Badan Informasi Geospasial

Bersama Menata Indonesia yang Lebih Baik

BIG selenggarakan Sosialisasi dan Bimtek Pembakuan Nama Rupabumi untuk K/L dan Pemerintah daerah

 

“ What’s in a name?” atau apalah arti sebuah nama, demikian pernyataan pujangga William Shakespeare, benarkah nama tidak penting?, Coba bayangkan, apa yang akan terjadi jika tidak ada nama. Kita tidak bisa menunjuk ke suatu benda tertentu dengan identitas yang jelas. Mungkin kita tidak akan bisa membedakan mana meja, mana kursi, mana dinding, mana tebing, mana rumah, mana tanah dan lain sebagainya, Jadi untuk mengetahui identitas tersebut  nama atau penamaan adalah sangat penting. Terkait dengan nama dan penamaan, adalah Toponimi, Toponimi adalah bahasa ilmiah tentang nama tempat, asal-usul, arti, penggunaan, dan tipologinya.

Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai Lembaga penyelenggara dan pembina informasi geospasial berperan dalam peningkatan pemahaman terkait informasi geospasial. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan teknologi serta pemahaman  terkait ilmu tentang Toponimi, BIG menyelenggarakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pembakuan Nama Rupabumi (Toponim). Kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan dan Pembakuan Nama Rupabumi (Toponim) diselenggarakan di Jakarta tanggal 8-13 Maret 2018, Sosialisasi dan Bimbingan teknis penyelenggaraan dan pembakuan Nama Rupabumi  yang dibuka oleh Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponimi, Ida Herliningsih. Pembukaan Sosialisasi dan bimtek dihadiri oleh Kementerian dan Lembaga diantaranya Kemendagri, Kemendikbud, LAPAN, PUSHIDROS-AL, ANRI dan lain-lain,  serta Pemerintah Daerah yang terdiri dari Bengkulu, Jambi, Sumut, Bali.

Pada sambutannya Kepala Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim (PPRT), Ida Herlingsih mengatakan, Setelah Timnas Pembakuan nama Rupabumi yang mempunyai wewenang penuh untuk mengatur tatacara pembakuan nama rupabumi di Indonesia yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden RI nomor 112 tahun 2006 dibubarkan, maka tugas fungsi Tim Pembakuan nama RBI dikembalikan ke instansi yang menangani IG yaitu Badan Informasi Geospasial (BIG) yang didasarkan pada Peraturan Badan Informasi Geospasial (BIG) no.6 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Pembakuan Nama Rupabumi. Menurut Peraturan BIG no.6 Tahun 2017, penyelenggaran Pembakuan Nama Rupabumi terdiri dari Ketua, Sekretaris, Pokja dan Pakar.  Tim Kerja Pembakuan Nama Rupabumi ditetapkan oleh Gubernur. Untuk Tim Kerja Daerah terdiri dari  Ketua (Setda), Sekretaris (Pimpinan Tinggi Pratama di Propinsi yang membidangi Tata Pemerintahan) dan Anggota yang terdiri dari Perangkat daerah Pemerintah Propinsi terkait,  dinas militer dan akademisi. Untuk itu Ida berharap agar pemerintah daerah harus serius dan sungguh-sungguh menangani pembakuan nama rupabumi karena Informasi yang akurat dan benar adalah berasal dari wilayah masing-masing. Selanjutnya Ida mengatakan, Manfaat dari kegiatan Pembakuan nama rupabumi antara lain Ketahanan negara, Penanggulangan bencana, Pemilu-pilkada, Pengembangan sektor wisata, Navigasi, Pelestarian budaya bangsa, Acuan penarikan garis batas, Acuan penarikan batas wilayah administrasi, Toponim di ruang publik, Pengembangan sosial ekonomi masyarakat.

Selanjutnya sambutan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diwakili oleh Deputi Gubernur Bidang Tataruang dan Lingkungan Hidup, Oswar Mungkasa. Pada sambutannya Oswar mengatakan Suatu wilayah akan dikenal oleh masyarakat umum melalui namanya. Potensi suatu daerah pun dikenal melalui namanya. Untuk itu nama dari suatu lokasi merupakan aset penting bagi wilayah tersebut. Pembakuan nama rupabumi merupakan kegiatan yang sangat pentingt. Melalui sosialisasi dan bimtek ini agar didapat gambaran yang jelas dan menyeluruh tentang peran Tim kerja pembakuan nama rupabumi. Selanjutnya Oswar berpesan agar Tim kerja Pembakuan Toponimi dapat bekerja dengan sungguh-sungguh serta agar Tim ini dapat berperan dalam kegiatan internasinal terkait dengan pembakuan nama rupabumi.

Selanjutnya pada sesi ini dilanjutkan dengan paparan dari para pakar dan tokoh inspiratif terkait Toponim dengan narasumber dari BIG dan K/L serta Pemda, diantaranya : paparan dari Peneliti Utama BPPT Bidang Penerapan Remote Sensing dan GIS, Asep Karsidi. Pada paparannya Asep yang juga mantan Kepala BIG mengatakan, nama rupabumi tidak hanya sekedar nama-nama dalam suatu peta, tetapi nama-nama tersebut bersifat lokasional dan merupakan komponen dari sistem informasi yang terorganisir secara keruangan. Nama rupabumi atau nama tempat sebagai salahsatu unsur utama dalam berkoordinasi dan berkomunikasi antar bangsa. tanpa adanya pembakuan dalam penggunaan nama rupabumi, akan terjadi kerancuan dan kekacauan yang berdampak  pada kehidupan sosial dan ekonomi. Asep meminta agar nama etnik daerah agar dipertahankan.

Dilanjutkan dengan paparan dari  Direkur Toponimi dan Batas Daerah Kementerian Dalam Negeri, Tumpak Simanjuntak. Pada paparannya tentang Kebijakan Nasional Pembakuan Nama Rupabumi, Tumpak mengatakan, Kegiatan Nasional Pembakuan nama rupabumi akan efektif dan berhasil jika didukung oleh Kelembagaan, Sumberdaya manusia, Tata Kerja dan dukungan program dan anggaran baik pusat maupun daerah. Kelembagaan, agar lembaga terkait  pembakuan nama rupabumi bersinergi agar terbentuknya tim pembakuan nama rupabumi di setiap Propinsi dan Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia. Untuk SDM, Pemerintah, Pakar, akademisi disiapkan dengan kualitas dan kuantitas yang memadai dalam mendukung pelaksanaan pembakuan nama RBI. Tata Kerja, harus disusun peraturan, pedoman, prosedur dan prinsip-prinsip dan mekanisme koordinasi pelaporan. Pada Program dan anggaran agar dibuat rencana kegiatan tahunan yang konkrit dengan didukung oleh penganggaran yang memadai.

Kemudian dilanjutkan dengan paparan dari Kapus PPRT, Ida Herliningsih tentang Penyelenggaraan Pembakuan Nama Rupabumi serta paparan dari narasumber atau tokoh inspiratif dari daerah yang mendapatkan Toponomy Award yaitu dari Sleman  Propinsi DI Yogyakarta terkait dengan pembakuan nama rupabumi.

Pada hari berikutnya kegiatan Bimtek ini akan dilanjutkan dengan terkait pelaksanaan kegiatan pembakuan nama rupabumi dan toponim serta praktek lapangan di pada lokasi disekitar Jakarta.(YI)