Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Bersama DPR-RI Komisi VII Melaksanakan Diseminasi Informasi Geospasial di Ciampea Bogor

Bogor, Berita Geospasial - Pada 26 Februari 2018, bertempat di Balai Desa Benteng Kecamatan Ciampea Bogor, Badan informasi Geospasial (BIG) bersama dengan Komisi VII DPR-RI mengadakan Diseminasi Informasi Geospasial dengan tema “ Peranan Informasi Geospasial dalam Pembangunan”.  Kegitan ini diprakarsai oleh Anggota Komisi VII DPR-RI Fraksi Golongan Karya, KH. Nawawi Saleh Bersama dengan Badan Informasi Geospasial dalam hal ini Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial (PSIKIG) serta Kecamatan Ciampea Bogor. Kegiatan ini dihadiri oleh para petangkat Desa, PKK dan warga desa wilayah Ciampea Bogor.

Kegiatan ini merupakan kegiatan Diseminasi IG bersama dengan DPR yang sebelumnya juga telah dilakukan di berbagai daerah di antaranya di Tuban, Jawa Timur dan Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan ini dibuka oleh Perwakilan Camat Ciampea, Yogi SM. Pada sambutannya, Yogi mengatakan BIG merupakan lembaga yang penting. Lembaga ini adalah lembaga pemerintah yang membuat peta atau informasi geospasial. Salah satu fungsi peta adalah untuk mengetahui wilayah baik potensi atau sumberdaya dan lainnya. Sementara itu Kepala Desa Benteng Ciampea, menyampaikan terima kasih kepada BIG dan Anggota DPR-RI Komisi VII yang telah mengadakan kegiatan Diseminasi IG di Desa Benteng. Kegiatan ini dapat menambah wawasan masyarakat terkait informasi geospasial atau pemetaan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari BIG oleh Kepala Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial, Suprajaka, yang menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan Diseminasi IG. BIG telah memetakan Batas Desa seluruh Bogor termasuk Kecamatan Ciampea. Data ini sangat berguna untuk mengetahui luasan wilayah baik desa, kecematan maupun seluruh Kabupaten. Dengan adanya data dan informasi geospasial potensi yang ada di wilayah Ciampea ini dapat dimasukan ke peta misalnya wilayah ini ada sentra produk kripik jengkol dan informasi potensi menarik lainnya baik wisata alam maupun wisata kuliner. Selain infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan dan lain-lain  Infrastruktur informasi geospasial juga sangat penting untuk percepatan pembangunan, untuk itu infrastruktur informasi geospasial harus dikembangkan. BIG membuat sistem informasi dalam bentuk peta, untuk itu perangkat pemerintah maupun masyarakat harus lebih memahami peta atau informasi geospasial.

Sementara sambutan anggota Komisi VII DPR-RI Dapil Bogor, KH.Nawawie Saleh mengatakan, BIG merupakan mitra kerja Komisi VII DPR-RI. BIG merupakan instansi yang sangat penting. Lembaga  inilah yang membina dan menyelenggarakan informasi geospasial. Seperti pemetaan batas wilayah mulai dari Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga batas negara. BIG bekerjasama dengan DPR -RI Komisi VII menyelenggarakan Diseminasi di Ciampea, Bogor bertujuan untuk berbagi ilmu terkait informasi geospasial atau pemetaan.

Pada kegiatan diskusi hadir sebagai narasumber dari BIG adalah Kepala Pusat Penelitian, Promosi dan Kerjasama, Wiwin Ambarwulan, BJ. Pratondo (PPIT) dan Yeni Hutasoit (PPIG). Pada paparan tentang Profile BIG Wiwin mengatakan, BIG adalah lembaga pembina dan penyelenggara IG hal merujuk pada Undang-Undang No.4 Tentang Informasi Geospasial Tahun 2011. Sebelum ada UU IG, semua instansi buat peta sendiri-sendiri dengan rujukan yang berbeda-beda. Saat ini semua instansi merujuk kepada IGD BIG. Selanjutnya Wiwin mengatakan, peta sangat penting dalam perencanaan pembangunan, peta merupakan investasi, tanpa peta pembangunan akan tidak efisien dan tidak tepat sasaran. Dengan adanya peta maka pembangunan akan tepat sasaran, efektif dan efisien. Pada kegiatan ini juga BIG menampilkan pameran mini yang menampilkan produk BIG baik buku, majalah dan informasi grafis terkait tugas BIG seperti Ina-Geoportal dan Kebijakan Satu Peta. (YI/NU)