Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Laksanakan Diseminasi IG di Kabupaten Bogor

Berita Geospasial, Bogor - Kurang Lebih dari 150 peserta yang terdiri dari perwakilan Satuan Kerja Perangkat Desa (SKPD) Kabupaten Bogor dan warga setempat Desa Ranca Bungur bersama-sama menghadiri Diseminasi Informasi Geospasial (IG) yang dipaparkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Kegiatan yang bertema “ Pemanfaatan Informasi Geospasial” ini diselenggarakan oleh BIG, dengan bertempat di Pusat Teknologi Satelit LAPAN, Kecamatan Ranca Bungur, Kabupaten Bogor, pada hari Minggu, 3 Desember 2017.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Anggota DPRD Komisi VI DPR RI, Nawafie Saleh. Dalam sambutanya disampaikan bahwa Informasi Geospasial (IG) ini sangatlah penting, jadi warga Bogor diharapkan untuk berpartisipasi dalam memberikan Data Geospasial dalam pembangunan Kota Bogor, karena Bogor adalah salah satu Kota yang masih banyak lahan pertanian dan perkebunan.

Setelah sambutan, acara kemudian dilanjutkan oleh perwakilan dari Badan Informasi Geospasial (BIG), Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPPIG) Khafid, beliau menyampaikan bahwa apa itu yang dinamakan dengan diseminasi adalah  suatu kegiatan yang ditujukan kepada kelompok target atau individu agar mereka memperoleh informasi, timbul kesadaran, menerima, dan akhirnya memanfaatkan informasi tersebut. “Diseminasi merupakan tindak inovasi yang disusun dan disebarannya berdasarkan sebuah perencanaan yang matang dengan pandangan jauh ke depan baik melalui diskusi atau forum lainnnya yang sengaja diprogramkan, sehingga terdapat kesepakatan untuk melaksanakan inovasi”, ungkapnya.

Sesuai Undang-undang Informasi Geospasial No 4 Tahun 2011 tentang Informasi Gesopasial  yang dimaksud Spasial adalah aspek keruangan suatu objek atau kejadian yang mencakup lokasi letak dan posisinya sedangkan Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukan lokasi, letak dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada dibawah, atau diatas permukaan bumi yang dinyatakan dalam koordinat tertentu. “IG Geospasial bertujuan mewujudkan penyelenggaraan IG yang berdaya guna dan berhasil guna melalui kerja sama, koordinasi, integrasi dan singkronisasi dan mampu mendorong pengguna IG dalam penyelenggaraan pemerintah dan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat”, tutur Khafid.

Kemudian acara dilanjutkan dengan presentasi dari Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah (PPBW) BIG, Tri Patmasari. Ia menyampaikan bahwa batas wilayah merupakan salah satu unsur dasar eksistensi suatu desa/kelurahan,Kabupaten ataupun Kota. Disamping penduduk dan pemerintahannya, batas wilayah administrasi baik itu provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan maupun desa/kelurahan pada hakikatnya merupakan satu kesatuan yang utuh dari luas wilayah daerah dimana di dalamnya mengandung makna keberadaan suatu wilayah. “Batas wilayah selain penentu wilayah kerja administratif juga dapat berfungsi untuk mengetahui batas-batas ruang kegiatan pembangunan, batas pengelolaan kegiatan usaha dari suatu wilayah. Oleh sebab itu dalam mewujudkan ketegasan batas wilayah di lapangan diperlukan pemetaan yang baik dan benar serta memenuhi aspek teknis dan disamping aspek yuridis”, jelasnya.

Terakhir, dalam acara Diseminasi Informasi Geospasial “Pemanfaatan Informasi Gesopasial” ditutup oleh Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama, Pusat Penelitian, Promosi dan Kerjasama (PPPKS) BIG, Sri Lestari Munajati.  Ia menjelaskan tentang Hasil kerjasama antara BIG dan Kota Bogor selama 2 tahun di periode 2016 s.d 2017, sebagaimana juga terkait penghitungan luas lahan dan sawah baku. Peserta mengikuti acara dengan antusias dan menanyakan apa yang belum mereka pahami pada sesi diskusi tanya jawab.

Sebelum acara ditutup, BIG melakukan foto bersama peserta dan Komisi VII DPR RI. Selain itu, dilakukan pula pembagian buku kepada peserta sebagai informasi tentang IG yang akan menjadi wawasan dan pengetahuan tambahan oleh peserta apa itu IG. Semoga melalui kegiatan ini pengetahuan peserta tentang apa itu IG dan BIG dapat semakin meningkat, serta meningkatkan pemanfaatan IG di Indonesia pada umumnya, serta di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, pada khususnya. (IP/LR)