Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Lakukan Rapat Koordinasi dengan Kabupaten Kepulauan Aru

Cibinong, Berita Geospasial – Dalam rangka percepatan penyelenggaraan, pengembangan, dan pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial (IG) di Kabupaten Kepualauan Aru, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru datang ke Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk melakukan rapat koordinasi kerja sama. Rapat ini dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2017 di Ruang Rapat Gedung Utama, Gedung A Lantai 2. Acara diawali dengan sambutan dari Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Johan Gonga. Pada sambutannya Johan menyampaikan bahwa maksud kedatangan Pemerintah Kabupaten Kepualauan Aru ke BIG ini berkaitan dengan rencana pemekaran daerah yang akan dilakukan oleh Kabupaten Kepulauan Aru.

“Salah satu syarat untuk melakukan pemekaran daerah adalah adanya peta kabupaten induk dan peta hasil pemerakan, oleh karena itu kami datang ke BIG untuk melakukan kerja sama dalam pembuatan peta tersebut” jelas Johan. Johan juga menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Kepulauan Aru terdiri dari 117 desa, 10 kecamatan, dengan 8 pulau terluar. Kabupaten Kepulauan Aru ini rencananya akan dimekarkan menjadi Kabupaten Aru Perbatasan.
 
Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian arahan oleh Sekretaris Utama BIG, Titiek Suparwati. Titiek menyampaikan bahwa langkah awal sebelum dilakukannya kerja sama adalah dibuatnya Perjanjian Kerja Sama (PKS). Kemudian untuk melakukan pemekaran, daerah Pemerintah Kabupaten Aru memang harus menyiapkan data spasial dan non spasial. Selanjutnya, berkaitan dengan data spasial, saat ini BIG sudah memiliki Peta Rupabumi Indonesia skala 1:50.000 untuk wilayah Kabupaten Kepulauan Aru. Selanjutnya, berkaitan dengan pemilihan kata ‘perbatasan’ pada nomenklatur rencana kabupaten hasil pemekaran harus dikaji dan dijelaskan mengapa nama tersebut yang dipilih. Diakhir arahannya, Titiek meminta agar pusat-pusat teknis di BIG harus berkomitmen untuk membatu kegiatan pemekaran Kabupaten Kepulauan Aru.

Sesi selanjutnya pada acara ini adalah pemaparan materi dari pusat-pusat teknis di BIG. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerja Sama (PPPKS) BIG, Wiwin Ambarwulan. Pada kesempatan ini, Wiwin menyampaikan materi tentang Profil BIG. “Pada tahun 1969, BIG pertama kali didirikan dengan nama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional atau lebih dikenal dengan Bakosurtanal, kemudian pada tahun 2011 Bakosurtanal berganti nama menjadi Badan Informasi Geospasial”, jelas Wiwin. Adapun visi dari BIG adalah ‘Menjadi integrator penyelenggaraan informasi geospasial sebagai landasan pembangunan Indonesia’. Visi ini ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang IG yang menjelaskan bahwa BIG adalah satu-satunya Lembaga Negara yang bertugas menyelenggarakan IG.

Materi selanjutnnya disampaikan oleh Staf Pusat Pemetaan Batas Wilayah (PPBW) BIG, Agus Makmuriyanto. Agus menyampaikan materi tentang Aspek Geospasial untuk Pembentukan Daerah Persiapan. Dalam paparannya Agus menyampaikan bahwa dalam kegiatan pemekaran wilayah kabupaten, salah satu kegiatan yang perlu dilakukan adalah pemetaan batas desa antara desa yang lama dengan desa yang akan dimekarkan. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi sengketa batas desa antara desa yang lama dengan desa yang akan dimekarkan.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Wiwin Ambarwulan. Dari hasil ini diskusi ini disimpulkan bahwa BIG akan membantu pembuatan peta induk dan peta hasil pemekaran Kabupaten Kepulauan Aru. Untuk Kabupaten Kepulauan Aru diharapkan dapat membantu menginventarisir nama pulau dan kecamatan yang masuk ke Kabupaten Kepualauan Aru dan kabupaten hasil pemekaran. Diakhir sesi ini Wiwin menyampaikan bahwa pada dasarnya BIG siap membantu dalam pembuatan peta induk dan peta hasil pemekaran Kabupaten Kepualauan Aru. Semoga koordinasi ini menjadi langkah awal dalam kerja sama yang baik ke depannya antara BIG dengan Kabupaten Kepualauan Aru. (ES/LR)