Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Peningkatan Peran Media Sosial BIG Dalam Penyebarluasan Informasi Geospasial

Bogor, Berita Geospasial BIG - Media Sosial adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi (sharing), dan membangun jaringan (networking). Sebagai salah satu media komunikasi, media sosial tidak hanya dimanfaatkan untuk berbagi informasi dan inspirasi, tapi juga ekspresi diri (self expression), "pencitraan diri" (personal branding), dan ajang "curhat" bahkan keluh-kesah dan sumpah-serapah. Status terbaik di media sosial adalah update status yang informatif dan inspiratif. Media sosial yang populer digunakan di Indonesia antara lain Facebook, Twitter, Youtuber, Instagram, Blog dan Google Plus.

Badan Informasi Geospasial (BIG) merupakan salah satu lembaga yang banyak menggunakan media sosial sebagai media promosi. Saat ini BIG sudah memiliki akun seperti akun Facebook, Instagram, Youtube dan Twitter. Akan tetapi dalam penggunaannya, media sosial milik BIGini  belum digunakan secara optimal. Untuk itu, guna mengkaji peran media sosial yang dimiliki, BIG yang dalam hal ini Bidang Promosi dan Kerja Sama mengadakan Forum Group Discussion (FGD) pada 25 – 26 April 2017 di Hotel Salak The Heritage, Bogor.

Pada acara tersebut, berkesempatan hadir Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama BIG, Sri Lestari untuk bersama-sama mendalami sejauh mana keberadaan media sosial yang dimiliki BIG dalam berperan serta menyebarluaskan informasi geospasial. Sri Lestari menjelaskan fungsi kehumasan di BIG ada di Pusat PPKS. Perkembangannya terkadang tidak secepat di instansi lain. Tujuannya diadakan kegiatan ini agar media sosial BIG bisa berkembang seperta diinstansi lain. Sosialisasi sudah dilakukan melalui media dan onsite (workshop, roadshow). Di BIG sendiri, media sosial sudah mengikuti kemajuan. Akan tetapi yang disediakan sifatnya masih berupa informasi. Medsos yang ada di BIG antara lain Facebook (sejak 2011), Twitter (materi yang disampaikan masih kurang menarik), Youtube, Instagram (sejak 2016). Dari kajian media sosial ini hasilnya diharapkan bisa mengembangkan media sosial BIG.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari Prof. Ibnu Hamad. Prof. Ibnu Hamad merupakan salah satu pakar komunikasi yang merupakan pengajar di FISIP UI dan pernah menjabat sebagai Kepala Biro Humas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Prof. Ibnu Hamad menjelaskan bahwa dewasa ini kita berada di Era Media Digital, dimana kegiatan marketing, sosial media, blogs, networking, viral dan website menggunakan internet. Perubahan perilaku masyarakat yang semula akan bermuara ke aksi, kini sudah bertambah menjadi berbagi. Dengan begitu, kita harus dapat meraih perhatian masyarakat bagaimana informasi yang BIG miliki dapat bermanfaat dan selain itu masyarakat pun tergugah untuk ikut berbagi informasi tersebut.

Selepas pemaparan oleh Prof. Ibnu Hamad, FGD yang dihadiri oleh beberapa perwakilan pusat teknis di BIG ini dilanjutkan pemaparan materi dari para ahli lainnya yaitu Nur Azizah. Beliau merupakan staf Kemenkominfo yang mempunyai perhatian khusus terhadap dunia media sosial. Nur Azizah menuturkan bahwa media sosial dibuat dengan tujuan membangun relasi online. Setiap media sosial mempunyai strategi berbeda untuk membangunnya. Untuk membangun relasi online di Facebook, maka konten yang disajikan harus singkat dan padat, menyajikan foto dan gambar, harus ada dialog dua arah, tersedia sumber informasi, isi konten bervariasi dan konten disajikan pada waktu yang tepat.

Untuk membangun relasi online di Twitter, harus menyajikan konten yang menarik dan bernilai, konten yang sudah diposting harus bisa diposting  ulang oleh pembaca, harus ada hubungan dengan follower dan konten disajian pada waktu yang tepat. Untuk membangun relasi online di instagram, harus menyajikan konten foto yang menarik, pergunakan hashtag ketika memposting, harus memberikan respon terhadap komentar yang diberikan followers dan gunakan watermark ketika memposting. Untuk membangun relasi online di Youtube, harus menyertakan anotasi dan metadata ketika mengunggah video di Youtube. Selain itu konten yang diunggah harus konsisten dan berkualitas dan Thumbnail harus atraktif.

Konten yang akan didistribusikan di media sosial juga bisa dikemas dalam bentuk infografis. Infografis membuat informasi rumit enak dipandang, dapat dibagikan dan mudah dipahami. Yang paling penting adalah infografis memiliki peranan penting di dunia visual pemasaran yang terus berkembang.
Media sosial bagaikan pisau bermata dua. Jika kita tidak bijak dalam menggunakannya, maka akan berakibat buruk bagi penggunanya. Namun apabila digunakan secara tepat, maka tidak diragukan lagi penyebaran informasi khususnya informasi geospasial dapat menjangkau ke semua lapisan masyarakat, sehingga masyarakat Indonesia dapat lebih “melek” geospasial guna menunjang pembangunan negeri yang lebih baik. (RB/ATM)