Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Diseminasikan Pemanfaatan IG untuk Mendukung Pembangunan Nasional di Unisla Lamongan

Lamongan. Berita Geospasial - Badan informasi Geospasial (BIG) sebagai penyelenggara Informasi Geospasial (IG) di Indonesia senantiasa proaktif dalam memperkenalkan akan pentingnya IG untuk banyak hal dalam kehidupan manusia ke banyak kalangan. Diantaranya adalah ke kalangan akademisi seperti ke Universitas Islam Lamongan (Unisla). Acara Diseminasi IG kali ini mengambil tema “Pemanfaatan Informasi Geospasial untuk Mendukung Pembangunan Nasional” yang diselenggarakan di Aula Kampus Unisla di Kota Lamongan Jawa Timur yang diadakan pada Senin, 27 Nopember 2017.

Dosen dan mahasiswa Unisla yang hadir mengikuti acara diseminasi yang diselenggarakan BIG berasal dari Jurusan Teknik Sipil, Peternakan, Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan, Teknik Informatika serta sebagian dari Fakultas Perikanan, Fakultas Agama Islam dan Fakultas Hukum dengan total sekitar 120 orang. Ini semua BIG adakan untuk lebih mengenalkan peran IG dengan BIG sebagai penyelenggaranya dengan cara jemput bola supaya bisa lebih dekat dengan pihak akademisi.

Mengawali acara, Sekretaris Utama BIG Titiek Suparwati dalam sambutannya mengatakan bahwa acara diseminasi IG ini diadakan BIG bekerja sama dengan anggota komisi VII DPRI yang menjadi mitra BIG di DPR RI. BIG adalah instansi yang dulunya bernama Bakosurtanal berdasarkan UU No. 4 tentang IG tahun 2011.

Titiek berharap agar ada sinkronisasi dan koordinasi dengan pihak Unisla karena IG digunakan untuk berbagai hal dalam kehidupan ini. Harapannya, di Unisla dibuka jurusan terkait Sistem Informasi Geografis untuk mendukung kebutuhan akan SDM di bidang IG. Ini karena BIG terus berusaha memberikan dukungan sebesar-besarnya untuk pembangunan nasional yang mana fokus pembangunan sekarang ini diantaranya dalam hal pengembangan wilayah dan kemaritiman. Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pengawasan mutlak memerlukan IG yang andal, mudah diakses serta terintegrasi.

“Untuk mewujudkan hal itu, kita memerlukan satu data yang dikelola dan berkelanjutan, yang terintegrasi berupa data statistik, data spasial dan data lainnya. Hari ini BIG datang dengan membawa data spasial atau bahasa populernya adalah peta. Ini digunakan untuk mendukung pembangunan. BIG insya Allah akan datang kembali memperkenalkan Sistem Informasi Geografis dengan mengadakan diklat di Lamongan”, ungkapnya.

Terakhir, Titiek menyebutkan bahwa sekarang ini ada program pemetaan desa. Kegiatan ini untuk menjadikan desa-desa menjadi maju. Di Lamongan sendiri ada sekitar 457 desa. Itu semua bisa lebih mudah disajikan dalam bentuk peta. Pemetaan tata ruang berbasis wilayah sangat diperlukan. Semoga acara ini dapat memberikan banyak manfaat bagi kita semua.

Sementara itu, Ismanto Bakti sebagai Staf Ahli yang mewakili Anggota Komisi VII DPR RI Nasrul Falah Amru daerah pemilihan Lamongan dan Gresik menyampaikan permohonan maafnya karena Nasrul Falah berhalangan hadir di acara diseminasi di Unisla. Nasrul Falah yang sedang berada di Lombok NTB terkendala tidak bisa hadir karena ditutupnya sementara jalur penerbangan dari Lombok karena erupsi Gunung Agung di Bali. Namun Nasrul falah berpesan agar mahasiswa Unisla dapat memanfaatkan baik-baik forum ini. Dirinya mengajak BIG ke kampus Unisla ini untuk lebih mengenalkan IG di Lamongan. “BIG dengan perannya silakan dipelajari supaya bisa menyampaikan ke yang lain” pesannya. 

Hadir membuka acara secara resmi adalah Rektor Unisla Bambang Eko Muljono. Dalam sambutannya Bambang mengatakan bahwa ada pepatah jawa mengatakan “dunyo ora segodong kelor/ dunia tidak selebar daun kelor” yang maksudnya adalah dunia ini dengan adanya IG bisa dengan mudah bisa diakses.

Dalam sambutannya, Bambang berpesan agar mahasiswa Unisla terutama mahasiswa TI harus mengetahui IG, demikian juga dengan mahasiswa perikanan, peternakan dan lain sebagainya. Untuk memetakan wilayah jika dengan materan, akan butuh waktu yang lama, tapi dengan SIG, akan lebih cepat dan lebih akurat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BIG dan anggota komisi VII DPR yang telah membawa BIG ke Lamongan. Data angka tentang Lamongan jika diintegrasi dengan IG akan lebih bernilai guna. Mahasiswa dari jurusan apa aja, ilmu tentang IG ini banyak terkait dengan jurusan yang anda pelajari. Saya berharap agar acara ini bisa dimanfaatkan secara optimal karena ke depan, anda anda yang akan melanjutkan pembangunan negeri ini. Dengan IG, data itu bisa diketahui. Indonesia dengan segala potensinya bisa ditamlikan dan dilihat dengan IG”, pungkasnya.

Secara seremonial, acara dilanjutkan dengan serah terima cindera mata dari dan oleh Sekretaris Utama BIG kepada Rektor Unisla dan Anggota Komisi VII DPR RI. Masuk ke acara inti, Kepala BIro Perencanaan, Kepegawaian dan Hukum (PKH) BIG, F. Wahyutomo hadir sebagai moderator. BIG merupakan LPNK yang satu rumpun dengan LAPAN, BATAN, LIPI dan yang lainnya berada di komisi VII DPRI RI. Itulah yang mendasari diadakannya acara diseminasi IG di Unisla lamongan ini. IG merupakan hak dasar manusia indonesia. Jokowi telah mengumumkan bahwa pembangunan indonesia itu akan lebih efektif dan efisien jika berdasarkan IG.
 
Presentari pertama dibawakan oleh Fuad Hasyim dari Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PTRA) BIG membawakan materi presentasi tentang Nilai Strategis Kabupaten Lamongan Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Jawa Timur. Tata ruang wilayah mutlak memerlukan peta. Disinilah peran BIG bermain. Kabupaten Lamongan, berdasarkan Tata Ruang Propinsi Jatim, Gresik dan Lamongan termasuk Kawasan Stategis Agro Industri Perikanan. Lamongan termasuk wilayah yang strategis.

Fungsi rencana tata ruang dijadikan sebagai acuan pembangunan jangka panjang dan menengah wilayah, investasi, perizinan, pedoman rencana rinci atau detail tata ruang yang mutlak memerlukan peta skala besar. Fungsi IG dalam penyusunan rencana tata ruang diantaranya untuk analisis keruangan dan bencana. Dengan peta bisa diketahui perubahan wilayah itu seperti apa dalam kurun waktu tertentu.

“Wilayah Lamongan dilihat dari aspek kewilayahan memiliki nilai strategis dari perencanaan tata ruang wilayah Jawa Timur yakni masuk dalam KSP Segitiga Emas, Agroindustri Gelang dan Gerbangkertosusilo (KSN). Oleh karena itu, kebutuahan akan IG yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan mutlak diperlukan dalam rangka pengendalian rencana tata ruang untuk mengidentifikasi konflik-konflik sosial”, pungkas Fuad.

Presenter terakhir Muhammad Haidar dari Pusat Pemetaan Integrasi Tematik (PPIT) BIG membawakan materi bertema Kebijakan Satu Peta IG Sebagai Instrumen Penyelenggaraan dan Pemanfaatan IG. Dalam presentasinya, Haidar menjelaskan bahwa IG tidak selalu berupa peta, bentuk lain adalah misalkan Uber, Gojek dan lain sebagainya. Itu bentuk lain dari IG. Kata kuncinya ada posisi driver dan posisi kita berada sehingga bisa diprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan.

BIG adalah lembaga yag menjadi penyelenggara IG Dasar. Untuk peta tematik, pelaksanaannya sudah habis dibagi ke kementerian/ lembaga (K/L). Kebijakan Satu Peta (KSP). Posisi peta untuk pembangunan nasional itu seperti apa? Yaitu penyediaan data statistik dari K/L yang ditampilkan dalam IG dengan BIG sebagai penyelenggaranya. Konsep dasar KSP adalah berupa satu referensi, satu geoportal, satu standar dan satu database. Tumpang tindih perizinan yang sangat kompleks akan mudah disederhanakan dengan adanya IG. (ATM/AD)