Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Lima Pejabat Baru di Lingkungan BIG

Cibinong, Informasi Geospasial – Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Zainal Abidin melantik sejumlah pejabat administrator dan pengawas di lingkungan BIG. Pengangkatan pejabat ini adalah hasil rapat tim penilai kinerja yang memperhatikan beberapa hal, yaitu kompetensi manajerial, teknis, dan kompetensi sosiokultural.

“Saya percaya saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggungjawabnya,” tegas Hasan usai melantik lima pejabat di Aula BIG, Cibinong, Bogor, pada Jumat, 5 Oktober 2018.

Pejabat yang dilantik pertama adalah Sigit Murjati yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Kepegawaian dan Organisasi. Ia dilantik dalam jabatan baru sebagai Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Geospasial. Sigit menggantikan posisi Dadang Arifin yang mengundurkan diri dari struktural dan memilih kembali menjadi Widya Iswara.

 

Selanjutnya, Abdurasyid dilantik sebagai Kepala Bagian Kepegawaian dan Organisasi menggantikan posisi Sigit. Kursi Kepala Subbagian Tata Usaha Sekretaris Utama yang ditinggalkan Abdurasyid kemudian diisi Ali Nurmoko.

Surveyor Pemetaan (Surta) Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas Roswidyatmoko Dwihatmojo pun dilantik untuk mengisi kekosongan Kepala Subbagian Tata Usaha Inspektorat. Terakhir, Ristianto diambil sumpahnya sebagai Kepala Bidang Pusat Pemetaan Kelautan dan Lingkungan Pantai. Ia menggantikan posisi Ibnu Sofian yang dilantik sebagai Kepala Biro Perencanaan, Kepegawaian dan Hukum beberapa waktu lalu.

“Tolong tugas pokok masing-masing dipelajari. Saran saya, ada baiknya dicetak dalam satu lembar yang besar kemudian ditaruh di atas meja. Jadi, setiap hari bisa dilihat tugas pokoknya apa saja,” pesan Hasan kepada para pejabat yang baru dilantik.

Namun, Hasan juga mengingatkan masih ada tugas tambahan selain tugas pokok. “Silahkan berkoordinasi dengan pejabat lain yang bersinggungan,” lanjutnya.

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Hasan menginatkan agar setiap pejabat selalu menginat prinsip kerja 5 As (kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja mawas, dan kerja ikhlas). Ia mengakui, 5 As mudah diucapkan, tapi susah dilaksanakan.

“Sebab, pimpinan tidak berdiri di ruang hampa. Dia punya staf yang harus dikelola. Karena itu, selalu utaman pelayanan, jaga integritas, jujur, serta tidak neko-neko,” pungkasnya.