Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Bersama Mendukung Pembangunan Daerah

(Bogor, Berita Geospasial) – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2011 tentang Informasi Geospasial (IG), salah satu tugas dasar diantaranya adalah mendorong pengggunaan IG dalam penyelengggaraan pemerintahan dan dalam berbagai aspel kehidupan masyarakat. Salah satu yang dilaksanakan BIG adalah DIseminasi Infromasi Geospasial yang saat ini bekerja sama dengan DPR RI Komisi VII yang mennjadi mitra Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Riset dan Teknologi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Tema diseminasi IG kali ini adalah “Pemanfaatan informasi Geospasial untuk Mendukung Pembangunan Daerah Secara Tepat dan Akurat”. Perwakilan dari anggota DPR RI kali ini adalah H. Achmad Farial yang terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 di Hotel Santika Bogor pada 29 Agustus 2018. Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan yang berhubungan dengan geospasial di Kota Bogor dan masyarakat kota Bogor. Acara ini diawali sambutan oleh Tenaga Ahli DPR RI Komisi VII, H. Andre Bintang. Andre menyampaikan bahwa IG penting diketahui oleh masyarakat. Dengan adanya acara ini masyarakat dapat paham mengenai IG.


Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Bidang Pemetaan Rupabumi Skala Kecil dan Menengah, Agus Hikmat, ST. Agus menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan besar yang terdiri dari ribuan pulau dan didiami oleh ratusan juta penduduk serta memiliki keanekaragaman budaya, adat istiadat, dan bahasa yang berlainan satu sama lain. Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk pengelolaan wilayah seperti Indonesia ini diperlukan IGD yang lengkap dan akurat.

“Saat ini ketersediaan peta RBI skala kecil dan skala menengah sudah meliputi seluruh Indonesia. RBI skala kecil diperlukan oleh pemerintah daerah untuk penyusunan RTWP, sedangkan RBI skala menengah diperlukan untuk penyusunan RTRW Kabupaten/Kota. Untuk penyusunan RDTR diperlukan RBI skala besar. Namun demikian, saat ini ketersediaan peta RBI skala besar masih sangat terbatas. Namun demikian, alhamdullilah untuk lokasi Kabupaten Bogor dan Kota bogor telah tersedia foto udara dengan resolusi tinggi dan peta RBI kala 1:5000. Selain itu CSRT juga telah tersedia untuk seluruh Kabupaten Bogor”, lanjut Agus.

Sebagai penutup sambutan, Agus menyatakan dapat digarisbawahi bahwa IG merupakan salah satu alat dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan kegiatan keruangan. IG sangat penting untuk mendukung upaya pemerataan pembangunan antar wilayah, tidak hanya dalam konteks perencanaan namun pada tataran decision making system. IG juga dapat menyajikan informasi yang diperlukan dalam penanggulangan bencana, pelestarian lingkungan dan pertahanan keamanan. Dalam konteks kebijakan satu peta, IG dapat mengurangi potensi konflik lahan yang sering terjadi selama ini.

Sambil menunggu kehadiran Bapak H. Achmad Farial, acara selanjutnya adalah pemaparan mengenai Pemanfaatan Informasi Geospasial Dasar untuk Mendukung Pembangunan Daerah oleh Kepala Bidang Toponim PPRT BIG, Moh. Fifik Syafiudin, ST, .SC. dengan moderator Ir. R Danoe Soeryamiharja, M.T.  Dalam paparannya Fifik menyampaikan ke peserta bahwa BIG sebagai penyelenggara peta dasar yang berisi tentang objek yang dapat dilihat secara langsung datau diukur dari kenampakan fisik di muka bumi dan yang tidak berubah dalam waktu yang relatif.

Fifik juga mengenalkan kepada peserta desiminasi bahwa salah satu jenis IG dasar adalah Peta Rupabumi atau RBI. Banyak masyarakat tidak mengetahui mengenai delapan tema unsur peta dasar rupabumi. Delapan unsur tersebut adalah garis pantai, hipsografi, perairan, nama rupabumi, batas wilayah, transportasi dan utilitas, bagunan dan fasilitas umum dan penutup lahan. Beliau juga menambahkan mengenai status ketersediaan data rupabumi. Urgensi peta dasar ini menyangkut pembangunan daerah karena sebagai acuan bagi semua peta tematik, sebagai peta dasar dalam penyusunan peta tata ruang wilayah nasional, provinsi, kabupaten/kota dan bagaimana bisa mengetahui batas wilayah.

“IG juga ada di kehidupan sehari-hari kita menggunakan informasi geospasial. Sebagai contoh bagaimana kita menggunakan gojek, menggunakan Google Maps untuk mencari alamat, dan bagaimana Google memanfaatkan gps pengguna handphone untuk mengetahui wilayah mana yang macet lalu lintas ataupun sebaliknya, hal tersebut dibantu dengan informasi geospasial”, ungkapnya”.

Acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama dengan Bapak H. Achmad Farial. Dalam sesi ini, Bapak H. Achmad Farial berharap dengan adanya acara ini dapat mengedukasi masyarakat agar tidak buta geospasial, geospasial sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah khusunya Kota Bogor.

Sesi diskusi dan tanya jawab ini membantu masyarakat lebih paham mengenai produk peta yang dihasilkan BIG. Banyak yang bertanya dimanakah masyarakat bisa mendapatkan peta Kabupaten Bogor. Hal ini dijawab oleh Agus Hikmat. Masyarakat bisa mendapatkan peta khususnya peta rupabumi kabupaten kota Bogor dengan mendatangi BIG ataupun order secara online di info@big.go.id. Agus menambahkan bahwa tidak semua peta dimiliki oleh BIG. BIG hanya memiliki peta dasar, peta tematik bisa didapatkan di kementerian/lembaga yang ditunjuk untuk membuat peta tematik tersebut. Setelah sesi diskusi dan tanya jawab ini, acara ditutup dengan penyerahan cinderamata. (NN/ATM)