Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Pemerintah Menyusun Sistem Nasional Peringatan Dini Multi Ancaman Bencana

Cibinong, Berita Geospasial - Sebagai negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, Indonesia juga di satu sisi memiliki tingkat rawan bencana yang tinggi. Hal itu tidak lepas dari posisi wilayahnya yang terletak diantara 3 lempeng yang aktif, yaitu lempeng Australia, lempeng Pasifik, dan lempeng Eurasia. Indonesia terletak di pertemuan antara 3 lempeng utama ini. Oleh karena itu di Indonesia rawan terjadi gempa bumi. Selain itu, dari sisi pegunungan, Indonesia juga dilalui oleh 2 jalur pegunungan besar, yaitu Sirkum Mediterania yang aktif di bagian barat dan Sirkum Pasifik yang terdiri dari rangkaian gunung api tua di bagian timur. Hal itu menyebabkan Indonesia juga rawan terhadap bencana alam gunung meletus. Potensi bencana ini pula yang membuat Indonesia dikenal sebagai salahsatu negara yang terletak di daerah  Ring of Fire, dan hal ini menjadikan semua warga Indonesia harus selalu waspada terhadap berbagai bencana alam yang mungkin terjadi.

Pemerintahpun menunjukkan kepeduliannya terhadap berbagai kemungkinan bencana yang mungkin terjadi. Oleh karena itu pemerintah melakukan pembahasan rancangan peraturan presiden Republik Indonesia mengenai Sistem Nasional Peringatan Dini Multi Ancaman Bencana. Terlibat dalam pembahasan ini sebagai wakil ketua IV adalah Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Hasanuddin Z. Abidin. Selain itu, dalam tim pelaksana juga ada dua kedeputian BIG yang terlibat untuk Tim Analisa Resiko Bencana, yaitu : Deputi Bidang IG Tematik BIG, Nurwadjedi, dan Tim Penyebarluasan : Deputi Bidang Infrastruktur IG BIG, Adi Rusmanto. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga untuk memasukkan Deputi Bidang IG Dasar BIG, Mohamad Arief Syafi'I ke dalam Tim Analisa Resiko Bencana, mengingat adanya dua bidang seperti Bidang Jaring Kontrol Gaya Berat dan Pasang Surut, serta Bidang Geodinamika yang juga memiliki peran untuk pemanfaataan analisa bencana.

Selain dari BIG, berbagai Kementerian/Lembaga (K/L) lain juga turut terlibat sebagai Pelaku Peringatan Dini Kebencanaan selain Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), seperti :  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kemen-PUPR), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kemen-ESDM), Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, serta lembaga penelitian dan universitas sebagai mitra riset. Berbagai bencana yang menjadi perhatian antara lain adalah bencana gempa bumi dan tsunami, banjir, letusan gunung api, kekeringan, cuaca ekstrem, gerakan tanah, kebakaran hutan, epidemik, nuklir dan teknologi industri.

Pada skala teknis, secara bergilir tim kebencanaan dari berbagai K/L juga melakukan komunikasi untuk mengkoordinasikan berbagai perkembangan yang ada. Terakhir, rapat koordinasi kebencanaan dilaksanakan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dengan pimpinan rapat Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Perpres ini penting agar tercipta suatu integrasi dalam sistem nasional antar semua K/L yang ada di Indonesia sehingga dapat menyelenggarakan layanan peringatan dini agar setiap masyarakat dapat terhindar dari dampak buruk atau kerugian akibat suatu bencana yang mungkin terjadi. Sistem Nasional Peringatan Dini Multi Ancaman Bencana ini nantinya akan mudah dipahami oleh masyarakat. Diharapkan dengan ada perpres ini maka Indonesia akan lebih tanggap dalam menghadapi bencana. Sehingga akan minim korban jiwa ataupun korban harta benda bila sewaktu-waktu terjadi bencana. BIG, sebagai penyelenggara utama IG Dasar di Indonesia pun menyatakan dukungan dan komitmennya dalam menyediakan data IG yang berkualitas untuk mendukung Sistem Nasional Peringatan Dini Multi Ancaman Bencana di Indonesia. (LR/DA)