Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Launching Atlas Jalur Mudik 2018

 photo DSC_7048_zpsswl3w0sf.jpg

 

Cibinong, Informasi Geospasial - Sebagai bagian dari strategi implementasi kebijakan satu peta (One Map Policy) dan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi geospasial yang akurat, Badan Informasi Geospasial (BIG), melalui Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas bekerjasama dengan Institut Teknologi Nasional (ITENAS), pada Rabu, tanggal 30 Mei 2018, melakukan release Atlas Jalur Mudik 2018.

Atlas jalur mudik 2018 ini berbasis kepada Informasi Geospasial yang akurat, terbaru dan informasinya dapat dipertanggungjawabkan. Informasi yang dimaksud adalah informasi yang terkait dengan posisi dan lokasi geografis dari sebuah objek. Atlas jalur mudik 2018 ini memuat jalur mudik tidak hanya untuk wilayah di Pulau Jawa - Bali saja, namun juga untuk wilayah Sumatera, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik, Nurwadjedi menyampaikan “Keunikan lainnya dari atlas jalur mudik 2018 yang dibuat oleh BIG ini adalah menampilkan informasi rupa bumi, terkait dengan wilayah dan landscape kita. Hal ini dimungkinkan karena atlas jalur mudik ini disusun menggunakan citra satelit Shuttle Radar Topography Mission (SRTM) yang dapat menampilkan relief muka bumi. Kemudian atlas ini juga dilengkapi informasi toponim di setiap jalan yang dilalui, sehingga diharapkan masyarakat pengguna atlas jalur mudik ini juga dapat memahami wilayah yang mereka lalui. Selain informasi di atas, atlas jalur mudik 2018 ini juga memberikan informasi tambahan berupa informasi kebencanaan seperti longsor dan banjir, selain informasi umum sebagaimana jalur mudik biasanya seperti informasi keberadaan rest-area, spbu, rumah sakit, ATM,  dan tempat-tempat publik penting lainnya”.

Adapun Atlas Jalur Mudik tahun 2018 ini disusun dari berbagai sumber, seperti : peta dasar RBI skala 1:25.000 dari BIG, peta rawan bencana dari BIG dan BNPB, serta informasi jalan tol dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), sedangkan informasi jalan selain tol berasal dari Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Peta ini sudah divalidasi lapangan oleh tim BIG dan ITENAS. Validasi dilakukan terutama pada jalur utara, baik tol dan non tol, jalur tengah, dan jalur selatan Pulau Jawa. Hal ini dengan mempertimbangkan bahwa jalur-jalur tersebut merupakan jalur yang sering dilalui pemudik.

Nurwadjedi menambahkan “Selain dibagikan dalam versi cetak, atlas jalur mudik 2018 ini bisa dilihat dan diunduh diaplikasi inageoportal yang beralamat di tanahair.indonesia.go.id, dan versi cetak dalam bentuk pdf di alamat website www.big.go.id.” Untuk keperluan distribusi, Atlas Jalur Mudik 2018 ini akan dicetak sebanyak 16.500 eksemplar dan akan disebarluaskan kepada masyarakat pada H-10 sebelum Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah.

Rencana kedepan, BIG bersama ITENAS akan menyusun basis data transportasi terintegrasi  seluruh Indonesia, sehingga pelayanan kepada masyarakat khususnya informasi jalur mudik dapat disiapkan lebih baik.

Terakhir dalam sambutannya, Nurwadjedi menyampaikan “Semoga atlas jalur mudik 2018 yang dibuat BIG bersama dengan Itenas dan pihak lainnya, bisa bermanfaat, khususnya bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik pada tahun ini”. (DA/LR)