Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Indonesian Peat Prize, Kompetisi Pemetaan Gambut yang Ambisius dan Kolaboratif

Indonesian Peat Prize merupakan ajang kompetisi yang ambisius dan kolaboratif untuk mendapatkan metode pemetaan luasan dan ketebalan lahan gambut yang lebih akurat, cepat, dan terjangkau. Diluncurkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) selaku penyelenggara pada 2 Februari 2016 yang lalu, metodologi dari pemenang Indonesian Peat Prize ini diharapkan dapat menjadi acuan bersama dalam mentransformasi tata kelola lahan gambut menjadi lebih lestari.

Hampir dua tahun berlalu sejak kompetisi Indonesian Peat Prize diluncurkan, lima finalis telah terpilih, dan saat ini sedang menguji coba metodologinya. Adapun Pemenang Indonesian Peat Prize akan diumumkan pada tanggal 2 Februari 2018, bertepatan dengan Hari Lahan Basah Sedunia.

 

Bapak Nurwadjedi, Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik Badan Informasi Geospasial, memoderatori lokakarya Indonesian Peat Prize bersama para peserta kompetisi di Jakarta, 26 Juli 2017.

Dalam pemilihan para finalis dan pemenang, BIG didukung oleh tim dewan juri yang tergabung dalam Dewan Penasihat Ilmiah, yang terdiri dari sembilan pakar lahan gambut dan pemetaan baik dari Indonesia, maupun luar Indonesia. Adapun co-chair Dewan Penasihat Ilmiah adalah Supiandi Sabiham (Institut Pertanian Bogor/Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Gambut Indonesia) dan David Schimel (NASA Jet Propulsion Laboratory), sedangkan anggotanya meliputi Aris Poniman (Universitas Indonesia), Azwar Maas (Universitas Gadjah Mada), Daniel Murdiyarso (CIFOR), Irawan Soemarto (Institut Teknologi Bandung), Susan Page (Universitas Leicester), Christiane Schumullius (European Space Agency), dan Sassan S. Saatchi (NASA Jet Propulsion Laboratory).

 

Sesi penjurian oleh Dewan Penasihat Ilmiah untuk menentukan para finalis.

 

Selain didukung oleh Dewan Penasihat Ilmiah, dalam penyelenggaraan Indonesian Peat Prize, BIG juga berkolaborasi dengan tim teknis yang terdiri dari BIG, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Pertanian. Tim teknis antara lain berfungsi memberi masukan dan rekomendasi kepada penyelenggara kompetisi mengenai berbagai aspek teknis lahan gambut dan pemetaan, termasuk data gambut.

Berikut adalah lima finalis yang saat ini masih berkompetisi di Indonesian Peat Prize.

  1. International Peat Mapping Team (IPMT): Remote Sensing Solutions GmbH (RSS), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Universitas Sriwijaya
  2. PT. EXSA Internasional, Intermap Technologies Corporation, dan Forest Inform Pty Ltd.
  3. Deltares dan Institut Teknologi Bandung
  4. DAG4Peat dan SKyTeam: Duke University, Stanford University, dan Universitas Tanjungpura
  5. Applied Geosolutions, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Baca lebih lanjut mengenai Indonesian Peat Prize dan profil finalis di situs web Indonesian Peat Prize: http://indonesianpeatprize.com/meet-the-teams/