Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Geospasial Untuk Indonesia

Semarang, Berita Geospasial – Kepala BIG, Hasanuddin Z. Abidin menjadi keynote speaker pada acara The 1st International Conference on Geodesy, Geomatics and Land Administration (Geospatial for Land and Marine Sustainable Development) yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Semarang, Jawa Tengah pada Rabu 24 Juli 2019.

Dalam presentasinya, Hasanuddin menjelaskan tentang Kebijakan Satu Peta (KSP) sebagai upaya untuk mensinkronkan peta-peta tematik yang dibuat di peta dasar oleh K/L. KSP terkait dengan kompilasi, integrasi dan sinkronisasi data dan informasi geospasial.

"Terkait IG, BIG tidak bisa menjangkau semua stakeholder. BIG bekerja dengan uang rakyat, hasilnya harus digunakan oleh dan untuk rakyat. Jadinya, data spasial dibuka untuk umum untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat", ungkapnya. 

Bisnis terbesar IG terletak di hilir, bukan di hulu. Dampak ekonomi dari teknologj geospasial diantaranya adalah: Smart Cities, Big Data Analitics, Mobile Sensors and Mapping, Open Data dan lain sebagainya. 

Hadir pula pada acara itu adalah Dirjen Infrastruktur Agraria Kementerian ATR/ BPN M. Adi Darmawan, Dekan Fakultas Teknik Undip M. Agung Wibowo dan Yudo Prasetyo sebagai Ketua Departemen Teknik Geodesi Undip.

Adi Wibowo dalam sambutannya menyebutkan bahwa saat ini Kementerian ATR/BPN sedang melaksanakan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL. Dengan program tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) berhasil meningkatkan kapasitas pendaftaran tanah dari 800.000 bidang per tahun menjadi 5 juta bidang pada tahun 2017, 7 juta bidang pada tahun 2018, serta 9 juta bidang pada tahun 2019. 

"Kami memiliki target pada tahun 2025 seluruh Indonesia sudah lengkap/terdaftar. Sertifikat tanah ini untuk mendukung investasi. Kementerian ATR/BPN, selain melaksanakan PTSL, saat ini juga sedang mempercepat proses pembuatan peta lengkap.”, ungkapnya.

Acara kemudian diteruskan dengan penampilan kesenian tari piring oleh perkumpulan mahasiswa minang serta pemaparan tentang Geodesy, Geomatics and Land Administration (Geospatial for Land and Marine Sustainable Development oleh para narasumber dari dalam dan luar negeri. (ATM/LR)