Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Talkshow menyongsong Pariwisata Kagungan Dalem gumuk pasir Parangtritish

Yogyakarta, Berita Geospasial - Menutup kegiatan Hari Informasi Geospasial di Parangtritis Geomaritime Science Park (PGSP) di Parangtritis, Yogyakarta, Kepala BIGa Prof. Hasanuddin Z. Abidin menghadiri Open House Museum Gumuk Pasir. Selain Kepala BIG, acara ini dihadiri pula oleh pejabat penting lainnya di BIG, Bupati Bantul beserta beberapa jajarannya, dan perwakilan dari keraton Yogyakarta serta media setempat. Pada kesempatan ini, Prof. Hasanuddin menyampaikan rasa syukur atas diresmikan nya Museum Gumuk Pasir yg merupakan bagian PGSP. Prof. Hasanuddin mengapresiasi desain yang diciptakan dan menyarankannya untuk dapat menjadi cinderamata khas Museum.

“Generasi muda saat ini merupakan generasi milenial yg tidak memiliki sejarah masa lalu seperti saya yg seorang Aceh yg dikenalkan budaya Aceh dan istri saya yg seorang Jawa. Generasi ini lebih menikmati gadget untuk bersosialisasi sehingga untuk memajukan Museum, peran media sosial sangat penting untuk memperkenalkan Museum kepada mereka. Saya senang Museum Gumuk Pasir ini dikelola anak muda yg memiliki banyak inovasi namun perlu diingat bahwa jadikan Museum itu sebagai tempat menarik untuk dikunjungi bukan tempat untuk dihindari.” ujar Hasanuddin.

Bupati Bantul, Drs. H. Suharsono berterimakasih kepada BIG dengan dibangunnya PGSP dan Museum Gumuk Pasir. Bantul memiliki program Pariwisata untuk Parangtritis yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah DAerah Istimewa Yogyakarta. Bantul sudah mulai melakukan pembukaan jalan untuk menunjang bandara internasional sehingga Parangtritis bisa diakses dengan mudah.

Acara dilanjutkan dengan talk show bersama narasumber-narasumber yaitu Kepala BIG, perwakilan UGM DR. Muh. Aris Marfai S.Si, M.Sc, Dekan Fakultas Geografi dan perwakilan dari Keraton Yogyakarta, Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro. Museum Gumuk Pasir ini dirintis sejak 15 tahun lalu oleh Bakosurtanal tepatnya tahun 2002 dan semakin hari kondisinya mengalami perubahan. Tersedia penginapan untuk peneliti atau mahasiswa yang ingin melakukan penelitian, Aris menyampaikan bahwa Yogyakarta ini provinsi yg memiliki wilayah unik dari Utara sampai ke Selatan, semua fenomena alam ada di Yogyakarta. Mulai dari gunung berapi di utara kemudian aliran lahar melalui kali Opak yg menuju Laut selatan yang membuat tanah pertanian subur sehingga membentuk gundukan Gumuk pasir di Parangtritis yang merupakan bagian dari fenomena alam dunia selain Meksiko.

Kanjeng Wiro dari keraton Yogyakarta menyampaikan bahwa pihak Keraton berterimakasih kepada Bakosurtanal sekaligus BIG yang mengelola Museum Gumuk Pasir. Mengusung tema talkshow "Menyongsong Pariwisata Istimewa dengan Penataan Ruang Berbalut Kearifan Lokal di Kawasan Kagungan Dalem Gumuk Pasir Parangtritis". Kanjeng Wirjo selaku Ketua Perkumpulan Nelayan Tambak Udang Indonesia menyampaikan bahwa para nelayan Parangtritis tidak menolak proses penggusuran tempat mereka bekerja namun ada baiknya dilakukan secara arif utamakan budaya berdialog sehingga permasalahan dengan LBH dan komponen lain yg menentang dapat diminimalisasi. Seharusnya dinas Pariwisata juga diundang di acara ini karena tempat ini sdh disediakan dan mereka cukup menata dan mengelolanya dengan baik. Kanjeng Wiro menjelaskan maksud "Kagungan Dalem Gumuk Pasir" yaitu niat serius Pemerintah (Yogyakarta) mendukung pengelolaan Gumuk Pasir. Suwandi selaku perkumpulan Museum Indonesia menjadi penanya satu-satunya pada acara talksow ini. Suwandi menyarankan supaya Museum Gumuk Pasir memiliki informasi sejarah budaya supaya generasi berikut tahu akan sejarah budaya dan bukan hanya Iptek saja. Beliau juga menyampaikan adanya keluhan dari beberapa pengunjung ttg fasilitas di pgsp yg minim spy secepatnya diperbaiki. Kanjeng Wironegoro berjanji akan membantu memberikan informasi terkait sejarah budaya keberadaan gumuk pasir ini supaya tidak ada salah informasi. (AS/ME)