Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Kembali Selenggarakan Diklat Sistem Informasi Geografis Tingkat Dasar

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Dewasa ini Sistem Informasi Geografis (SIG) sudah menjadi hal yang sangat diperlukan untuk berbagai kepentingan. Tidak hanya untuk perencanaan tata ruang, SIG kini juga sangat diperlukan oleh berbagai Kementerian/Lembaga (K/L), dan akademisi. Hal tersebut tentunya sejalan dengan kebutuhan akan sumberdaya manusia (SDM) yang kompeten dan menguasai SIG. Keberadaan SDM tersebut sangat dibutuhkan terutama dalam mengoperasikan perangkat SIG dan mengelola Informasi Geospasial (IG) pada masing-masing instansi.

Sebagai badan yang menjadi penyelenggara tunggal IG Dasar (IGD) di Indonesia, Badan Informasi Geospasial (BIG), sesuai dengan amanat yang terkandung dalam Undang-Undang nomor 4 Tahun 2011 tentang IG, memiliki tugas untuk menyelenggarakan pembinaan dan peningkatan kualitas SDM di bidang IG. Hal tersebut diwujudkan dengan adanya Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Geospasial BIG yang menyelenggarakan kegiatan diklat di bidang IG bagi para pemerintah daerah, K/L, swasta, maupun akademisi yang berniat untuk memperdalam pengetahuannya tentang IG. Salah satu materi diklat yang kerap diselenggarakan adalah diklat Sistem Informasi Geografis (SIG). Ada 2 jenis diklat SIG yang dilaksanakan, yaitu SIG Tingkat Dasar dan SIG Tingkat Lanjut. Pada Senin, 15 Februari 2016, BIG kembali mengadakan diklat SIG Dasar yang akan berlangsung mulai tanggal 15 hingga 26 Februari, bertempat di Ruang Kelas Balai Diklat Geospasial BIG.

Acara pembukaan diawali dengan pembacaan laporan oleh Enjang Faridl, Kepala Seksi Perpustakaan dan Sarana Balai Diklat Geospasial BIG. Dalam laporannya, Enjang menyebutkan jumlah peserta yang mengikuti diklat SIG kali ini sebanyak 23 peserta. Para peserta merupakan perwakilan dari: (1) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten OKU Selatan, (2) Bappeda Kabupaten Lahat, (3) Bappeda Kabupaten Buleleng, (4) Dinas Kehutanan Kabupaten Belu, (5) Bappeda - SPM Kabupaten Bangka Tengah, (6) Bappeda PM OKU Selatan, (7) Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banggai Laut, (8) Bappeda Kota Palangka Raya, (9) Puslitbangtek KEBTKE, (10) Dibas Pendapatan Daerah Kota Palangka Raya, (11) Bandiklat Pegawai Kabupaten Bengkalis, dan (12) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Dalam laporan tersebut disampaikan bahwa pelatihan ini berlangsung setiap harinya selama 45 menit dalam 10 hari kerja.

Pada diklat SIG Tingkat Dasar ini, peserta akan mendapatkan berbagai materi tentang SIG Tingkat Dasar. Materi tersebut antara lain Pengetahuan Peta, Sistem Koordinat dan Proyeksi Peta, Konsep Dasar SIG, Pengantar Perangkat Lunak SIG, Pemasukan Data Spasial, Aplikasi GPS untuk SIG, Konsep Dasar Sistem Manajemen Basis data, Manajemen Basis Data Atribut, Penelurusan Basis Data, Pengenalan Analisis Spasial, Penyajian Informasi Geospasial, Tata letak Peta, serta Kebijakan Informasi Geospasial. Enjang menyatakan tujuan dari diklat SIG Dasar ini adalah untuk membekali peserta diklat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi SIG yang nantinya peserta mampu membangun basis data geospasial, mengolah dan memanipulasi basis data geospasial, serta menyajikan informasi geospasial. Turut hadir untuk membuka diklat adalah Kepala Balai Layanan Jasa dan Produk, Bambang Joko Pratondo. Ia juga menyampaikan harapannya agar acara diklat dapat berlangsung dengan lancar, dan peserta bisa mendapatkan pengetahuan tentang SIG lebih dalam.

Acara kemudian berlanjut dengan sambutan yang dibawakan oleh Kepala BIG, Priyadi Kardono. Ia menyambut dengan hangat kedatangan para peserta yang menyempatkan diri datang ke BIG untuk mempelajari tentang SIG Tingkat Dasar. Ia sangat mengapresiasi kehadiran para peserta yang datang untuk menjalankan diklat tersebut. Ia menyatakan bahwa saat ini pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menyertakan IG dalam perencanaan pembangunan sehingga  IG sangat dibutuhkan dalam memantau pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Priyadi berharap peserta yang mengikuti diklat ini dapat mengaplikasikan apa yang didapatkan dalam diklat tersebut di intansi masing-masing. Acara pembukaan kemudian diakhiri dengan penyematan tanda pengenal kepada perwakilan peserta, kemudian berfoto bersama di depan gedung Balai Diklat Geospasial BIG. (RQ/LR)