Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Ikuti Pameran Pekan Nasional Perubahan Iklim

Jakarta, Berita Geospasial - Hari Lingkungan Hidup sedunia ditetapkan tanggal 5 Juni 1972 dan dilaksanakan serentak mulai 5 Juni 1974. Pada tahun 2017, Hari Lingkungan Hidup diperingati di Indonesia dengan tema “Connecting People to Nature”. Hari Lingkungan Hidup menjadi elemen penting yang digunakan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meningkatkan kesadaran tentang lingkungan serta mendorong perhatian dan tindakan politik di tingkat dunia. Peringatan ini dipandang penting sebagai kesempatan bagi semua orang untuk menjadi bagian aksi global dalam menyuarakan proteksi terhadap Bumi, pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan gaya hidup yang ramah lingkungan, serta sebagai ruang introspeksi kondisi lingkungan secara berkala.

Pada tanggal 2-4 Agustus 2017, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup menyelenggarakan Pekan Nasional Perubahan Iklim yang berpusat di Kompleks Manggala Wanabhakti dengan rangkaian acara dari kegiatan Hari Lingkungan Hidup Nasional. Acara yang bertema “Menerjemahkan Nationally Determined Contribution (NDC) Menjadi Aksi (Translating NDC into Actions)” ini terdiri dari pertemuan high level event dari Kementerian/Lembaga (K/L) tentang kemajuan implementasi Paris Agreement, pemberian penghargaaan Proklim dan anggota Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api berprestasi, sosialisasi Sistem Registri Nasional (SRN), dan Program Kampung Iklim (PROKLIM), dialog interaktif, perlombaan, show case best practice terkait perubahan iklim dan lembaga terkait.

Presiden Joko Widodo menghadiri dan membuka rangkaian Pekan Nasional ini. “Jangan kita berpikir rutinitas, monoton, tidak pernah membuat terobosan. Sekian tahun ini mohon maaf pengelolaan hutan kita berada di posisi tidak ada pembaruan," ujar Jokowi. Presiden juga menyatakan mengetahui jelas orientasi-orientasi proyek kehutanan selama ini. Namun, tidak mengungkapkannya. "Jangan lagi ada program atau rencana yang orientasinya proyek. Hentikan itu. Kita blak-blakan saja. Kalau saya buka satu-satu ramai semua," tambah Presiden. Program seperti ini mengakibatkan hutan dan alam Indonesia semakin lama semakin sedikit sebab tidak adanya pengaturan perizinan yang baik. "Jangan asal orang datang diberi. Udah itu setop. Ini kawan saya semua tapi kalau enggak setop hati-hati," ujar Presiden Joko Widodo.

Selain itu, tidak adanya terobosan menyebabkan tingkat kemiskinan kepada masyarakat sekitar hutan Indonesia masih tinggi. Padahal, seharusnya hutan menyejahterakan masyarakat. Seperti contoh di Swedia dan Finladia, disana hutan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitarnya. Presiden Jokowi menginginkan hal itu juga bisa terjadi di Indonesia asalkan Kementerian LHK dan seluruh pemangku kepentingan berani membuat terobosan seperti agroforesty (wanatani) yang selama ini tidak pernah ditangani serius. "Kita sekali lagi butuh tingkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Mulai saat ini saya minta dikerjakan serius," tutup Presiden Jokowi

Pada Pekan Nasional ini juga diselenggarakan Rapat Kerja Nasional Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2017 dengan tema “Untuk Hutan, Lingkungan dan Perubahan Iklim Berkeadilan”. Rapat dihadiri oleh Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Bidang Polhukam Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang PMK Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PPN/Kepala BAPPENAS Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur LEMHANAS RI, Duta Besar, Kepala LPNK, Gubernur, Walikota, Sekretaris Jenderal dan Dirjen beberapa kementerian, Panglima TNI, dan beberapa undangan.

Selain menghadiri Rapat Kerja Nasional, Badan Informasi Geospasial juga mengikuti Pameran di Gedung Manggala Wanabakti. Pameran Lingkungan Hidup dan Kehutanan diikuti berbagai Kementerian/Lembaga dari sektor-sektor terkait. Badan Informasi Geospasial menampilkan Peranan BIG dalam Perubahan Iklim, Informasi Geospasial Dasar, Pemetaan Dasar Skala Besar, Pemetaan Multirawan Bencana, Pemetaan Cadangan Karbon di Lahan Gambut, Ina-Geoportal, dan Manajemen Data dan Informasi Geospasial. Selain memamerkan dan membagikan produk geospasial dari BIG, pengunjung pun juga antusias memainkan Geospatial Games milik BIG. (ME/TR)