Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Sosialisasi dan Diseminasi IG Hadir di Takalar

 photo DSCF4119_zpstgcvcb3a.jpg

Takalar, Berita Geospasial - Geospasial atau ruang kebumian adalah aspek keruangan yang menunjukkan lokasi, letak, dan posisi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu. Informasi Geospasial  merupakan data geospasial yang sudah diolah, sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian.

Kepala Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial (PPIG) Badan Informasi Geospasial (BIG) Khafid mengatakan, ada banyak manfaat bisa diambil dari data Informasi Geospasial (IG) yang akurat. "Ketersediaan data melalui sistem koordinat, salah satunya, dapat memudahkan pemerintah daerah merencanakan dan melaksanakan pembangunan infrastruktur serta sumber daya manusia," lanjutnya saat memberikan sambutan pada 'Sosialisasi dan Diseminasi Informasi Geospasial' di Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis, 12 April 2018.

Hal tersebut 'diamini' Bupati Takalar Syamsari Kitta. Menurutnya, saat ini ada tiga hal yang harus diperbaiki di Kabupaten Takalar, yaitu  kesehatan, pendidikan, dan pendapatan. "Dibutuhkan data akurat untuk mengatasi masalah di Takalar. Ketersediaan dan keakuratan data dapat membantu kami mengetahui apa saja yang dibutuhkan dalam sebuah pembangunan. Kami berterima kasih pada BIG, karena sangat membantu terkait tata ruang," ucapnya.

Hal senada diungkapkan Anggota DPR Komisi VII Tamsil Linrung. Bahwa peran BIG sangat penting dalam mendukung peningkatan pembangunan daerah, terutama dalam hal penyediaan data potensi ruang maupun lokasi dalam sistem koordinat. Adanya data akurat terkait IG, lanjut Tamsil, maka pemerintah daerah bisa mensinkronkan rencana pembangunan dengan kondisi di lapangan. "Peran BIG sangat penting untuk membantu merumuskan kebijakan, perencanaan, hingga pelaksanaan pembangunan," tegasnya.

'Sosialisasi dan Diseminasi Informasi Geospasial' di Takalar diikuti 120 peserta yang terdiri dari mahasiswa, anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Geografi Takalar. Kegiatan ini digelar agar masyarakat lebih paham pentingnya IG.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan terkait Peta Kita oleh Kepala Bidang Penyebarluasan IG Rachman Rifai serta presentasi batas wilayah oleh Analis Data Survei dan Pemetaan Satria Hudaya. Diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan informasi geospasial demi pembangunan daerah. [KES-LR/TR]