Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG Susun Kebijakan Strategis Sesuai Tren Global

Jakarta, Berita Geospasial – Pada tahun 2019 ini Badan Informasi Geospasial (BIG) kembali menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang Informasi Geospasial (IG). Di tahun ini Rakornas mengusung tema “Pembangunan Berbasis Informasi Geospasial”. Acara berlangsung pada tanggal 27 Maret 2019, bertempat di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Rakornas IG Tahun 2019 ini merupakan moment yang sangat krusial sekaligus penting, mengingat tahun 2019 merupakan tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Maka dari itu setiap K/L perlu melakukan perencanaan dengan baik dan tepat dalam merumuskan setiap target kegiatan yang akan menjadi dasar pelaksanaan pada RPJMN 2020-2024.

Kurang lebih sebanyak 400 tamu undangan dari berbagai K/L dan pemerintah daerah memenuhi Ballroom Hotel Indonesia Kempinski pada hari itu. Kegiatan Rakornas telah dimulai dari Pra-Rakornas, Sidang Pleno, Sesi Pokja, hingga sampai pada penyelenggaraan Rakornas Tahun 2019. Pada pukul 13.00, Kepala BIG, Hasanuddin Zainal Abidin menyampaikan Laporan Hasil Rakornas (Executive Summary) kepada para peserta yang telah hadir melalui Sidang Pleno. Penyampaian hasil Rakornas disaksikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro.

Hasanuddin menyampaikan Rencana Aksi BIG Tahun 2020-2024 terkait data dan IG, regulasi, standar, Sumberdaya Manusia (SDM), kelembagaan, dan teknologi. Semua point tersebut untuk mencapai target RPJMN 2020-2024. “Sesuai dengan tren global terkait Informasi Geospasial maka telah disusun rencana awal arah kebijakan strategis sebanyak 4 point”, terang Hasanuddin.

Arah kebijakan tersebut antara lain : meningkatkan penyediaan data geospasial dasar skala besar dan menengah secara berkala dengan fokus pada data akuisisi skala 1: 25.000 dan 1: 5.000; meningkatkan efektivitas tata kelola Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) dengan pendekatan desain jaringan hibrid; meningkatkan upaya pemenuhan jumlah SDM IG berkualitas dalam upaya menyediakan “demand” melalui peningkatan SDM terutama S1 di Pemda; serta mempercepat penetapan batas wilayah negara dan administrasi dengan pendekatan kurva tertutup.

Hasil Rakornas ini penting terutama dalam rangka untuk mengatasi berbagai isu-isu strategis terkait IG, seperti tentang tata ruang, pengelolaan sumberdaya alam, pengelolaan bencana, reforma agrarian, lingkungan hidup dan perubahan iklim, pariwisata, dan lain-lain. Hasanuddin juga mengungkapkan ada beberapa strategi pemenuhan yang dilaksanakan BIG, antara lain : percepatan penyediaan IGD Skala Besar : peta dasar dan jaring kontrol geodesi; integrasi data statistik ke dalam IG pada level administrasi terkecil yang tersedia (desa/kelurahan); percepatan penyediaan IG Tematik pada skala besar yang mengacu pada IG Dasar; penguatan Infrastruktur IG yang meliput : kelembagaan, standar, SDM, dan peraturan perundangan.

Hasanuddin menyatakan harapannya agar hasil yang telah dirumuskan melalui Rakornas ini dapat diimplementasikan oleh setiap unit yang ada di BIG, serta perwakilan dari K/L dan Pemda yang terkait. Sehingga nantinya akan penyediaan data dan IG di Indonesia bisa berjalan lancar dan sebaik mungkin, sehingga pemanfaatan data dan IG juga semakin meningkat dan menyeluruh di Indonesia. (LR)