Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Perkuat Kemitraan, BIG, ITERA dan Pemkab Lampung Selatan Tandatangani MoU

Lampung Selatan, Berita Geospasial – Dalam rangka mempererat kemitraan antara BIG dengan Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah, BIG bersama dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menandatanganai Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama. Pada 13 Desember 2017, bertempat di Aula Utama ITERA, MoU dan Perjanjian Kerja Sama ini ditandatangani. Adapun yang ditandatangani antara BIG dengan ITERA adalah MoU tentang “Penelitian, Pemanfaatan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terkait Informasi Geospasial” dan Perjanjian Kerja Sama tentang “Penyelenggaraan dan Pemanfaatan Data Jaring Kontrol Geodesi”. Kemudian antara BIG dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ditandatangani MoU tentang “Penyelenggaraan, Pengambangan dan Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial di Kabupaten Lampung Selatan”. Hadir pada acara ini untuk menandatangani MoU dan/atau Perjanjian Kerja Sama, Kepala Badan Informasi Geospasial, Prof. Dr. Hasanuddin Zainal Abidin; Rektor Universitas Teknologi Sumatera, Prof. Ofyar Z. Tamin; Wakil Bupati Kabupaten Lampung Selatan, Nanang Ermanto; Inspektur BIG, Sugeng Prijadi; dan Ketua Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan Institut Teknologi  Sumatera, Rahayu Sulistyorini.

“Informasi Geospasial sangat berguna baik dalam kegiatan pembelajaran, penelitian dan untuk perencanaan wilayah. Untuk itu kami merasa terpanggil untuk belajar dan bekerja sama dengan BIG,” jelas Prof. Ofyar dalam sambutannya. Pada tahun 2018, di ITERA juga akan dibuka 80 hektare kebun raya. Untuk penyediaan sarana dan prasarana kebun raya akan dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kemudian dari segi vegetasi akan dibantu oleh LIPI. “Kelapa Puan Kalianda (KPK) harus ada di kebun raya ini, jadi dimohon kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk membantu dalam penyediaan vegetasinya” tandas Prof. Ofyar.

Sejalan dengan yang disampaikan Rektor ITERA, Wakil Bupati Lampung Selatan dalam sambutannya juga menyampaikan pentingnya informasi geospasial dalam pemetaan geografis, penataan ruang, pengambilan keputusan dan juga pembuatan kebijakan terkait keruangan bagi Kabupaten Lampung Selatan. “Kami berharap kerja sama ini dapat menghasilkan peta dasar, peta tematik dan peta tata ruang sehingga dapat digunakan dalam pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan” jelas Nanang. Menyambut permohonan dari ITERA, Nanang menyampaikan bahwa pada dasarnya Pemkab Lampung Selatan bersedia membantu hal tersebut, terlebih ITERA merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Dalam sambutannya Nanang juga menyapaikan permohonan maaf dari Bupati Lampung Selatan yang berhalangan hadir pada acara penandatanganan kerja sama ini.

“Pada tahun 2016 BIG dan Pemkab Lampung Selatan sudah melakukan MoU, akan tetapi masa berlakunya sudah habis sehingga perlu diperpanjang. Di tahun yang sama MoU tersebut juga sudah ditindaklanjuti dengan kerja sama pemetaan batas desa di 2 kecamatan, yaitu Natar dan Jatiagung”, jelas Prof. Hasan mengawali sambutannya. Dengan adanya kerja sama yang baik, maka tahun ini (2017) dilakukan pemetaan batas desa untuk seluruh desa di Kab. Lampung Selatan dengan biaya APBN dari BIG. “Hari ini BIG akan menyerahkan Peta Batas Desa Secara Kartometrik Kabupaten Lampung Selatan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan”, jelas Prof. Hasan.

“Di Provinsi Lampung sendiri, telah dibangun Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIDS) di Universitas Lampung (Unila) pada tahun 2016. Sementara ini target pembangunan PPIDS satu provinsi 1 PPIDS, karena sudah dibangun di Unila, maka kerja sama dengan ITERA yang dapat dilakukan selain pemanfaatan data JKG, maka nantinya bisa kerja sama untuk uji kompetensi SDM bidang IG”, lanjut Prof. Hasan. Sebagai bahan tambahan untuk pembelajaran bagi mahasiswa ITERA, pada hari ini BIG juga membagikan Peta Rupabumi Indonesia skala 1:50.000 dan 1:250.000 sejumlah 300 lembar. Prof Hasan berharap, kerja sama yang ditandatangani hari ini bisa menghasilkan manfaat bagi semua pihak. [ES/AD]