Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

Deliniasi Batas Desa di Kabupaten Purwakarta

“Batas Desa”, Kata itu mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, khususnya masyarakat desa. Sebagian besar masyarakat pasti mengetahui batas desanya masing-masing, diantaranya ada yang berupa jalan, sungai, parit atau bahkan gang komplek permukiman. Berbicara mengenai batas desa tentu adalah hal yang sangat menarik, karena apabila batas yang dimaksud  sudah jelas dan disepakati oleh desa yang bersebelahan maka akan terwujud rasa saling menghormati antar desa yang bersebelahan dan rasa saling memiliki  atau yang disebut “Sense of belonging” terhadap desanya sendiri  sehingga tertib di suatu desa dapat terwujud.

Badan Informasi Geospasial (BIG) melalui Pusat Pemetaan Batas Wilayah (PPBW) dalam 4 tahun terakhir telah dan masih akan menjalankan fungsinya kedepan dalam hal men-spasialkan batas wilayah terutama batas desa sesuai dengan amanat era pemerintahan sekarang untuk membangun Indonesia dari pinggiran, desa. Purwakarta yang dikenal dengan kota Tasbeh atau yang popular saat ini disebut Kota Lampion menjadi lokasi kegiatan Deliniasi Batas Desa Tahun 2017 yang dilaksanakan oleh BIG bersama  Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Kegiatan ini bertujuan men-spasialkan batas wilayah desa/ kelurahan hasil kesepakatan aparat desa/ kelurahan yang bersebelahan di 80 desa/ kelurahan dalam 8 kecamatan di Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan Temu Kerja Deliniasi Batas Desa di Purwakarta dilaksanakan pada Kamis, 2 Nopember 2017 di Kabupaten Purwakarta. Kegiatan Temu Kerja dihadiri oleh Kepala Desa dan Lurah serta Camat di Purwakarta yang terlibat. Acara ini diawali dengan sambutan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta H.Fadil Karsoma, yang pada sambutannya menyambut baik dan mendukung adanya kegiatan deliniasi batas desa di Purwakarta dan dilanjutkan dengan sambutan dan sekaligus membuka acara temu kerja oleh Kusumo Widodo, selaku staf ahli  PPBW. Pada sambutannya Kusumo mengatakan, keterlibatan kepala desa, lurah dan camat dalam kegiatan ini sangat diharapkan demi mendapatkan batas desa yang disepakati. Temu kerja ini pun menunjukan semangat nasionalisme dibuktikan dengan kebersamaan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pada kegiatan itu juga dilakukan tukar menukar cinderamata dari BIG dan Kabupaten Purwakarta.

Paparan dari masing-masing narasumber menjadi momentum bagi kades, lurah dan camat untuk mendalami batas wilayah secara spasial. Paparan  pertama disampaikan oleh Maman Firmansyah, Kabag. Pemerintahan dan Otonomi Daerah yang menjelaskan mengenai kegiatan tata batas di Kabupaten Purwakarta. Kemudian dilanjutkan dengan paparan oleh Kusumo Widodo, Staf ahli PPBW. Pada paparannya menjelaskan mengenai latar belakang, landasan hukum dan manfaat dari deliniasi batas desa. Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan teknis kegiatan deliniasi batas desa oleh Satria Hudaya, selaku penanggung jawab kegiatan. Satria menyampaikan tentang Tata Cara Deliniasi Batas Desa di setiap kecamatan setelah temu kerja. Diakhir acara temu kerja kepala desa, lurah dan camat masing-masing mendapat draft peta kerja batas desa untuk dibawa ke desa masing-masing untuk dipelajari dan didiskusikan dengan aparat desa.

Selanjutnya, kegiatan Deliniasi Batas Desa dilaksanakan mulai tanggal 6 – 10 Nopember 2017 pada wilayah masing-masing. [YI/AD]