Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Komisi VII DPR RI Akan Mendukung Peningkatan Anggaran BIG

Garut, Berita Geospasial - “Komisi VII DPR RI Akan Mendukung Peningkatan Anggaran BIG”, demikian disampaikan Dony Maryadi Oekon, Anggota DPR-RI Komisi VII, dalam sambutannya di acara Roadshow Geospasial. Kota Garut yang terkenal akan dodol dan jeruk-nya menjadi tujuan Roadshow Geospasial Badan Informasi Geospasial (BIG) yang pertama di tahun 2018 ini. Acara dilangsungkan pada hari Jumat, tanggal 2 Maret 2018 tersebut, mulai pukul 08.00 sampai dengan 11.30. Sebanyak kurang lebih 180 mahasiswa/i berbagai jurusan memenuhi Aula Universitas Garut (UNIGA) pada hari itu. Roadshow Geospasial ini merupakan salah satu kegiatan diseminasi Informasi Geospasial (IG) yang diselenggarakan dalam rangka menindaklanjuti terbitnya Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres-RI) Nomor 9 Tahun 2016, tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP) pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1: 50.000.

BIG sendiri adalah Lembaga Pemerintah Non-Kementerian di bawah Presiden yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang IG, lahir sebagai amanat dari diterbitkannya Undang-undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang IG. Adapun BIG sebelum tahun 2011 dikenal dengan nama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Roadshow Geospasial BIG ini adalah kegiatan diseminasi yang menyasar kalangan muda dan praktisi akademisi sebagai pesertanya. Roadshow Geospasial kali ini adalah kegiatan diseminasi tentang IG yang melibatkan Anggota Dewan dari Komisi VII DPR-RI sebagai pembicara utama.

Mengambil tema ‘Kebijakan Satu Peta untuk Indonesia yang Lebih Baik’, acara Roadshow Geospasial diawali dengan sambutan oleh Rektor UNIGA, Abdusy Syakur Amin. Disampaikan dalam sambutan bahwa beberapa waktu lalu terjadi bencana alam tanah longsor di Garut. “Ini membuktikan bahwa kita membutuhkan perencanaan yang lebih baik lagi. Dan ini erat hubungannya dengan Informasi Geospasial”, ungkapnya. Untuk menghindari kemungkinan terjadinya tumpang tindih penggunaan lahan di daerah Garut, KSP sangat penting dan dibutuhkan.

Menyusul kemudian adalah sambutan dari Kepala Pusat Penelitian, Promosi, dan Kerja Sama (PPKS) BIG, Wiwin Ambarwulan yang sekaligus membuka acara. Wiwin menjelaskan tentang pentingnya IG untuk perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring pembangunan. “IG sederhananya adalah peta, yang sangat berhubungan dengan RTRW erat kaitannya dengan IG”, tandas Wiwin kepada peserta. Saat ini dalam perencanaan anggaran juga berbasis spasial, selaras dengan kebijakan Kementerian PPN/Bappenas yaitu menggunakan basis THIS : Tematik,  Holistik, Integratif dan Spasial. Saat ini BIG sedang menyiapkan peta skala besar untuk mendukung penyusunan RTRW dan RDTR, serta pemetaan desa. Sementara ini untuk peta skala 1:5.000 baru tersedia 2%  dari seluruh wilayah Indonesia. Disampaikan juga harapan Wiwin agar ke depannya anggaran BIG bisa dinaikkan, mengingat tugas dan tanggung jawab BIG yang juga besar, yaitu menyediakan Data dan IG untuk seluruh wilayah Indonesia yang andal dan dapat dipertanggung jawabkan.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan materi dari pembicara utama, Dony Maryadi Oekon, Anggota DPR-RI Komisi VII. Dony membawakan materi dengan tema : ‘Undang-Undang Informasi Geospasial, Langkah Awal Menuju Pembangunan Terencana’. Dengan piawai Dony menjelaskan terkait IG, serta UU No 4 Tahun 2011 tentang IG yang dilahirkan oleh DPR-RI Komisi VII. “IG memegang peranan penting dalam perencanaan pembangunan wilayah, selain untuk pengelolaan sumberdaya alam”, tuturnya.

Dony juga menjelaskan tentang berbagai jenis IG, yaitu IG Dasar (IGD) dan IG Tematik (IGT) yang kemudian diselaraskan dengan Infrastruktur IG (IIG). Anggota DPR-RI Komisi VII yang asli Ciremai Garut ini juga mengungkapkan bahwa data penginderaan jauh dapat menjadi data pendukung dalam penyelenggaraan IG. Ia juga menyatakan akan mendorong terwujudnya kenaikan anggaran BIG, mengingat anggaran negara yang dialokasikan untuk penelitian hanya 0.03% nya. Padahal penelitian di Indonesia sangat penting untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Terutama penelitian terkait IG, yang tentunya akan mendorong arah dan perkembangan pembangunan Indonesia. Dony juga menyatakan akan membawa berbagai hasil penelitian dan pembangunan ke Garut, dengan harapannya masyarakat di Garut bisa maju dan sejahtera.

Menyusul kemudian adalah penyerahan Peta NKRI, cinderamata berupa buku geospasial dan foto bersama. Setelah itu Roadshow Geospasial dilanjutkan dengan materi presentasi terkait IG. Diawali dengan paparan oleh Fakhruddin Mustofa, dari Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas (PTRA) BIG, dilanjutkan dengan materi kedua terkait Implementasi Kebijakan Satu Peta dibawakan oleh Arif Aprianto dari Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT) BIG. Berikutnya adalah materi mengenai ‘Peningkatan Sumberdaya Manusia bidang IG melalui Pendidikan dan Pelatihan’ oleh Dadang Arifin, Kepala Balai Diklat Geospasial BIG.

Acara kemudian diteruskan dengan sesi tanya jawab, para mahasiswa-mahasiswi terlihat antusias dan bertanya kepada narasumber terkait berbagai materi yang mereka masih belum paham. Selain memberikan materi, pada acara tersebut BIG juga melaksanakan pameran geospasial. BIG menampilkan berbagai buku geospasial yang dibagikan secara gratis, misalnya buku Kebijakan Satu Peta, Profil BIG, Laporan Tahunan BIG, Peran IG dalam Pembangunan Nasional, Sistem Informasi Geografis untuk Pengembangan Wilayah, Majalah Geospasial Indonesia, dan berbagai buku lain. Selain itu, BIG juga menyediakan photobooth untuk para mahasiswa-mahasiswi dapat mengambil gambarnya dan dicetak langsung, sebagai souvenir dari acara Roadshow Geospasial pada hari ini. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan para peserta terkait IG, serta menjadi wadah agar IG dapat lebih disosialisasikan kepada banyak orang. (LR/DA)