Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Kepala BIG Beri Kuliah Umum di Unsyiah Banda Aceh

Aceh, Berita Geospasial - Keberadaan Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai penyelenggara utama Informasi Geospasial (IG) Dasar di negeri ini mengharuskan BIG bersikap proaktif untuk melayani permintaan daerah akan data dan IG. Oleh karenanya, BIG melibatkan perguruan tinggi yang ada di daerah dengan mendirikan  Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS). Salah satunya adalah PPIDS di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). PPIDS sendiri merupakan kepanjangan tangan BIG di daerah untuk membantu masyarakat terkait pelayanan IG.

Tepatnya Kamis, 27 April 2017 lalu, Kepala BIG, Hasanudin Z. Abidin memberikan kuliah umum di Unsyiah Banda Aceh. Acara ini merupakan hasil inisiasi dan kerja sama BIG dengan PPIDS Unsyiah. Turut hadir pada kesempatan itu adalah Rektor Unsyiah, Samsul Rizal beserta Wakil Rektor IV, Dekan, Ketua Lembaga, dan ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan di Unsyiah. Acara kuliah umum bertajuk “Penguatan Sumber Daya Manusia Informasi Geospasial Berbasis Kompetensi” ini sendiri berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah.

Hadir membuka acara dan memberikan sambutan Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, dalam sambutannya berharap agar acara ini bisa memberikan pencerahan, bagi siapa saja yang ingin mengetahui tentang informasi geospasial. Geospasial membantu untuk perencanaan pembangunan di Aceh, misalkan tentang data cetak sawah di gunung. Dengan adanya IG, perencanaan pembangunan akan lebih tepat guna dan tepat sasaran.

“Tahun 2015 lalu, Unsyiah dengan BIG telah menandatanganan MoU. Sebelumnya, pada tahun 2011 BIG atau Bakosurtanal telah terlebih dulu mendirikan PPIDS di Unsyiah. Pembangunan rumah di aceh pasca tsunami berjalan dengan baik karena ada bantuan juga dari Badan Informasi Geospasial. Dengan adanya hardware dan software IG, mahasiswa Unsyiah bisa menggunakannya untuk tujuan penelitian. Ini karena PPIDS Sebagai kepanjangan tangan BIG di daerah, oleh sebab itu penting untuk mempercepat pembangunan IG di daerah”, ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan acara inti, yakni Kuliah Umum Kepala BIG, Hasanudin Z. Abidin. Dalam paparannya, Hasanudin menjelaskan bahwa geospasial sangat bermanfaat bagi perencanaan pembangunan tata kota dan negara. IG juga digunakan sebagai indikator kebijakan pembangunan berkelanjutan, kesejahteraan masyarakat, dan pertahanan negara. “Peran informasi geospasial sangat diperlukan, karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 Pasal 12 dan 15 setiap pemerintah harus memiliki data dengan elemen geospasial sebagai patokan kebijakan yang akan diambil.  BIG berdasarkan amanah UU, bukan hanya bertugas untuk mengkoordinasikan dan melakukan survei pemetaan untuk menghasilkan peta. BIG juga bertugas membangun IG yang mudah diakses serta dapat dipertanggungjawabkan” katanya.

Lebih lanjut, Hasanudin mendorong Unsyiah untuk membentuk program pendidikan (prodi) tentang IG. Ini karena kebutuhan nusantara ini akan tenaga-tenaga surveyor pemetaan cukup banyak. Sementara jumlah lulusan yang dihasilkan tiap tahhunnya masih kurang banyak. Harapannya, jika di Unsyiah didirikan jurusan atau prodi tentang IG, baik itu geodesi atau geografi, bisa memenuhi kebutuhan tenaga surta di nusantara khususnya kawasan Aceh dan sekitarnya.

 

Acara Kuliah Umum kepala BIG yang dimoderatori Ketua PPIDS Unsyiah, Nizamuddin ini secara umum terselenggara dengan sukses. Banyak mahasiswa bahkan dosen yang mengajukan pertanyaan dan masukan. Beberapa diantaranya adalah harapan agar mahasiwa Unsyiah dilibatkan untuk pekerjaan survei dan pemetaan di wilayah NAD. Tentunya untuk melatih dan mempraktikan keilmuan mereka, serta ilmu IG di lapangan secara langsung. (ATM/LR)