Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

HUT ke 3 PGSP : Geomaritim Sebuah Edukasi dan Potensi Nasional

  photo DSC08296_zpsd6fmo9uq.jpg">

Bantul, Berita Geospasial - Bentangan panjang garis pantai Indonesia jika kita tarik sabang hingga meauke maka panjangnya adalah dari kota London Inggris hingga Baghdad Irak, dengan bentangan garis pantai tersebut indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar..

Pengenalan pontensi dan edukasi mengenai geomaritim Indonesia, perlu sering disosialisasikan kepada masyarakat, hal itulah yang menjadi salah satu tema utama dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ketiga Parangtritis Geomaritim Science Park (PGSP) Bantul Yogyakarta Jumat 28 September 2018.

Dikemas dalam acara bertajuk Sand Dunes Museum in Harmony 2018, ulang tahun PGSP tahun ini diisi dengan berbagai macam kegiatan hiburan yang edukatif, mulai dari acara jalan sehat, talkshow hingga hiburan musik memeriahkan acara yang digelar di Kawasan Parangtritis Geoscience Science Park pantai depok parangtritis Bantul Yogyakarta.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Informasi Geospasial, (BIG), Kepala PGSP, perwakilan kesultanan Yogyakarta, Bappeda Bantul hingga Dekan Fakultas Geografi Univertas Gadjah Mada Yogyakarta.

Hassanuddin Zainal Abidin Kepala BIG dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan kali ini bukan sekedar untuk memperingati hari ulang tahun PGSP namun lebih dari itu kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan potensi dan pentingnya peranan geomaritim dalam pembangunan ekonomi nasional.

Garis pantai Indonesia dan luas lautannya itu sangat panjang dan luas, BIG melalui PGSP ingin mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya di areal pantai bahkan laut” papar Hasan

Kegiatan Jalan sehat yang dilaksanakn mulai pukul delapan pagi juga diselingi edukasi kepada masyarakat umum yang mengikuti acara tersebut, edukasi tersebut ialah menjaga kebersihan di kawasan Gumuk Pasir Bantul.

Kepala PGSP Nicky Setiawan mengaku tidak akan tinggal diam terhadap masalah sampah di kawasan pesisir. Untuk langkah pencegahan, PGSP akan terus memberikan edukasi terhadap masyarakat terkait dengan kebersihan lingkungan. Menurut Nicky, kebersihan merupakan hal yang harus diperhatikan untuk mendukung keindahan alam di kawasan pantai. sampah dikawasan Gumuk Pasir menjadi masalah serius yang harus ditangani,” ungkap Nicky.

Sementara itu pada kegiatan Talkshow yang mengangkat tema utama “Peranan Geomaritim dalam pembangunan daerah Yogyakarta” Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro mengungkapkan bahwa PGSP sangat memerankan peranan vital dalam menjaga wilayah gumuk pasir di daerah bantul dan Yogyakarta. PGSP memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian gumuk pasir dan potensinya untuk rencana pembangunan Yogyakarta” ungkapnya.

Rangkaian acara peringatan HUT ketiga PGSP pun ditutup dengan acara musik bersama band papan atas Indonesia Letto Band, ratusan masyarakat berkumpul menikmati acara yang diadakan hingga pukul sepuluh malam tersebut. (/AR)