Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Laksanakan Diseminasi Hasil Kegiatan Pembuatan Peta Batas Desa di Kabupaten Lampung Selatan

Natar-Jatiagung, Berita Geospasial – Sebagai kelanjutan dari kegiatan Pembuatan Peta Batas Desa di Kecamatan Natar dan Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, BIG melaksanakan diseminasi hasil kegiatan tersebut di Kecamatan Jatiagung dan Natar pada 12 dan 13 Juli 2017. Pada acara ini hadir Kepala Balai Layanan Jasa dan Produk Informasi Geospasial, Retno Wulan, Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama, Lestari Munajati, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Lampung Selatan, I Ketut Sukerta, Camat Jatiagung, Kartika Ayu dan Camat Natar, Setiawansyah.

“Tabik Puuuun” ucap Ketut mengawali sambutannya dalam acara ini. Salam khas dari Lampung ini pun langsung disambut oleh para perserta dengan mengucapkan “Iya Puuun”. Ketut menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan BIG sudah dimulai sejak tahun 2016 yang ditandai dengan ditandatanganinya Kesepahaman Bersama pada 13 Mei 2016. Kesepahaman Bersama ini langsung ditindaklanjuti dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama tentang ‘Pembuatan Peta Batas Desa di Kabupaten Lampung Selatan’ pada 15 Juli 2017. Oleh karena adanya keterbatasan dana, pembuatan peta batas desa baru dilakukan di 2 (dua) kecamatan, yaitu Jatiagung dan Natar. Dua kecamatan ini dipilih karena perkembangan kewilayahan di dua kecamatan ini  sangat pesat dibandingkan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Lampung Selatan.

“Keberhasilan pelaksanaan pembuatan peta batas desa di dua kecamatan ini kemudian berbuah manis”, lanjut Ketut. Dengan telah tersedianya citra tegak resolusi tinggi wilayah Kabupaten Lampung Selatan, membuat Kabupaten Lampung Selatan dipilih oleh BIG sebagai kabupaten yang akan dibuatkan peta desanya di tahun 2017 ini. Citra tegak resolusi tinggi ini merupakan salah satu hasil dari Perjanjian Kerja Sama tentang ‘Pembuatan Peta Batas Desa di Kabupaten Lampung Selatan’. Mengakhiri sambutannya Ketut berharap dengan adanya Peta Batas Desa ini Kabupaten Lampung Selatan bisa menjadi kabupaten yang lebih maju dari kabupaten lainnya dan permasalahan-permasalahan batas desa bisa terselesaikan.

Sementara itu,  Kepala Balai Layanan Jasa dan Produk Informasi Geospasial, Retno Wulan juga berkesempatan memberikan sambutan. “Kegiatan diseminasi ini merupakan rangkaian dari kegiatan pembuatan peta batas desa di Kecamatan Jatiagung dan Natar yang sudah dilaksanakan pada tahun 2016”, jelas Retno mengawali sambutannya. Membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pemetaan batas desa merupakan salah satu pelaksanaan amanah yang mesti dilakukan BIG dalam penyelenggaraan informasi geospasial dasar. Menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial, BIG memiliki tugas dan fungsi membangun IG yang dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses. BIG juga berperan sebagai regulator, eksekutor dan koordinator dalam penyelenggaraan IG dan BIG juga berperan sebagai rujukan dalam penyelenggaraan IGT, pembinaan pengintegrasian IGT dan berbagi pakai serta penyebarluasan IG.

Narasumber dalam acara diseminasi ini adalah Fahrul Hidayat, staf Pusat Pemetaan Batas Wilayah yang pada tahun 2016 lalu juga masuk sebagai salah satu tim pemetaan batas desa di Kecamatan Natar dan Jatiagung. Sesuai dengan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016, pemetaan batas desa ini dilakukan secara kartometrik dimana penelusuran/penarikan garis batas pada peta kerja dan pengukuran/perhitungan posisi titik, garis, jarak dan luas cakupan wilayah dilakukan dengan menggunakan peta dasar dan informasi geospasial lainnya sebagai pendukung. Fahrul menyampaikan bahwa pemetaan batas desa dilakukan di 47 desa yang terdiri dari 21 desa di Kecamatan Jatiagung dan 26 desa di Kecamatan Natar. Di Kecamatan Jatiagung sudah dilakukan delineasi terhadap 50 segmen batas dimana hasilnya 37 segmen sudah sepakat dan 13 segmen perlu diklarifikasi ulang karena belum diperoleh kesepakatan. Kemudian di Kecamatan Natar sudah dilakukan delineasi terhadap 57 segmen dimana hasilnya 52 segmen sudah sepakat dan 5 segmen perlu diklarifikasi ulang karena belum diperoleh kesepakatan. Selain itu, BIG juga sudah melakukan delineasi terhadap 9 segmen desa yang berbatasan antar kecamatan dimana hasilnya 7 segmen sudah sepakat dan 2 segmen perlu dikonfimrasi ulang. (ES/TR)