Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Buat 1.000 Lubang Resapan Biopori Turut Sukseskan Gerakan 5 Juta Biopori di Kawasan Bogor

Cibinong, Berita Geospasial BIG -  Setelah dilakukan senam bersama pagi itu Jumat 9 Oktober 2015, maka dilakukan pembuatan lubang resapan biopori.  BIG membuat sebanyak 1.000 lubang resapan biopori agar lingkungan BIG yang hijau dapat lebih banyak lagi menyerap air, sehingga dapat mempertahankan sumber daya air di lingkungan BIG. 

 

Acara ini dibuka oleh Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik (IGT) BIG, Nurwadjedi, mewakili Kepala BIG. Dalam sambutannya, Nurwadjedi mengumumkan bahwa setelah acara senam bersama ini, akan diadakan pembuatan lubang resapan biopori. Hal tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor yang mencanangkan kegiatan Pembuatan 5 Juta Lubang Resapan Biopori dimana BIG akan membuat 1.000 lubang resapan biopori di wilayah Kantor BIG.

 

Para peserta setelah senam bersama yang telah mengenakan slayer dengan 4 warna mereka dibagi menjadi empat kelompok berbeda berdasarkan warna slayer yang sama.  Pembagian kelompok berdasarkan warna slayer ini dilakukan untuk membagi kelompok pembuatan lubang resapan biopori. Acara pembuatan lubang resapan biopori ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Ronny Sukmana, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) penemu teknologi lubang biopori, Prof. Kamir R. Brata dan juga Ketua Bogor Sahabat, Zain Sitepu beserta timnya. Sebelum peserta bersama-sama membuat lubang resapan biopori, Zain Sitepu memberikan sambutan singkat dan memperkenalkan Komunitas Bogor Sahabat sebagai komunitas penggiat dan relawan lubang resapan biopori kepada para peserta. Adapun Bogor Sahabat menghimpun dan mengajak masyarakat untuk membuat lubang resapan biopori.

 

Dalam sambutannya, Zain menyatakan pula bahwa lubang resapan yang akan dibuat mampu menyerap dan menampung sebanyak 3 liter air per menit ketika hujan deras. Selain itu lubang resapan biopori juga mampu menyerap sampah sebanyak 6 liter sampah dan sudah teruji. Sampah tersebut bisa menjadi pupuk organik dan menjadi makanan bagi binatang-binatang yang hidup di dalam tanah. Lubang yang akan dibuat ini pula bisa menjadi tempat untuk mendepositkan air kembali ketika musim hujan tiba. "Kami berharap kegiatan ini bisa jadi gerakan bersama dan bisa dibuat di rumah masing-masing dan bisa disebarluaskan ke keluarga dan orang-orang terdekat," ujarnya.

 

Selanjutnya adalah pengarahan dan penjelasan singkat oleh Prof. Kamir R. Barta yang merupakan penemu lubang resapan biopori ini. Prof. Kamir menjelaskan tentang tata cara pembuatan lubang resapan biopori dan juga menyebutkan alat-alat apa saja yang dibutuhkan. Ia tidak menganjurkan untuk memperkuat dinding lubang dengan pipa pralon karena air tidak akan bisa diserap dan menyebar di dalam dinding tanah. "Setelah membuat lubang pun, tidak boleh ditinggal begitu saja", demikian ditekankan Prof. Kamir. Lubang harus tetap dirawat dan diisi dengan sampah-sampah organik seperti daun-daun kering atau bekas pemotongan rumput.

 

Setelah penjelasan singkat tentang cara pembuatan lubang resapan biopori, para peserta pun segera menuju tempat-tempat yang sudah disediakan oleh panitia. Keempat kelompok yang sudah dibentuk ditempatkan di beberapa lokasi bebeda untuk membuat lubang resapan biopori, agar target membuat 1.000 lubang resapan biopori dapat segera terpenuhi. Semangat peserta tidak berkurang meski panas matahari semakin menyengat. Mereka dengan sangat antusias memenuhi Kantor BIG dengan lubang-lubang biopori.  Semoga kegiatan pembuatan lubang resapan biopori yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat dan menjadi salah satu upaya untuk menjaga bumi demi kelangsungan hidup di masa depan. Dan diharapkan lubang resapan biopori yang telah dibentuk akan dirawat dan berguna untuk menjaga kelestarian lingkungan dan air di BIG. (QA/LR/TR)