Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Seminar Nasional Geomatika 2017

Teknologi di bidang Informasi Geospasial (IG) berkembang sangat pesat. Untuk itu, perlu riset secara terus-menerus terhadap teknologi akuisisi data dan IG untuk memenuhi kebutuhan pembangunan nasional. Untuk memfasilitasi para peneliti bidang IG dalam menampilkan hasil risetnya, Badan Informasi Geospasial (BIG) mengadakan acara Seminar Nasional Geomatika 2017 dengan tema “Inovasi Teknologi Penyediaan Informasi Geospasial untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Acara ini diselenggarakan di Aula BIG pada tanggal 14 November 2017. Terdapat 29 Oral Presentation dan 40 Flash Presentation dari berbagai instansi antara lain KKP, KLHK, BPPT, LIPI dan lain sebagainya yang akan ditampilkan dalam acara ini. Tulisan terbaik akan diterbitkan dalam majalah ilmiah “Globe”.

Acara diawali dengan Gelar Wicara (Talkshow) dengan menghadirkan 3 (tiga) narasumber yaitu :
1.Kepala Badan Informasi Geospasial –  Prof. Dr. Hasanuddin Zainal Abidin, M.Sc
2.Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas – Uke Muhammad Husein, S.Si, MPP
3.Direktur Utama PT. Karvak Nusa Geomatika sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Survei Pemetaan dan Informasi Geospasial (ASPIG) – Sofan Prihadi, ST

Kepala BIG menyampaikan bahwa BIG memiliki 3 (tiga) tugas utama. Yang pertama adalah sebagai Penyeleggara bidang Informasi Geospasial Dasar (IGD) yang saat ini difokuskan pada pemetaan skala besar. Tugas berikutnya adalah kompilasi dan integrasi Peta Tematik  yang diwujudkan dalam One Map Policy (Kebijakan Satu Peta) skala 1:50.000. Dan terakhir adalah mengenai Infrastruktur Informasi Geospasial dalam bentuk berbagi pakai data dan informasi geospasial dalam Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN). Lebih lanjut, Kepala BIG menegaskan bahwa BIG utamanya melayani kegiatan pemerintah. “Fit For Purpose and Money For Program. Sesuai tujuan dengan dibatasi ketersediaan anggaran”, tandas Kepala BIG.

Kondisi terkini Sumberdaya Manusia (SDM) bidang IG disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Survei Pemetaan dan Informasi Geospasial (APSPIG). Beliau menyampaikan bahwa saat ini terdapat 117 perusahaan yang bergerak di bidang survei pemetaan telah bergabung dalam APSPIG. 80% berlokasi di Bandung dan Jakarta, 90% dari seluruh perusahaan tersebut berada di Pulau Jawa, sisanya luar Jawa. Mengenai SDM IG yang telah memiliki sertifikasi, beliau menyampaikan hingga saat ini terdapat 400 orang SDM telah memiliki sertifikat; 250 orang sudah lolos tes sertifikasi, namun sertifikat belum keluar; dan 1100 sertifikasi sedang dalam progress. Total ada sekitar 1000 surveyor berlisensi, lebih dari 1000 asisten surveyor kadastral. “SDM yang masih langka di Indonesia adalah yang menangani fotogrammetri. Jumlahnya masih puluhan, kurang dari 100. Perusahaan yang bergerak di bidang itu baru 6 (enam)”, ungkapnya.

Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemen-PPN/Bappenas) mengatakan bahwa Pendekatan penyusunan Rencana Pembangunan ada 4 (empat), yaitu Teknokratik, Birokratik, Politik dan Partisipatif. Pendekatan yang dilakukan Bappenas lebih cenderung Teknokratik, artinya bersifat akademis dan logis. Beliau juga menyampaikan bahwa modal utama perencanaan adalah Data spasial dari BIG dan Data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Selain itu diperlukan juga pendekatan birokratik – politik dimana pendidikan vokasi harus dipercepat untuk memenuhi kebutuhan SDM IG di Indonesia. Keterbatasan anggaran juga masih menjadi kendala di bidang IG. “Anggaran riset Indonesia baru 0,02% dari APBN. Berbeda jauh dari Korea yang menganggarkan 43% dari APBN mereka. Maka harus digenjot”, papar Kepala BIG.

Dalam talkshow ini diceritakan juga success story Pemotretan udara (UAV) dan Lidar. Sepuluh tahun yang lalu (data tahun 2007) bidang ini 80% dikuasai oleh Pemilik Modal Asing (PMA), namun saat ini kondisi berbalik menjadi 80% dimiliki oleh lokal. Hal ini membuktikan bahwa Bangsa Indonesia dapat mandiri dan berdikari dalam bidang IG. Semoga perkembangan teknologi geospasial di Indonesia dapat semakin meningkat dan pemanfaatan IG di Indonesia juga dapat semakin menyeluruh di setiap lapisan masyarakat.  (RD/LR)