Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Ikuti Training Sistem Inovasi Nasional dan Entrepreneurship ke Swedia

Lund-Swedia, Berita Geospasial BIG - Inovasi sangat dibutuhkan oleh semua negara, terlebih negara Indonesia yang masih terus membangun, dengan banyaknya inovasi yang diperoleh maka akan memajukan bangsa dan negara Indonesia di kancah internasional. Inovasi dipadukan dengan entrepreneurship, akan menjadi suatu sistem yang sangat optimal. Untuk itu BIG turut serta  mengirimkan stafnya untuk mengikuti training sistem inovasi dan entrepreneurship di negara yang telah banyak menciptakan inovasi dan entrepreneur, Swedia.

Training tersebut merupakan Program Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dalam rangka mengembangkan kerjasama iptek dan perguruan tinggi antara Indonesia-Swedia. Training yang bertajuk "Two Weeks Training on Innovation Systems and Entrepreneurship" ini diikuti oleh 24 peserta yang berasal dari Kemenristekdikti, sebagai pendamping,  berbagai perguruan tinggi (UI, ITB, UNDIP dan UTS), lembaga pemerintah (BIG, BSN, BMKG, LPDP), dan kelompok swasta (MITI). Sumber pendanaan kegiatan ini berasal dari Program Pendidikan Non-Gelar (Tailor Made Courses) RISET-Pro, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, RI.

Pelatihan ini diadakan bekerjasama dengan Universitas Lund, sebagai implementasi MoU antara Negara Swedia dengan Negara Republik Indonesia yang ditandatangani oleh kedua pimpinan negara pada tahun 2013. Pelatihan yang berisikan materi yang diarahkan untuk membekali peserta melakukan kerjasama inovasi secara maksimum, hingga khususnya dapat memberikan hasil terbaik bagi Indonesia saat berkolaborasi dengan pihak Swedia khususnya dan menjadi agen pelaku inovasi di dalam negeri, dilaksanakan di Lund, Swedia pada 24 November - 05 Desember 2014. Diharapkan, hasil kegiatan ini akan meningkatkan pengetahuan untuk menciptakan sistem inovasi daerah maupun nasional untuk meningkatkan daya kompetisi produk Indonesia, demikian dikatakan Nada Marsudi, Asisten Deputi Jaringan Iptek Internasional, Kemenristekdikti. "Peserta yang dipilih dari perwakilan berbagai institusi diharapkan dapat berkolaborasi untuk membangun sistem triple helix model, baik dengan sesama institusi dalam negeri maupun institusi di Swedia untuk menciptakan iklim inovasi yang kondusif bagi pembangunan Indonesia, khususnya dalam bidang ekonomi," ujar Nada lebih lanjut.

Dalam pelatihan ini peserta pelatihan belajar langsung dari elemen triple helix, tetra helix bahkan penta helix di Swedia, yaitu elemen akademisi yang diwakili oleh Lund University, Pemerintah Negara Swedia secara umum dan Pemerintah Kota Lund khususnya, dan praktisi baik bisnis maupun intermediasi iptek serta community dan non profit element.  Kesemuanya itu menjelaskan  bagaimana membangun sistem inovasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui entrepreneurship.

Untuk itu, ujar Titiek Suparwati Sekretaris Utama BIG, BIG turut mengirimkan stafnya untuk mengikuti training ini.  Ini kesempatan yang sangat baik bagi BIG untuk lebih mengembangkan BIG dalam berinovasi untuk bangsa, dengan memanfaatkan data dan informasi geospasial.  Banyak inovasi yang dilakukan BIG antara lain dalam membangun infrastruktur informasi geospasial, ini telah memenuhi kaidah ABGC (Akademisi, Bisnis, Government dan Community), hanya masih perlu ditingkatkan lagi agar manfaat informasi geospasial benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Kita ketahui bersama bahwa Swedia merupakan negara seluas Pulau Sumatera dengan jumlah penduduk hanya 9 juta jiwa, awalnya merupakan negara miskin di Eropa, namun berhasil dinobatkan sebagai negara paling inovatif kedua oleh Global Innovation Index. Swedia telah menjadi pusat inovasi teknologi-teknologi mutakhir dan merupakan penemu Ginjal Buatan, Bluetooth, Skype, TetraPak, dan Spotify. Swedia juga memilki perusahaan-perusahaan multinasional yang telah menembus pasar internasional diantaranya Sony-Ericsson, Volvo, Electrolux, dan Sandvix. Swedia tidak hanya terkenal dalam dunia teknologi namun juga dunia fashion, perabotan, dan musik. IKEA, yang produknya juga sudah masuk ke Indonesia merupakan market leader dalam perabotan dan perlengkapan rumah.

Semua keberhasilan sistem inovasi tersebut tentu didukung oleh kualitas pendidikan, penelitian dan pengembangan yang telah berjalan dengan sangat baik di Swedia. Penerapan teknologi tepat guna juga memberikan andil dalam penemuan inovasi yang lebih baru. Swedia melakukan investasi besar-besaran dalam bidang research and development, sehingga mengantarkan Swedia menjadi negara yang sangat inovatif. Contohnya melalui hasil-hasil riset yang diimplementasikan menjadi produk komersial muncul banyak perusahaan dan entrepreneur di Swedia yang dapat menciptakan lapangan kerja, memperbaiki taraf hidup, dan kesejahteraan masyarakat. Entrepreneurship merupakan kunci pertumbuhan ekonomi suatu negara, maka Swedia juga mengerahkan berbagai upaya untuk men-support tumbuhnya perusahaan-perusahaan baru di Swedia, melalui lembaga Ventura Cup, Inkubator Bisnis, Media Evolution, dan sebagainya. Semua kondisi ini menjadi daya tarik utama bagi Indonesia untuk bekerjasama dengan Swedia, dengan salah satunya belajar sistem inovasi dan entrepreneurship dari Swedia. (TR)