Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Laksanakan Instalasi Peralatan di Stasiun Pasut Carik, Lombok dan Perawatan Stasiun Pasut Nusapenida, Bali

Mataram-Denpasar, Berita Geospasial BIG – Pembangunan nasional merupakan pembangunan di segala bidang yang dilaksanakan untuk kemakmuran rakyat. Data dan Informasi Geospasial merupakan salah satu unsur yang mendukung terlaksanakan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan terarah. Salah satu data dan informasi geospasial yang turut berperan dalam proses perencanaan dan memiliki peran tak kalah vital adalah data pasang surut. Beberapa pemanfaatan data pasang surut meliputi pemantauan sea level rise, land subsidence dan juga untuk pekerjaan konstruksi seperti pelabuhan dan masih banyak lagi.

 Data pasang surut didapatkan dari perekaman sensor pasang surut yang terpasang pada stasiun pengamatan pasang surut, dimana stasiun pasang surut ini terletak di pantai/dermaga yang tersebar di wilayah Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Stasiun pasang surut yang tersebar di perairan Indonesia juga dapat berfungsi sebagai peringatan dini terhadap terjadinya tsunami atau Tsunami Early Warning System (TEWS), dimana data pasang surut yang terkirim secara online ini dapat memberikan informasi apakah di suatu lokasi tertentu akan terjadi tsunami atau tidak.

Data pasang surut memiliki andil yang penting dalam perencanaan pembangunan secara nasional. Untuk memenuhi kebutuhan data pasang surut yang dapat dimanfaatkan lebih luas untuk berbagai keperluan, maka perlu ditempatkan stasiun pasang surut (pasut) yang lebih rapat dan merata penyebarannya di wilayah perairan Indonesia, dari Sabang maupun Merauke. Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai penyelenggara utama Informasi Geospasail Dasar (IGD) di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG) memiliki kewajiban untuk menyediakan data pasut seluruh Indonesia. Pada kesempatan kali ini BIG melaksanakan instalasi peralatan pasut di wilayah perairan utara Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan instalasi peralatan pasang surut di Stasiun Carik, Lombok ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pembangunan stasiun pasang surut yang dilaksanakan pada bulan April, tahun 2015 sebelumnya. Instalasi sistem pasut di Stasiun Carik meliputi instalasi 3 sensor pasut yaitu CBS (sistem pressure), SE200 (sistem pelampung) dan KRG (sistem radar), komunikasi data, dan pemasangan palem pasut. Selain melaksanakan kegiatan instalasi peralatan pasut, tim BIG juga melaksanakan kegiatan perawatan stasiun pasut Nusa Penida, yang berada di Bali. Kegiatan tersebut dilaksanakan tim dari Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika (PJKGG), Bidang Jaring Kontrol Gayaberat dan Pasang Surut BIG pada tanggal 13-21 Agustus 2015. Selama 9 hari para personil dari BIG, yaitu Untung Santoso dan Siti Purwanto melaksanakan kegiatan tersebut.

Pada tanggal 13-17 Agustus 2015, tim berangkat dari Jakarta menuju Carik, Lombok untuk melakukan kegiatan instalasi peralatan pasut terlebih dahulu. Adapun stasiun pasang surut Carik terletak di dermaga pelabuhan Carik, Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Di bawah pengelola Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Pemenang/Tanjung. Perjalanan menuju pelabuhan Carik di Lombok Utara ditempuh selama kurang lebih 3 jam dengan kendaraan darat dari kota Mataram. Kegiatan instalasi peralatan antara lain meliputi : pemasangan solar cell dan sensor; pemasangan TAP (1), levelling dan pemasangan sablon bangunan stasiun pasut. Pada kesempatan itu dilakukan juga pengukuran beda tinggi palem pasut terhadap BM Pasut Carik, dimana pengukuran tersebut dilakukan dalam 2 segmen. Segmen pertama yaitu dari BM Pasut ke TAP/PIN(2). Sedangkan segmen kedua yaitu dari TAP/PIN(2) ke palem pasut gagal dilakukan dikarenakan faktor ombak yang terlalu  besar sehingga alat WP Digital tidak dapat membaca bacaan rambu.

Kemudian pada tanggal 17-20 Agustus dilaksanakan perjalanan dari Lombok ke Nusa Penida, Bali untuk melaksanakan kegiatan perawatan stasiun pasut. Adapun stasiun pasang surut Nusa Penida telah beroperasi sejak 2007. Letak stasiun pasang surut yaitu di dermaga Banjar Nyuh di bawahotoritas Kantor Unit Penyelenggaraan Kelas III Nusapenida. Stasiun pasang surut Nusa Penida dapat ditempuh dengan kapal cepat (speed boat) dari Sanur sekitar 35 menit waktu penyeberangan. Selain dari Sanur, dapat juga melalui Padang Bai dengan menggunakan kapal ferry Maruti kemudian turun di pelabuhan Mentigi, dilanjutkan dengan perjalanan darat ± 9 km.

Perawatan stasiun pasang surut Nusa Penida ini dilaksanakan karena data pasut yang tidak terkirim sejak Juni 2015. Sensor yang terpasang di stasiun pasang surut Nusa Penida yaitu sensor CBS, sensor OWK 16 dan sensor KRG. Perawatan yang dilakukan di stasiun pasang surut Nusa Penida meliputi : perbaikan komunikasi data (Moxa G3151 HSPA) set band GSM dari auto menjadi 900 GSM dan upgrade firmware. Selain itu, dilakukan juga deeping untuk stasiun pasang surut Nusa Penida. Pada perawatan kali ini telah dilakukan perbaikan sensor KRG, tetapi kondisi data masih belum baik sehingga kondisi data KRG tetap seperti sebelum diperbaiki. Dilakukan juga penggantian baterai datateker. Diketahui pula bahwa kondisi palem pasut patah, oleh karena itu perlu dilakukan penggantian palem pasut pada perawatan berikutnya.

Dari kegiatan survei ini ada beberapa hasil yang didapatkan, yaitu telah diselesaikannya instalasi peralatan untuk stasiun pasut Carik, Lombok dengan data 3 sensor (CBS, SE200, dan KRG) semuanya baik. Lalu telah dilaksanakan pula perawatan untuk stasiun pasut Nusa Penida, dimana hanya data dua sensor, yaitu CBS dan OWK16 yang dalam kondisi baik, sementara data sensor KRG masih bermasalah. Dari hasil survei diketahui juga perlunya penggantian sensor KRG Nusa Penida dan palem pasut. (SP-LR/TR)