Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Peran Penginderaan Jauh dalam Melestarikan Bumi

Semarang, Berita Geospasial - Di tahun 2017 ini Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) kembali mengadakan International Conference on Indonesia Society for Remote Sensing (ICOIRS) ke-3 dan PIT MAPIN ke-24, bertempat di Patra Jasa Convention and Hotel, Semarang, Jawa Tengah. Badan Informasi Geospasial (BIG) kembali berpartisipasi dimana Kepala BIG, Hasanuddin Z. Abidin menjadi keynote speaker pada acara tersebut. Selain itu, hadir juga sebagai keynote speaker adalah Peneliti Utama BIG, Dewayany Sutrisno, yang sekaligus Ketua MAPIN.

Pada acara tersebut dipresentasikan lebih dari 210 artikel hasil riset ilmiah dasar, aplikasi dan perkembangan teknologi di bidang Penginderaan Jauh, Fotogrametri, GIS dan Survei Pemetaan oleh para peneliti, baik dari dalam maupun luar negeri. Tema yang diambil pada ICOIRS kali ini adalah ‘Global Cooperation for Conserving the Earth’, dimana Indonesia, sebagaimana negara Asia lainnya, saat ini sedang menghadapi perubahan global yang cepat. Pertumbuhan penduduk, kegiatan ekonomi sosial dan fenomena alam diyakini menjadi faktor pendorong perubahan global tersebut. Salah satu fenomena yang perlu mendapatkan perhatian adalah ancaman perubahan iklim global. Hal ini telah banyak didiskusikan dalam berbagai forum pengembangan dan aplikasi teknologi penginderaan jauh. Teknologi penginderaan jauh sendiri telah digunakan di seluruh dunia sebagai alat manajemen perencanaan dan strategi guna mengatasi ancaman perubahan iklim.

Pada sesi keynote speaker hari kedua (1/11) Dewayany membawakan makalah dengan judul ‘Conserving the Earth : What Remote Sensing Can Do?’. Dipaparkan bahwa dekade terakhir ini dunia menghadapi fenomena perubahan tata guna lahan yang semakin meningkat. Bahkan di negara berkembang dampak dari fenomena ini sangat mempengaruhi keberlangsungan dari sumber daya alam dan kesejahteraan umat manusia. Penginderaan jauh adalah cara yang baik untuk mengatasi, mengatur dan menyediakan masukan yang bermakna bagi para pengambil keputusan untuk mengatur lingkungan dan mendukung program pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Paparan ini bertujuan untuk mendiskusikan berbagai metode penginderaan jauh dan aplikasi yang digunakan untuk mengelola sumber daya alam dan aktivitas kehidupan manusia untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Pendekatan studi literatur didukung oleh penilaian sederhana sebagai metode yang digunakan dalam artikel. “Pola kemitraan dalam mengembangkan metode manajemen sumber daya alam spasial untuk melestarikan bumi dan menopang kesejahteraan umat manusia adalah salah satu solusi yang tepat untuk diimplementasikan, dalam rangka menyediakan masukan bagi pengambil keputusan”, demikian disampaikan Dewayany kepada para peserta.

Setelah sesi keynote speaker, acara ICOIRS dilanjutkan dengan sesi paralel dengan berbagai narasumber yang telah mengirimkan papernya. Dengan kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan publikasi berupa artikel atau penelitian yang berguna dalam rangka mendukung pembangunan nasional di Indonesia. Terutama dengan menggunakan pendekatan spasial. (LR/TR)