Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Berikan Penjelasan Informasi Geospasial Kepada Warga Tajur Halang Bogor

Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Berita Geospasial - Pada tanggal 3 September 2018, Badan Informasi Geospasial (BIG) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Informasi Geospasial (IG) bertempat di Tajur Halang, Kabupaten Bogor dengan tema ““Sinergi Bersama Mewujudkan Satu Peta”. Acara dilaksanakan di Gedung Serba Guna Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor. Acara ini diselenggarakan oleh BIG dengan mitra kerjanya Komisi VII DPR RI.

Diseminasi ini dihadiri oleh kurang lebih 100 orang yang terdiri atas : masyarakat, tokoh masyarakat setempat, serta akademisi. Diseminasi IG dihadiri oleh : Sekretaris Camat Tajur Halang, Pardi, mewakili Camat Tajur Halang, Kabupaten Bogor; sementara dari BIG hadir F. Wahyutomo, Kepala Biro Perencanaan, Kepegawaian dan Hukum (PKH) BIG; Nursugi, Kepala Bidang Penelitian; dan Dadang Arifin Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Geospasial BIG.

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Tajur Halang, Pardi, mengatakan BIG merupakan lembaga yang penting. “Lembaga ini adalah lembaga pemerintah yang membuat peta atau informasi geospasial. Salah satu fungsi peta adalah untuk mengetahui wilayah baik potensi atau sumberdaya lainnya”, tuturnya. Pardi menyampaikan pula rasa terima kasihnya kepada BIG dan Anggota DPR-RI Komisi VII yang telah mengadakan kegiatan Diseminasi IG di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor ini. Diungkapkan pula harapannya agar kegiatan ini dapat menambah wawasan masyarakat terkait IG atau pemetaan.

Kemudian dari BIG, Kepala Biro PKH, F. Wahyutomo dalam sambutannya menyebutkan bahwa BIG adalah lembaga pemerintah yang mengurusi ruang kebumian di Indonesia. “Dalam rangka mengenal NKRI maka kita pun harus mengenal data spasial. Untuk mengenal wilayah NKRI, dibutuhkan informasi-informasi spasial yang menjelaskan mengenai ilmu kebumian tentang wilayah NKRI,” jelasnya kepada para peserta.

Sementara itu, Primus Yustisio, Anggota Komisi VII DPR RI, menjelaskan bahwa BIG adalah mitra kerja Komisi VII DPR RI, BIG kerja utamanya adalah membuat peta. “Banyak peta yang dibuat, makanya perlu sinergi dalam satu peta”, ungkapnya. Primus mengajak masyarakat, khususnya warga Tajur Halang untuk mempelajari Informasi Geospasial. Ia berharap dengan adanya acara diseminasi ini masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang Informasi Geospasial, dan BIG bisa menjelaskan mengenai Informasi Geospasial kepada masyarakat, sehingga apa yang disampaikan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Setelah itu acara diseminasi dimulai dengan pembukaan oleh Sri Hartini, Kepala Bidang Pemetaan dan Integrasi Tematik Laut BIG. Hartini yang bertugas sebagai moderator pada hari itu mengundang para pemateri untuk tampil ke depan. Materi diawali dengan penjelasan dari Kepala Bidang Penelitian BIG, Nursugi. Ia menjelaskan tetang profil BIG, dengan didasarkan pada Undang-Undang no. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.

Dilanjutkan dengan materi dari BJ. Pratondo, Pusat Pemetaan Integrasi Tematik (PPIT) BIG. Dalam presentasinya, Ia menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara besar dengan luas wilayah sekitar  8,3 jt km2. Luas wilayah yang sangat besar ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat dengan menggunakan IG/ peta.  Namun pada praktiknya, peta yang ada dari K/L itu beragam bentuk, standar dan lain sebagainya. Oleh karena itu, lahirlah Kebijakan Satu Peta (KSP). Ada 3 tahapan dalam mewujudkan KSP, yaitu : tahap kompilasi, integrasi, dan sinkronisasi. Dimana pada tahap kompilasi dilakukan pengumpulan peta tematik oleh K/L, lalu integrasi adalah overlay peta tematik ke atas peta Rupabumi Indonesia (RBI) skala 1:50.000, dan memastikan kesesuaian antara peta tematik dan peta dasar. “Sementara sinkronisasi adalah superimpose, analisa tumpang tindih antar peta tematik yang telah terintegrasi dan penyelesaian isu terkait tumpang tindih peta”, jelasnya.

Pemateri terakhir pada acara diseminasi hari itu adalah Dadang Arifin, dari Balai Diklat Geospasial BIG. Dalam presentasinya, Dadang menyebutkan bahwa Balai Diklat Geospasial BIG mengadakan beragam jenis pelatihan IG/pemetaan untuk mengedukasi masyarakat dengan beragam keterampilan teknis terkait IG, diantaranya adalah Diklat Surta, SIG, penetapan batas, dan lain sebagainya.

Pada sesi tanya jawab, cukup banyak pertanyaan diajukan kepada para pemateri. Para peserta masyarakat, tokoh masyarakat serta akademisi ini terlihat antusias untuk mengetahui lebih lanjut hal-hal teknis yang terjadi di sekitar mereka terkait IG. Sebelum acara ditutup, dilaksanakan foto bersama antara peserta dan Komisi VII DPR RI. Selain itu, dilakukan pula pemberian peta NKRI serta buku geospasial kepada Anggota Dewan, serta peserta sebagai informasi tentang IG yang akan menjadi wawasan dan pengetahuan peserta tentang apa itu IG. (HH/LR)