Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Materi Pengelolaan Pulau Kecil Terluar dan SIG Hidrologi dalam Seminar Nasional Geomatika 2017

Cibinong, Berita Geospasial BIG - Kebutuhan Informasi Geospasial (IG) semakin meningkat, baik dalam hal tema maupun tingkat ketelitiannya, seiring dengan semakin banyak kegiatan pembangunan di berbagai bidang. Dari sisi kebijakan pemerintah sendiri, pembangunan nasional akan dilaksanakan dengan berbasis desa pinggiran dalam rangka meningkatkan ketahanan bangsa. Jawaban atas meningkatnya kebutuhan IG adalah perlu adanya inovasi teknologi, yang meliputi : metodologi alam inventarisasi, pengolahan, analisis dan penyajian data, yang kemudian menghasilkan informasi yang berguna bagi pembangunan. Selain itu inovasi teknologi juga dapat dilakukan pada penggunaan wahana (platform) untuk inventarisasi data dan juga penggunaan citra satelit, LiDAR dan foto udara.

Sejalan dengan inovasi teknologi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan IG, Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai lembaga yang mempunyai otoritas di bidang IG nasional menyelenggarakan Seminar Nasional Geomatika 2017 pada tanggal 14 November 2017, bertempat di Aula Utama BIG, Gedung S Lantai 2. Seminar tersebut mengambil tema ‘Inovasi Teknologi Penyediaan Informasi Geospasial untuk Pembangunan Berkelanjutan’. Tema ini dipilih guna memberikan perhatian kepada para pelaku dan pemangku kebijakan tentang berbagai inovasi terkait mekanisme maupun teknologi untuk mempercepat penyediaan IG secara cepat, akurat, mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan untuk digunakan bersama bagi pembangunan negeri. Telah banyak kegiatan penelitian di bidang geomatika yang dilakukan oleh para peneliti, akademisi dan praktisi, namun belum dipublikasikan secara luas sehingga belum dapat dimanfaatkan. Untuk itulah pada Seminar Nasional Geomatika kali ini, semua hasil riset dapat disosialisasikan kepada khalayak.

“Diluar dugaan panitia, seminar nasional geomatika tahun ini  telah mengundang banyak perhatian, total ada 112 abstrak hasil penelitian telah diterima dari pihak manapun, lembaga pemerintah, perguruan tinggi dan swasta. Namun karena keterbatasan waktu, pada seminar nasional geomatika 2017 hanya 69 naskah yang dipersentasikan”, ujar Rizka Widyastuti sebagai ketua panitia Seminar Nasional Geomatika 2017.

Dalam seminar ini dilaksanakan gelar wicara (Talkshow) dengan narasumber : Hasanuddin Z. Abidin, Kepala BIG, yang mengulas penyediaan informasi geospasial; Rudy Soeprihadi Prawiradinata, Deputi Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional yang mengulas rencana pemindahan ibu kota negara. Serta Sofan Prihadi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Survei Pemetaan dan Informasi Geospasial (APSPIG) yang mengulas mengenai kesiapan industri dan sumber daya manusia di bidang IG.

Terdapat pula pemaparan makalah pleno dengan narasumber: Suharto Widjojo dengan topik paparan terkait pulau kecil terluar. Permasalahan umum yang timbul dalam pengelolaan pulau-pulau kecil terluar antara lain : minimnya data dan informasi, belum tuntasnya penetapan batas maritim dengan negara tetangga, terbatasnya sarana dan prasarana dasar, lemahnya penegakan hukum dan kebijakan yang terintegrasi antar sektor di pusat dan daerah, serta rendahnya kesejahteraan masyarakat.

“Dalam pengelolaan pulau-pulau kecil harus disesuaikan dengan peruntukannya dengan memperhatikan kepentingan daerah itu sendiri, regional dan nasional sehingga pengelolaannya dapat berkelanjutan dan menimbulkan dampak positif terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan”, tutur Suharto.

Terdapat pula paparan makalah Suriadi dengan topik terkait Sistem Informasi Geografis (SIG) bidang hidrologi.  Hidrologi mempelajari masalah air dimuka bumi menyangkut hidup manusia. Keberadaan air sangat terkait dengan informasi spasial dan temporal. Curah hujan jatuh paling banyak pada bulan Desember dan Januari, Indonesia terletak di zona iklim tropika basah, sebagian besar wilayah Indonesia mempunyai curah hujan bulanan yang cukup tinggi. Semua ini adalah spasial dan temporal.

Dalam Seminar Nasional Geomatika 2017 secara umum topik pembahasan yang dipaparkan dalam berbagai bidang kajian, yaitu; percepatan pemetaan skala besar dan tata ruang, aplikasi geodesi dalam mendukung kebijakan satu peta, batas wilayah, pengelolaan perbatasan dan pulau kecil terluar, kebencanaan dan perubahan iklim serta pengelolaan sumberdaya alam.  Pemaparan hasil riset ini dilakukan oleh para akademisi, peneliti dan pemangku kebijakan di bidang geospasial. Melalui Seminar Nasional ini diharapkan hasil penelitian-penelitian nasional dapat disosialisasikan kepada masyarakat umum secara lebih luas dan mendalam. (EP/LR)