasi muda calon penerus bangsa. Terutama siswa-siswi SMA merupakan generasi yang tepat untuk dibimbing dan diberi pemahaman yang benar terkait apa itu Informasi Geospasial (IG) dengan beragam aplikasinya. Apalagi, siswa SMA di jaman modern ini sudah tidak asing lagi dengan beragam jenis aplikasi terkait teknologi spasial yang bisa diakases dengan mudah melalui smartphone dalam wujud Global Positioning System (GPS) ataupun peta online.

BIG menangkap peluang emas ini dengan menjelaskan kepada para generasi muda terkait IG. Pada kesempatan itu Yudi Irwanto, staf dari Pusat Penelitian Promosi dan Kerja Sama (PPKS) BIG didapuk untuk menjelaskan tentang profil BIG kepada para peserta kunjungan. Pada kunjungan yang berlangsung di Aula Utama BIG tersebut, disampaikan bahwa secara geografis, BIG berada di 6o 29'27,8" Lintang Selatan (LS) dan  106o 50'56,1" Bujur Timur (BT). Sedangkan secara administratif, BIG berada di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, BIG merupakan instansi pemerintah pusat yang berada di luar Ibu Kota, Jakarta.

Dalam paparannya Yudi menambahkan bahwa sebelumnya BIG merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada dibawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Sekarang, BIG beralih koordinasi ke Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS). "Diharapkan BIG dengan IG-nya akan lebih optimal perannya, jika IG yang dihasilkan  digunakan untuk perencanaan pembangunan nasional Indonesia yang kaya potensi", ungkap Yudi.

Sebelumnya, guru pembimbing dari SMA Islam Al-Azhar, Rusli Helmi menyembutkan bahwa tujuan kedatangan para siswa-siswi ini adalah untuk mengetahui apa itu geospasial dan seluk beluknya. Disampaikan pula bahwa rombongan dari SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini berjumlah 77 orang siswa kelas 10, dengan 6 orang guru pendamping. Suguhan selanjutnya yang diberikan BIG kepada para peserta adalah penjelasan mengenai proses pembuatan peta oleh Herjuno Gularso dari Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT) BIG, serta demo dan penjelasan Ina-Geoportal oleh Yustina dari Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPPIG) BIG

Herjuno memaparkan bahwa secara umum, peta adalah gambar rupa muka bumi pada suatu bidang datar atau selembar kertas dengan ukuran yang lebih kecil atau diskalakan. Bentuk rupa bumi yang digambarkan dalam sebuah peta meliputi unsur-unsur alamiah dan unsur-unsur buatan manusia. Kemajuan teknologi komputer secara nyata telah mampu memperluas wahana dan wawasan mengenai peta. Dewasa ini selembar peta tidak hanya dikenali sebagai gambar pada lembar kertas, tetapi bentuk penyajiannya pun sudah mulai beralih ke dalam bentuk data digital yang di dalamnya telah terpadu antara gambar, citra, dan teks.

Peta yang terkelola dalam mode digital, memiliki keuntungan penyajian dan penggunaan secara konvensional peta hasil cetakan (hardcopy) dan keluwesan, kemudahan penyimpanan, pengelolaan, pengolahan, analisis, dan penyajiannya secara interaktif bahkan real time pada media komputer (softcopy). "PPRT BIG memproduksi peta dasar dengan berbagai skala untuk berbagai keperluan pemerintah dan masyarakat luas", ungkap Herjuno menutup paparannya.

Sementara itu, Yustina menjelaskan bahwa Ina-Geoportal adalah portal kebumian yang resmi diluncurkan pemerintah melalui BIG. Hal itu tidak bisa lepas dari 'Kebijakan Satu Peta' yang dikembangkan BIG meliputi  satu referensi, satu standar, satu basis data dan satu portal. Aplikasi Ina-Geoprotal bisa digunakan untuk pembelajaran interaktif mengenai informasi geospasial maupun ilmu kebumian kepada siswa SMA. Apalagi, sekarang Ina-Geoportal bisa diakses dengan menggunakan smartphone, yang notabene sudah bukan barang asing lagi bagi siswa SMA.

Ina-Geoportal yang merupakan portal kebumian sebagai wujud implementasi dari keterbukaan informasi yang juga bagian dari amanat Undang-Undang No. 4 Tahun 2011 tentang IG, merupakan gerbang utama akses IG yang menghubungkan Kementerian/Lembaga (K/L) serta Pemerintah Daerah (Pemda) yang menjadi mitra penghubung Simpul Jaringan Data Spasial Nasional, serta mewujudkan pertukaran IG yang bermanfaat bagi kemajuan pembangunan di Indonesia.  "Dengan Ina-Geoportal, setiap orang atau pengguna dapat mencari, mengintegrasikan, manganalisis, berbagi pakai IG, membuat peta dan mempublikasikan IG dan peta", pungkas Yustina. Jadi, bisa dikatakan sekarang setiap orang dapat dengan mudah membuat peta melalui aplikasi Ina-Geoportal.

Acara kunjungan kemudian dilanjutkan dengan melihat proses pemotretan udara menggunakan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang dilanjutkan dengan kunjungan ke PPRT BIG sebagai dapur utama pembuatan peta dasar BIG. Disana, para siswa dapat melihat dan memperoleh penjelasan mengenai proses strereoplotting. Terakhir, para siswa juga berkunjung ke sentra peta BIG di Gedung C untuk melihat hasil akhir beragam produk yang dihasilkan, terutama peta rupabumi yang dijual BIG. Diharapkan kunjungan siswa-siswi SMA Islam Al-Azhar Jakarta ini bisa menjadi sarana penyalur kepada masyarakat umum terkait pentingya IG untuk berbagai proses pembangunan di Indonesia. (ATM/LR)